
Baby Virlie benar-benar jadi baby primadona bagi semua orang, selalin tumbuh menjadi anak yang sangat cantik, baby Virlie pun tumbuh sehat dan menggemaskan.
Saat ini semua orang sedang berkumpul di ruangan keluarga karena ini adalah hari minggu. Bahkan Petra dan Rossa pun ada, dan saat ini Petra sedang menggendong Virlie.
"Keponakan Uncle cantik banget, kalau kamu sudah dewasa Uncle juga akan jatuh cinta sama kamu," celetuk Petra.
Valerie menjambak rambut Petra membuat Petra mengaduh kesakitan.
"Astaga, tenaga emak-emak kuat banget, untung kepalaku ciptaan Allah, coba kalau kepalaku buatan lokal, bisa-bisa langsung copot," keluh Petra.
"Habisnya, anakku masih bayi juga mau digodain, memang dasar ya otak playboynya gak bisa lihat yang cantik-cantik langsung pengen embat saja," seru Valerie.
"Makanya Val, aku harus mikir seribu kali untuk mau menikah dengan dia, habisnya dia kadang-kadang kaya gitu, masih jelalatan kalau lihat wanita cantik," kesal Rossa.
"Kamu cari pria lain saja Ros, jangan kasih hati sama playboy," seru Papi Lion dengan santainya sembari menyesap kopinya.
"Allahuakbar Om, kok Om malah menjatuhkan aku sih bukanya mendukung aku," keluh Petra.
"Om tidak akan mendukung playboy yang suka nyakitin hati wanita karena wanita itu bukan untuk disakiti tapi harus disayangi."
"Betul banget Pi, keluarga kita tidak ada yang playboy makanya seharusnya si Petra itu dibuang jauh-jauh dari keluarga kita," sambung Dion.
"Sialan kamu Dion, aku sudah berubah tidak playboy lagi cuma aku suka khilaf saja kalau lihat wanita cantik. Tapi serius sayang, aku cuma melirik saja tidak ada hati untuk mereka karena hatiku hanya untukmu seorang," seru Petra dengan menyandarkan kepalanya ke pundak Rossa.
"Bohong, kamu selalu saja seperti itu kalau kamu masih jelalatan sama wanita cantik lebih baik sekarang kita putus saja," ancam Rossa.
"Apa?"
Petra segera memberikan Baby Virlie ke Valerie dan dia mulai merayu Rossa.
"Jangan begitu dong sayang, aku sudah sangat mencintaimu jadi aku sudah tidak tertarik lagi sama wanita mana pun, kamu harus percaya itu," bujuk Petra.
"Kasih kacamata kuda Ros, biar dia gak lirik kiri kanan," ledek Dion.
"Diam kamu Dion, sekali lagi ikut campur urusanku, aku bakalan bawa kabur Virlie."
"Enak saja, kamu mau mati."
"Sudah-sudah, sudah jadi Bapak-bapak juga masih saja berantem. Begini saja, kalau kamu memang serius kepada Rossa, tante ingin kamu minggu depan menikahi Rossa," seru Mami Ayu.
"Apa?"
Petra dan Rossa tampak terkejut....
"Berani tidak kamu?" ledek Valerie.
"Beranilah siapa takut, bagaimana sayang kamu siap kan, untuk menjadi istriku?" tanya Dion.
Rossa tampak terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa. Jujur, dia memang mencintai Petra tapi kelakuan Petra yang kadang-kadang membuat Rossa menjadi tidak yakin.
"Kalau Mba tidak yakin, jangan dipaksakan Mba takutnya nantinya Mba makan hati," seru Valerie.
"Ayolah sayang, aku janji aku tidak akan jelalatan lagi."
Rossa masih terdiam memikirkan jawabannya, dia tidak mau sampai salah langkah karena pernikahan itu bukan hal yang main-main bahkan Rossa pernah merasakan sakitnya ditinggal sang calon mempelai pria di saat detik-detik ijab kabul.
Petra menarik tangan Rossa dan membawanya pergi dari orang-orang yang hanya bisanya memprovokasi saja dan membawanya ke halaman belakang.
"Kenapa kamu diam saja? Apa kamu masih belum percaya sama aku?" tanya Petra dengan menggenggam tangan Rossa.
"Sifat kamu yang membuat aku kadang-kadang merasa tidak yakin."
"Rossa, aku sudah janji sama kamu kalau aku sudah pensiun tidak jadi playboy lagi. Mungkin karena aku sering tidak ke kontrol kalau melihat wanita cantik membuat kamu berpikiran kalau aku masih gampang tergoda oleh semua wanita. Rossa, aku sudah bosan bermain-main lagipula setiap harinya usiaku pun bertambah dan aku butuh pendamping yang selalu ada di samping aku saat suka mau pun duka dan orang itu adalah kamu."
Rossa menatap kedua bola mata Petra dan tidak ada kebohongan di sana.
"Aku takut Petra, dulu aku sempat gagal menikah karena calon suamiku pergi di saat detik-detik mau mengucapkan ijab kabul dan aku gak mau sampai itu terulang lagi."
"Aku janji, itu tidak akan terulang lagi."
"Baiklah, aku mau menikah denganmu."
"Kamu serius, Rossa?"
"Iya, aku serius."
Petra langsung memeluk Rossa, dia sangat bahagia dengan jawaban Rossa.
"Terima kasih Rossa, aku janji tidak akan pernah menyakiti kamu."
"Aku pegang janji kamu."
***
Akhirnya waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Petra dan Rossa pun hari ini akan melangsungkan pernikahan mereka.
Semuanya tampak bahagia dengan pernikahan Petra dan Rossa akhirnya sang casanova melabuhkan hatinya kepada wanita cantik yang sederhana itu.
"Aku tepati janji aku kan? Aku tidak kabur di saat acara ijab kabul, seperti pria brengsek yang kamu katakan itu," bisik Petra.
"Iya, terima kasih Petra sudah menepati janji kamu."
Setelah ijab kabul dan malam resepsi, Petra langsung membawa Rossa pindah ke Amerika karena Petra masih harus mengurus perusahaannya yang ada di sana.
🕵♀
🕵♀
🕵♀
Hallo sebagai Author yang baik dan tidak sombong😁akhirnya aku memutuskan untuk membuat extra partnya dan untuk pengumuman pemenang nanti akan diumumkan di akhir cerita jadi tetap stay ya jangan dulu di unfavorit🙏🙏