![The Marriage Curse [PARK JIMIN & KIM SO HYUN]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-marriage-curse--park-jimin---kim-so-hyun-.webp)
Chapter 18
(Expressing of feelings)
_
_
Entah ini perasaan apa yang ku rasakan.
Tapi bisakah ku ungkapkan kepadamu?
_
_
“Aku ambil mobil dulu ya”, ucap Aera pada So Hyun. Mereka ada di depan gedung Bighit setelah meeting dengan sang CEO.
So Hyun hanya mengangguk mengiyakan. Dia memilih menunggu di tempat itu daripada harus mengikuti sekretarisnya ke tempat parkir. Dia melirik jam tangannya sekilas. Jam makan siang sudah lewat dua jam dan dia belum makan. Pantas saja perutnya berbunyi sejak tadi. Dia akan mengajak sekretarisnya untuk mampir di rumah makan lebih dulu nanti.
Tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seorang pria. Pria itu memakai masker dan topi.
“Daepyonim”, teriak Aera yang menyadarinya.
So Hyun mengangkat tangannya di dekat telinga. Memberi isyarat jika dia akan menelfonnya nanti. Dan dia hanya pasrah mengikuti pria itu.
Aera hanya membuang pasrah nafasnya saat tahu bosnya sudah masuk ke dalam mobil pria itu. “Sepertinya itu bukan Jimin. Lalu?”, dia mengangkat alisnya mencoba mencari tahu siapa yang mengajak So Hyun. “Jungkook”, ya itu nama yang terlitas di fikirannya. “Pantas saja dia tak protes”, lanjutnya. Dia kembali meneruskan perjalanannya.
Sementara itu So Hyun hanya duduk diam di kursi kemudi. Dia tahu siapa pria yang kini duduk di kursi kemudi. Dia bisa tahu hanya dari postur tubuh pria itu. “Kau seperti orang yang mau menculikku tadi”, ucap So Hyun.
Pria itu masih diam. Dia mendekat ke arah So Hyun yang membuat So Hyun terpaksa harus mundur. Menarik sabuk pengaman di samping So Hyun, dan memakaikannya. “Aku memang sedang menculikmu”, ucapnya setelah selesai.
So Hyun hanya tersenyum miring mendengarnya.
“Kau sudah makan?”, tanya pria itu. Dia melepaskan maskernya.
Perut So Hyun berbunyi, membuatnya terpaksa membuang muka karena malu.
Pria itu tertawa. “Kita cari makan dulu”, ucapnya yang dilanjutkan dengan melajukan mobilnya.
Mereka hanya diam sepanjang perjalanan. Tenggelam dalam fikiran masing-masing. Tak ada yang berinisiatif membuka pembicaraan. Hingga mobil itu berbelok di sebuah restoran Jepang.
“Kau masih suka sashimi kan?”, tanya pria itu membuka pembicaraan. Dia membuka sabuk pengamannya.
So Hyun yang sedari tadi sibuk memandang ke jendela menoleh. Tersenyum dan mengangguk. Dengan antusias dia melepas sabuk pengamannya. Dan turun mengikuti pria itu.
Mereka diantar seorang pelayan ke tempat dimana pria itu memesan. Ya, ternyata pria itu sudah memesan tempat sebelum mereka datang. Katanya agar tempat makan mereka lebih privasi. Tidak asyik nantinya jika ketika makan mereka dikejar-kejar penggemar kan.
Berbagai jenis makanan sudah terhidang di meja ketika mereka memasuki ruang tersebut. Hidangan utama adalah sashimi. Mereka langsung duduk bersipu seperti cara makan orang Jepang.
“Selamat makan”, tanpa ba bi bu So Hyun menyuapkan potongan daging ke mulutnya. “Sashimi memang yang terbaik”, lanjutnya. Dia kembali memasukan potongan daging ke mulutnya.
Pria itu tertawa melihat tingkah kekanakan So Hyun. Dia tahu jika gadis-lebih tepatnya wanita meski pria itu tak tahu-di hadapannya sangat menggilai makanan yang satu itu. Perasaan senang menyelimuti dirinya. Sudah lama sekali dia tak melihat ekspresi itu di wajah So Hyun. Hatinya menghangat. Seulas senyum terpatri di wajah tampannya. Dia ikut mengambil sumpit dan mulai memakan makanannya.
“Pelan-pelan”, ucapnya yang melihat So Hyun memakan makanannya dengan tergesa.
So Hyun tak menghiraukannya. Dia terus saja memakan potongan daging itu yang tinggal setengah.
Pria itu hanya sesekali memasukan makanan. Dia lebih fokus memandang So Hyun dengan segala kekonyolannya ketika makan. Masih sama seperti beberapa tahun yang lalu. Ingatan kebersamaan mereka berputar-putar di otaknya. “So-ah”, panggilnya.
So Hyun mendongakan kepalanya. “Sudah ku bilang jangan panggil aku dengan nama itu lagi”, ucapnya diikuti dengan tangannya yang memegang sumpit sambil menunjuk-nunjuk. Dia terlihat kesusahan saat berbicara karena mulutnya penuh dengan makanan.
“Makanya pelan-pelan saat makan. Kau bisa tersedak. Lagi pula tidak akan ada yang merebut makananmu. Kalau kau ingin tambah nanti kita bisa pesan lagi”, jelas pria itu panjang lebar. Tangannya terulur mengusap sisa makanan di sudut bibir So Hyun.
So Hyun menelan susah payah makanannya. Dia tersipu karena perbuatan pria itu. Sial, ada apa dengannya? Kenapa dia merasa malu? Dia tak pernah seperti ini sebelumnya. Dia selalu bersikap biasa dan bahkan terkesan tak tahu malu jika bersama pria itu. Tapi sekarang, dia merasa malu! Owh God! Ini benar-benar aneh.
So Hyun meminum minumannya untuk mengurangi rasa malunya. Dia kembali makan, namun tak setergesa tadi. Kali ini terlihat lebih anggun. Bahkan terkesan canggung. Dia terlihat tak nyaman karena pria dihadapannya selalu memandang aneh padanya.
“So Hyun-ah”.
“Jungkook-ah”.
Mereka memanggil nama masing-masing secara bersamaan. Mereka diam karena melakukan kebetulan yang aneh.
“Kau duluan”, ucap Jungkook akhirnya.
“Tidak, kau duluan yang bicara”, jawab So Hyun.
“Baiklah!”, ucap Jungkook pasrah. “Kau mau ke pantai?”, ajaknya kemudian.
“Pantai”, So Hyun tampak berfikir. Dia melirik sekilas jam tangannya. Masih siang, dan lagi dia sedang malas kembali ke kantor. “Boleh”, jawabnya sambil mengangguk. Wajahnya tampak berbinar karena senang.
“Jadi, apa yang ingin kau katakan tadi?”, tanya Jungkook setelah mengungkapkan perkataannya.
“Tidak jadi”, ucap So Hyun.
“Curang. Tahu gitu aku tak akan bilang duluan tadi”, ucap Jungkook. Ada raut kesal di wajah tampannya.
-o0o-
Setelah melepas heelsnya, So Hyun berlari menuju pantai tanpa memperdulikan Jungkook yang berjalan pelan di belakangnya. Dia berdiri di pasir tepat dipinggir air. Kakinya kadang terkena sapuan ombak, namun hanya sebatas mata kaki. Dia enggan masuk lebih dalam.
Jungkook yang masih cukup jauh dari So Hyun tersenyum. Entah mengapa hari itu suasananya sangat mendukung. Selain karena cuaca cerah, juga sepinya pengunjung. Hampir tidak ada orang, hanya mereka berdua. Dia merogoh ponsel dari saku celananya. Dan diam-diam mengambil gambar So Hyun yang tengah menunduk mengamati air. Dia tersenyum kala melihat hasil foto yang tampak bagus.
Dengan cepat dia menyimpan ponselnya di saku jaketnya. Melemparnya asal. Melepas sepatu dan berlari menyusul So Hyun dengan bertelanjang kaki. Dia masuk lebih dalam ke air. Menyipratkan air ke arah So Hyun.
“Yak”, teriak So Hyun protes. Dia berjalan mundur.
“Untuk apa datang ke pantai kalau tidak main air”, ucap Jungkook. Dia masih gemar menyipratkan air ke arah So Hyun.
“Jangan, jangan”, So Hyun masih bersi keras menolak. Dia tak ingin tubuhnya basah. Karena memang dia tak bawa baju ganti. Dengan cepat dia berlari menghindar.
Semakin So Hyun menghindar semakin gemar Jungkook mencipratkan air. “Kemarilah, ini seru lo”, ucap Jungkook masih dengan kegiatannya.
Saat Jungkook mendekat, So Hyun justru menjauh. Dan jadilah mereka kejar-kejaran sepanjang pantai. So Hyun berhenti karena lelah. Dia menunduk, mencoba menormalkan nafasnya. “Cukup, aku sudah lelah”, ucap So Hyun. Dia mendudukan dirinya di pasir pantai yang berwarna coklat keputihan tersebut.
Jungkook tersenyum miring. Dia berjalan mendekati So Hyun. Ikut duduk di sampingnya. Dia menatap intens So Hyun yang masih terengah karena lelah. Keningnya juga basah karena keringat. Tanpa aba-aba dia menggendong tubuh So Hyun ala bridal. Berjalan cepat menuju air.
“Yak, turun kan aku. Jeon Jungkook”, protes So Hyun. Dia meronta minta di turunkan.
Jungkook tak mengindahkannya. Dia semakin masuk ke dalam air. Setelah air yang dimasukinya mencapai pinggang, dia melempar So Hyun ke dalam air. Dia tersenyum senang karena sudah berhasil membuat gadis itu basah. “Aku sudah basah. Tidak adil jika bajumu masih kering”, ucapnya kemudian.
So Hyun berdiri. Mengusap pelan wajahnya yang basah. “Awas kau ya”, ucap So Hyun. dia menyipratkan air ke tubuh Jungkook. Dia juga berjalan mendekatinya, mendorongnya hingga membuat pria itu terjatuh ke dalam air. Dia tertawa keras, berhasil membalas pria itu.
Jungkook yang tak terima mengejar So Hyun. Mereka kembali saling mengejar dalam air. Kadang mereka juga saling melempar air. Raut bahagia jelas tergambar di wajah mereka.
So Hyun merebahkan dirinya di pasir setelah lelah. Seluruh tubuhnya sudah basah. Dia bahkan tak memperdulikannya sekarang.
Jungkook memilih duduk di samping So Hyun. Pandangannya lurus ke arah hamparan air yang luas di depannya. “Sudah lama ya kita tidak seperti ini. Dulu tiap kali ada kesempatan kita selalu datang kemari”, ucap Jungkook.
“Emmh”, gumam So Hyun. Dia memejamkan matanya sebentar.
Langit sudah berubah menjadi jingga. Matahari sebentar lagi akan terbenam di ufuk barat.
“Sebentar lagi matahari akan terbenam”, ucap Jungkook kembali.
So Hyun terlonjak. Dia ikut duduk di samping Jungkook.
“Kau benar. Langitnya indah ya”, tutur So Hyun. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Jungkook.
“Eoh”, ucap Jungkook.
Tak ada kata yang terucap setelah itu. Mereka sama-sama terdiam. Tenggelam dalam fikiran masing-masing. Langit yang tadi berwarna jingga kini mulai menghitam. Matahari juga sudah menghilang. Semilir angin malam mulai menerpa wajah mereka. Menimbulkan kesan dingin, yang juga karena tubuh mereka masih basah.
“So Hyun-ah. Kau mau berkencan denganku”, ucap Jungkook membuka pembicaraan. Tangannya mengenggam erat tangan So Hyun yang berada dipangkuannya.
“Aku tahu ini konyol. Tapi aku tak bisa memungkirinya. Sejak pertemuan kembali kita, aku mulai merasakan perasaan aneh. Semakin aku menepisnya, semakin aku tersiksa”, lanjutnya.
So Hyun diam. Dia tak menjawab. Tak memberi respon.
Jungkook menoleh. Dia tersenyum miring. Gadis itu tertidur. Pantas saja dia merasakan nafas teratur di bahunya. “Percuma aku bicara panjang lebar tadi”, ucapnya pada diri sendiri.
“Tapi lebih baik seperti itu. Kau pasti akan marah jika mendengar pengakuanku tadi”, dia kembali tersenyum setelahnya. Tangannya yang lain terulur merangkul So Hyun. Mengusap pelan surai panjangnya untuk membuatnya semakin terlelap.
🍭
🍭
🍭
To Be Continue...
🍭
🍭
🍭
Haduh Jungkook nyatakan perasaannya ke So Hyun lagi, meskipun So Hyunnya gak denger.
Kalian maunya So Hyun Ama Jungkook atau Jimin? Hehe...
Saya kembali lagi dengan chapter.
Terima kasih sudah setia menunggu FF receh ini.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.
See you next time……
Like Comment juseyo 🙏🙏