The Hot Boss

The Hot Boss
Pergi Berdua



" Kemana, Pak ?" Tanya Melisa takut-takut. Tapi Riland tak menjawabnya, ia hanya memberikan senyum tipis yang tak bisa Melisa artikan maksudnya.


"Pak, serius kita mau ke mana ?"


"Kamu maunya kemana ?" Riland malah balik bertanya. Mata hitamnya terlihat sayu. Membuat Melisa gelagapan karenanya.


Dan yang semakin membuat perasaan Melisa semakin tak karuan karena Riland menggunakan kata 'aku-kamu' tak formal seperti biasanya. Padahal Leah masih ada di dalam mobil.


"Ough," gumam Leah pelan sambil menutup mulutnya tak percaya. Gadis itu semakin yakin jika Riland memang ada hati pada Melisa.


Merasa tak nyaman berada diantara keduanya Leah pun segera membuka pintu mobil bosnya itu dan bergerak keluar. "makasih banyak ya, Bos," ucap Leah.


Riland tolehkan kepalanya dan tersenyum pada bawahannya itu. Ia tak merasa malu ataupun canggung. Sepertinya Riland tak peduli jika Leah tahu tentang apa yang dilakukannya pada Melisa. "Oke, hati-hati," sahut Riland singkat.


Setelah Leah turun, Melisa melihat pada temannya itu dengan pandangan mata yang mengisyaratkan minta tolong agar Leah membawanya pergi. Tapi gadis itu malah mengacungkan kedua jempolnya. "Have fun !" Balas Leah sambil nyengir kuda.


Riland kembali lajukan mobilnya. Hening di dalam mobil karena Melisa tak lagi berkata-kata. Debaran jantungnya masih saja lebih cepat jika berada dengan Riland.


"Mau nonton ?" Tanya Riland tiba-tiba.


"Apa ?" Melisa bergumam pelan.


"Nonton yu ? Kayanya terlalu sore kalau makan malam sekarang," kata Riland sambil melirik jam tangannya. Dan apa yang ia katakan benar adanya, waktu masih menunjukkan pukul empat sore lebih beberapa menit saja. Masih terlalu awal untuk makan malam.


"Mel ?" Tanya Riland lagi sambil tolehkan kepalanya melihat pada Melisa.


"Mmmh," Melisa tak menjawabnya. Tawaran Riland terlalu sayang untuk ditolak, dan terlalu mendebarkan jika diterima. Sungguh Melisa sangat bingung dibuatnya.


"Kamu sukanya film apa ?" Tanya Riland.


"Apa saja asal jangan film hantu," jawab Melisa. Sepertinya Riland pun tak bisa menerima penolakan.


"Padahal film hantu seru juga loh," sahut Riland.


"Iya sih Pak, tapi nanti malamnya saya gak bisa tidur," jawab Melisa.


Riland tolehkan kepalanya pada Melisa. "Aku temenin tidur mau ?" Tanya Riland, dan 'bugh !' secara spontan Melisa meninju lengan atas bosnya itu.


"Ough," Riland mengaduh kesakitan tapi bibirnya melengkungkan sebuah senyuman. "Kok mukul ? Emang aku salah apa?" Tanya Riland sambil tertawa.


"Ya kira-kira lah, Pak ! Masa ditemenin tidur ? Haram pak hukumnya kalau belum menikah," jawab Melisa tanpa berpikir panjang.


"Jadi kalau kita sudah menikah boleh tidur bareng ?" Tanya Riland lagi, dan ia melihat Melisa saat mengatakan hal itu. Riland tersenyum geli karena wajah melisa berubah merah karenanya.


"Mmhh.. yang namanya suami istri bolehlah, Pak," jawab Melisa. Ia masih menggunakan bahasa formal padahal Riland sedari tadi sudah ber aku-kamu ria.


"Lagian kamu main pukul aja sih, Mel. Gak dengerin aku ngomong sampai selesai," bela Riland.


"Emang masih ada lanjutannya, Pak ?"


"Oh ya, apa ?" Melisa berkerut dahi penasaran.


"Aku temenin tidur lewat telepon," jawab Riland. "Tapi kamu keburu mikir yang iya-iya aja," lanjutnya lagi sambil tersenyum geli.


Blush !


Melisa merasa wajahnya terasa panas, ia yakin kedua pipinya pasti sudah berubah merah. Bagaimana pikirannya tak traveling kemana-mana. Saat ini Riland terlihat begitu menggoda. Lengan kemejanya yang ia gulung hingga sebatas siku, memperlihatkan guratan urat tak berlebihan di tangannya. Dan bulu-bulu halus yang tumbuh, menyempurnakan keseksi*annya. Telapak tangannya mencengkram erat setir mobil, tak terbayangkan rasanya jika tangan itu merengkuh pinggang Melisa dengan posesif.


"Aaarrrggh," erang Melisa sembari geleng-geleng kan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mengusir pikiran liar tentang bosnya itu.


"Hei, hei ! Kamu kenapa ?" Riland berkerut dahi tak paham dengan apa yang sedang Melisa lakukan.


"Nggak apa-apa, Pak," jawab Melisa sambil tersenyum canggung dan salah tingkah. Tak mungkin ia katakan pada Riland jika ia tengah membayangkan sesuatu yang intim tentang bosnya itu.


"Tenang saja, kita gak akan nonton film hantu kok," kata Riland berusaha untuk menenangkan. Dirinya berpikir jika Melisa sedang membayangkan adegan menyeramkan dalam film.


***


Sesampainya di pusat perbelanjaan, di mana mereka akan menonton film, Melisa dan Riland berjalan berdampingan. Cukup banyak yang mengenali keduanya karena konten yang keduanya buat menjadi trending topik beberapa waktu lalu.


Melisa bisa melihat, jika kehadiran Riland begitu mengundang perhatian. Banyak kaum hawa yang secara terang-terangan memperhatikan Riland dengan pandangan mata penuh damba. Bahkan ada yang berani memanggil Riland dengan sebutan'Hot Boss'. Dan Riland hanya tersenyum saja menanggapinya. "Ya Tuhan... Sepertinya bukan aku saja yang berfantasi tentangnya," gumam Melisa pelan tapi ternyata Riland masih bisa mendengarnya walaupun samar-samar.


"Mau nonton film fantasi ?" Tanya Riland sambil berkerut alis.


"Hah ? Ah tidak !" Jawab Melisa.


"Oh kirain mau nonton film fantasi soalnya lagi gak ada," sahut Riland kebingungan.


"Aku sudah mendapatkan fantasi ku di sini," lanjut Melisa sangat pelan. tak ingin Riland mendengarkan ucapannya lagi.


Pada akhirnya Riland dan Melisa memilih untuk menonton film aksi yang menegangkan. Ingin rasanya Melisa menonton film drama romantis tapi ia takut semakin terbawa perasaan pada Riland.


Keduanya duduk bersebelahan, wangi tubuh Riland yang maskulin memanjakan indra penciuman Melisa. Dan tangannya yang kekar dan berhiaskan guratan urat tak berlebihan itu Riland letakkan di atas kursi. Melisa bisa melihatnya walaupun ruangan bioskop mulai gelap.


"Semoga hatiku aman selama 2 jam ke depan," batin Melisa dalam hatinya. Dan ia menelan ludahnya sendiri dengan susah payah saat memikirkan itu semua.


'bruk !' Riland sandarkan tubuhnya di kursi. Lalu condongkan kepalanya pada Melisa. Belum apa-apa, Riland sudah menyiksa Melisa dengan sikapnya.


To be continued...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak yaaa


Selamat menunaikan ibadah puasa.


Tetap semangat genks 😚