THE BLACK HUNTER

THE BLACK HUNTER
Siuman



πŸ•΅β€β™€


πŸ•΅β€β™€


πŸ•΅β€β™€


3 hari sudah Valerie dirawat di rumah sakit, dan Valerie masih saja setia memejamkan matanya.


Dion dengan setia menjaga dan menemani Valerie, sama halnya dengan Julian yang setiap hari selalu datang ke rumah sakit dan di saat Dion tidak ada, Julian selalu memceritakan hal-hal konyol saat dirinya bersama Valerie.


"Ion, makan dulu yuk! Mami sudah buatkan makanan kesukaan kamu."


"Nanti saja Mami, Dion belum lapar."


"Belum lapar bagaimana, ini sudah waktunya makan siang dan dari tadi malam perutmu belum terisi apa pun."


"Tapi Dion belum lapar Mami."


"Jangan banyak membantah Ion, nanti kalau kamu sakit bagaimana? Bisa-bisa aku yang jagain si wonder woman dan aku bakalan menjadi orang pertama yang akan dia lihat," goda Petra.


"Enak saja, aku bela-belain gak ngapa-ngapain karena aku ingin orang yang pertama Valerie lihat saat siuman itu aku bukan orang lain," geram Dion.


"Ya makanya, sana makan dulu, apa mau aku suapin?"


"Idih ogah, memangnya kamu pikir aku kaum pria-pria cantik."


Seketika tawa Petra pecah, akhirnya Dion pun mengalah dan menghampiri Maminya yang saat ini sudah membawa makanan kesukaan Dion.


"Kamu gak ke kantor?" tanya Dion.


"Lagi malas."


"Bagiamana mau jadi orang sukses kalau kerjaanmu malas seperti itu."


"Eitttsss...jangan remehkan Petra, aku sudah membuat perusahaanku sukses bahkan aku sudah membuka cabang lagi, jadi buat apa susah-susah kerja kalau semuanya sudah ada yang ngurus," sahut Petra.


"Jangan terlalu percaya sama orang Petra, hati orang mana ada yang tahu, tetap saja kamu harus tetap waspada," seru Mami Ayu.


"Tenang saja tante, Petra sudah memikirkan semuanya dan semuanya sudah aman."


"Ha-us."


Seketika ketiganya terdiam dan saling pandang, mereka menajamkan pendengarannya takutnya mereka salah dengar.


"Ha-us."


Dion langsung melompat, bahkan dia melompati meja saking bahagianya mendengar suara Valerie.


"Val, ini aku Dion, kamu sudah sadar," seru Dion.


"Ha-us."


"Kamu haus?"


Valerie menganggukan kepalanya lemah, dan Dion segera mengambilkan air dan memasukan sedotan supaya Valerie bisa minum menggunakan sedotan.


Dion menekan tombol untuk memanggil dokter, dan tidak membutuhkan waktu lama akhirnya dokter pun datang.


"Ada apa?"


"Dok, Valerie sudah sadar," sahut Dion bahagia.


"Baiklah, tolong kalian semua keluar dulu biar saya periksa keadaan pasien terlebih dahulu."


Ketiganya pun menganggukan kepalanya dan segera keluar, Mami Ayu segera menghubungi Papi Lion sedangkan Dion segera mengirim pesan lewat grup kalau Valerie sudah siuman.


"Alhamdulillah."


Semua tim Valerie serempak mengucapkan Hamdallah saat melihat pesan yang dikirim oleh Bosnya itu.


"Alhamdulillah, terima kasih Val, kamu sudah bertahan," batin Julian.


"Nanti pulang kerja, kita semua ke rumah sakit jenguk Valerie," seru Rossa antusias.


"Yaelah, baca yang teliti Mba. Itu paling bawah apa coba tulisannya, kata si Bos kita tidak boleh datang ke rumah sakit biarkan Valerie sembuh dulu," seru Doni.


Rossa kembali melihat pesan yang dikirim Dion dan benar saja ada larangan untuk menengok Valerie.


"Astaga, semakin hari si Bos semakin posesif saja sama si Vale bikin susah ngapa-ngapain, padahal kan aku sudah rindu sama Vale," gerutu Rossa.


"Begitulah kalau si Bos sudah terserang wabah bucin, bawaannya kaya gitu posesif banget," ledek Julian.


"Hooh, rasanya sekarang susah banget kalau pengen dekat sama Vale harus minta izin dulu sama si Bos," keluh Rossa.


Sementara itu, dokter pun keluar dari ruangan rawat Valerie.


"Alhamdulillah kondisinya sudah lumayan membaik, nanti kami akan melakukan pemeriksaan kembali mengenai keseluruhan tubuh pasien, takutnya ada luka dalam," sahut Dokter.


"Baik Dokter, terima kasih."


Dion, Petra, dan Mami Ayu pun segera masuk ke dalam ruang rawat Valerie.


"Akhirnya kamu sadar juga, sayang," seru Dion dengan mata yang berkaca-kaca saking bahagianya.


"Jangan nangis, masa ketua The Black Hunter nangis," lirih Valerie dengan senyumannya.


"Itu artinya kamu adalah orang yang paling berharga untuk Dion, makanya dia seperti itu sayang," seru Mami Ayu dengan mengusap kepala Valerie.


"Wonder woman, kamu tahu tidak, selama kamu koma si Dion itu kalang kabut, dia galau terus."


"Masa?"


"Iya, gak mau makan, gak mau mandi, pokoknya penampilan dia kaya gembel," ledek Petra.


Dion langsung memukul kepala Petra. "Sembarangan kalau ngomong, aku selalu mandi kok sayang, jangan dengerin apa kata si playboy cap kodok burik ini," kesal Dion.


"Apa kodok burik kamu bilang? Wah, cari masalah."


Petra langsung memiting leher Dion, dan lagi-lagi guling-guling di lantai membuat Valerie dan Mami Ayu memutar bola matanya jengah.


"Sudah sayang, jangan dilihatin nanti kepala kamu pusing. Apa kamu mau makan? Biar tante suapin kamu?" seru Mami Ayu.


"Iya tante, Vale lapar."


"Sebentar ya, tante minta suster bawakan makanan baru."


Mami Ayu pun pergi ke luar tanpa memperdulikan kedua pria yang sedang bergelung seperti tidak ada kerjaan itu.


Tidak lama kemudian, Mami Ayu datang bersama seorang suster sehingga membuat suster itu melongo melihat tingkah kedua pria tampan yang entah sedang melakukan apa.


Dion dan Petra langsung menghentikan kegiatannya saat melihat suster menertawakan mereka berdua. Keduanya langsung merapikan penampilannya.


"Sini Mami, biar Dion saja yang suapin Valerie," seru Dion yang langsung merebut piring makanan itu.


Sementara itu Petra memeluk Mami Ayu dari belakang, Petra memang suka sekali bermanja-manjaan kepada wanita yang sudah mengurusnya itu.


"Ckckck...kalian itu gak di mana-mana kelakuannya kaya bocah, gak tahu malu. Pantas saja kamu gak dapat-dapat wanita," keluh Mami Ayu.


"Tenang tante, sebentar lagi juga Petra akan menyusul Dion ke pelaminan."


"Memangnya wanita mana yang mau menikah dengan playboy seperti kamu," ledek Dion.


"Ada deh."


"Sok rahasia-rahasiaan."


Valerie hanya tersenyum melihat interaksi satu keluarga itu, Valerie sangat beruntung bisa mengenal keluarga Dion selain mereka semua baik, keluarga Dion pun ternyata sama konyolnya seperti dirinya.


"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu?" tanya Dion.


"Aku sangat bersyukur bisa mengenal kalian, yang menyayangi aku dengan tulus, aku berasa punya keluarga lagi," sahut Valerie.


"Ya ampun kasihan banget kamu wonder woman, sini biar aku peluk," seru Petra hendak memeluk Valerie.


"Berani kamu memeluk calon istriku, jangan harap kamu akan pulang dengan selamat," ancam Dion.


"Bucinmu sungguh menjijikan."


"Apa kamu bilang?"


Dion hendak menyerang Petra lagi, tapi sayangnya Petra keburu kabur.


"Sayang, tante pulang dulu ya, nanti sore tante ke sini lagi."


"Iya tante, terima kasih sudah jagain Vale."


"Sama-sama sayang."


Mami Ayu pun langsung mencium kening Valerie dan setelah itu pergi meninggalkan Valerie dan Dion.


πŸ•΅β€β™€


πŸ•΅β€β™€


πŸ•΅β€β™€


HALLO, VALERIE, DION, DAN PANJUL AKAN SEGERA SELESAI DI AKHIR BULAN INI, JADI BERIKAN KOMENTAR TERBAIK KALIAN NANTI ADA PULSA UNTUK KALIAN DARI AUTHOR.


MASING-MASING PULSA 20k UNTUK 5 KOMENTAR TERBAIK😘😘