The Diamond

The Diamond
Epilog



6 bulan kemudian


Sasha's POV


Di sinilah aku, di depan cermin yang memantulkan wajahku. Gaun pengantin yang begitu indah dan sebuah tiara di kepalaku. Setelah lama menunggu, penantian ini berakhir juga.


Aku, Alexandra Felister, putri tertua keluarga Felister akan menikah dengan pria pujaan hati. Kenneth Anderson, putra sulung keluarga Anderson.


Hari dimana aku dirawat di rumah sakit saat pembantaian seluruh organisasi mafia. Aku tidak percaya masih bisa membuka mata dan merasakan awal kebahagiaan.


"Kau terlihat sangat cantik."


Seorang wanita paruh baya menghampiriku dengan senyuman yang merekah. Dia adalah Ibu Kenneth yang sebentar lagi akan menjadi Ibu mertuaku.


"Kau pandai berbicara, Bibi."


"Bukannya aku pandai berbicara, aku pandai merayu, ha ha ha."


Kami tertawa bersama sebelum ada yang mengetuk pintu kamar. Vava, Maggie, dan Caroline datang bersamaan. Vava sudah menikah dengan Thian. Sayangnya aku tidak bisa menghadiri acara pernikahan mereka karena belum siuman. Maggie sudah memiliki calon suami, sedangkan Caroline? Dia belum memiliki calon suami.


"Vava, aku aku tidak bisa menghadiri acara pernikahanmu," kataku.


"Tenanglah, aku bisa memaafkan mu karena alasan logis."


"Maggie, kapan kau akan melangsungkan pernikahan?" tanyaku.


"Aku? Mungkin bulan depan."


"Caroline, bagaimana denganmu?" tanya Ibu Kenneth.


Aku melihat Caroline yang mengalihkan pandangannya ke arah lain. Aku tersenyum melihat tingkahnya yang terkadang lucu.


"Caroline?" panggil Ibu Kenneth.


"Iya, Bibi? Aku masih menikmati singel. Jadi, jangan tanyakan hal itu padaku."


Kami semua tertawa mendengar penuturannya. Caroline merupakan gadis paling muda diantara kami.


"Sasha, acaranya akan segera dimulai." Ibu Kenneth mengulurkan tangannya. Aku mengangguk dan meraih uluran tangan itu.


Kami berjalan menuruni tangga menuju altar. Paman tua menggantikan ayahku yang akan mengantarku pada Kenneth. Aku berharap ayah dan ibu melihat hari bahagiaku ini.


Setelah itu, aku akan melempar bunga kepada para tamu undangan. Aku harap yang mendapatkan bunga ini akan segera menikah.


Hap!


Aku membalikkan badan selesai melempar. Aku ingin tahu siapa yang mendapatkan. Mulutku terbuka dan sedetik kemudian mengulum senyum. Caroline dan Nathe yang mendapatkan bunga itu.


Tanpa sadar air mata kebahagiaan menetes. Kenneth mendekapku dengan erat dan membisikkan sesuatu.


"Aku sangat mencintaimu. Jangan pernah tinggalkan aku...."


"Tentu saja, aku juga mencintaimu."


Suara tepuk tangan para tamu semakin memeriahkan acara ini. Di tambah lagi balon-balon yang dilepas ke udara.


Flona datang mendekati kami membawa Sean yang begitu tampan. Mengenakan jas hitam sama seperti Kenneth.


"Sean, aku sangat merindukanmu." Aku mencium dahi dan kedua pipinya berkali-kali. Sudah lama aku tidak bertemu dengan Sean, dan dia tampak tumbuh begitu cepat.


"Selamat, Sasha. Aku harap kalian akan tetap bersama selamanya," kata Ibuku.


"Tentu saja aku akan bersama dengan Sasha, memang aku harus dengan siapa lagi?" kata Kenneth.


"Terima kasih,Bu. Aku mengharapkan hal yang sama."


Kensha akan menjadi satu. Jika tidak bisa, maka aku akan menyatukannya. Kehidupan tidak selamanya sama seperti semula. Dalam hidup ada hal yang bisa diubah dan tidak bisa diubah.


Semua rintangan yang dilalui, akan berakhir saat waktunya tiba. Kini, aku merasakan layaknya berlian dalam kaca. Kenneth si pemilik berlian itu yang akan menjaganya agar tetap terlihat indah dan aman.


...~The Diamond~...


Akhirnya cerita the diamond tamat juga. Aku butuh pendapat kalian tentang novel ini. Tolong berikan kesan dan pesan kalian melalui kolom komentar.


Bebas mau berkomentar apapun. Mau komen tapi takut aku ngerasa sakit hati, sebenarnya nggak. Kalian tenang ajah karena aku sendiri yang menyuruh kalian.


BEBAS!


Tidak ada batasan dalam berkomentar memberi kesan dan pesan. Hitung-hitung ini bentuk apresiasi kalian pada karya The Diamond.