THE BLACK HUNTER

THE BLACK HUNTER
Akhir Yang Luar Biasa (END)



🕵‍♀


🕵‍♀


🕵‍♀


1 tahun kemudian....


Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, selama satu tahun itu banyak kejadian yang benar-benar tidak terduga.


Awal-awal pernikahan Valerie memang sering merengek kepada Dion untuk ikut ke kantor walaupun di kantor, Valerie hanya bisa rebahan.


Di saat usia pernikahannya menginjak 3 bulan, Allah memberikan kepercayaan kepada Valerie untuk bisa mengandung buah cintanya dengan Dion.


"Sayang, hari ini aku ada urusan sebentar di kantor karena ada kasus yang harus aku selesaikan!" teriak Dion dengan mengancingkan kemejanya.


"Iya, pokoknya jangan lama-lama soalnya siang ini aku ada rencana mau periksa kandunganku untuk yang terakhir kalinya sebelum melahirkan," sahut Valerie.


Valerie berjalan terlihat kesusahan karena saat ini usia kandunganya sudah menginjak 9 bulan dan menurut perkiraan dokter, Valerie hanya tinggal menghitung hari menunggu kelahiran sang buah hati yang diperkirakan berjenis kelamin perempuan itu.


"Ini di minum dulu kopinya."


"Ya ampun sayang, aku kan sudah bilang, kamu tidak usah bawakan kopi lagi biar aku saja yang turun ke bawah untuk mengambil kopi sendiri."


"Tidak apa-apa, sekalian aku jalan-jalan. Kata dokter kan, aku harus banyak jalan-jalan, sayang."


Dion duduk di sofa, dan seperti biasa Valerie akan duduk di pangkuan Dion sembari memperhatikan Dion yang sedang menyesap kopinya.


Di saat Valerie dinyatakan hamil, sifat Valerie yang tangguh dan mandiri berubah menjadi manja dan sensitif membuat Dion harus berhati-hati kalau melakukan dan mengucapkan sesuatu karena kalau Dion sampai mengucapkan perkataan yang salah atau melakukan sesuatu yang salah, Valerie akan nangis meraung-raung sampai kejer.


Entah apa yang terjadi, mungkin efek dari kehamilannya yang membuat Valerie berubah drastis.


"Selama aku pergi, kamu jangan melakukan apa-apa, aku tidak mau sampai kamu kecapean," seru Dion.


"Siap Bosku."


Dion mengelus perut Valerie yang sudah sangat membesar itu, lalu menciumnya berulang-ulang.


"Daddy kerja dulu ya, sayang. Jangan nakal, jangan minta yang aneh-aneh, kasihan Mommy kamu."


Valerie tersenyum, dia benar-benar sangat beruntung mempunyai suami, mertua, sahabat yang semuanya menyayangi Valerie bahkan mereka semua sangat menantikan kelahiran anak Valerie.


Kelahiran anak Valerie dan Dion, bagaikan menanti kelahiran anak Raja yang sangat ditunggu-tunggu. Sudah pasti anak Valerie dan Dion akan menjadi anak emas bagi keluarga Halbert.


"Sudah siang, aku berangkat dulu ya."


Valerie bangkit dari pangkuan Dion dan langsung memeluk Dion, Dion menciumi seluruh wajah Valerie dan terakhir mencium perut buncit Valerie.


"Pokoknya kamu jangan lupa ya sayang, kalau nanti siang temenin aku periksa," rengek Valerie.


"Oke, aku tidak akan lupa. Aku berangkat dulu ya."


Dion pun keluar dari kamarnya dan segera masuk ke dalam mobilnya menuju kantor The Black Hunter. Valerie duduk di ruangan keluarga bergabung dengan Mami Ayu dan Papi Lion.


"Sayang, sekarang kamu mau makan apa? Biar Mami buatkan untukmu."


"Tidak Mami, Vale lagi tidak mau makan apa-apa nanti sajalah. Oh iya, Papi kapan pulang?"


"Tadi malam Val, Papi mau bangunin kamu tapi Mami kamu melarangnya. Oh iya, Papi bawakan oleh-oleh mainan untuk calon cucu Papi semuanya sudah Papi simpan di kamarnya si bayi," seru Papi Lion.


"Ya ampun Papi, anaknya belum lahir loh, tapi kamarnya sudah penuh dengan mainan. Vale kan, sudah bilang stop Papi dan Mami jangan beli mainan lagi soalnya di kamar sudah numpuk banget," keluh Valerie.


"Gak apa-apa Val, biar nanti cucu Papi mainannya banyak dan pastinya dia tidak akan bosen."


Valerie hanya bisa menghembuskan napasnya kasar, Valerie tidak bisa berkata apa-apa lagi kalau Nyonya dan Tuan Harbert sudah bertindak, tidak akan ada yang bisa mencegah dan melarangnya.


Tiba-tiba Petra datang dan langsung duduk di samping Valerie sembari menyandarkan kepakanya di pundak Valerie.


"Aku pusing, Wonder woman."


"Kenapa? Kamu berantem lagi sama Mba Rossa?"


"Aku bingung sama sifat dia, lama-lama aku stres tahu," keluh Petra.


"Jangan gitu, katanya kamu cinta sama Mba Rossa tapi baru segitu aja sudah stres."


"Cinta sih cinta, tapi Rossa itu orangnya sangat membingungkan. Dia bilang kalau dia bosan lihat wajahku, ya otomatis aku mulai mengatur waktu untuk bertemu dengannya. Asalnya setiap hari, sekarang jadi dua hari sekali, tapi kami tahu tidak apa yang dia katakan kepadaku?"


Valerie menggelengkan kepalanya....


"Dia bilang aku selingkuhlah, aku sudah gak cinta lagilah, pusing tahu."


"Sudah, kalau kamu memang mencintai Mba Rossa, kamu harus berjuang dong jangan patah semangat.


Setelah usia pernikahan Valerie dan Dion menginjak 6 bulan, Petra memang sudah jadian dengan Rossa. Butuh proses yang panjang untuk meluluhkan hati Rossa, hingga akhirnya memang benar Rossa pun luluh dan mau menerima cinta Petra.


Namun sayang, keduanya selalu saja bertengkar bahkan hal sepele pun bisa jadi besar dan Vale sangat bosan menjadi tempat curhat Rossa dan Petra.


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Dion baru saja menghubungi Valerie kalau pekerjaannya belum selesai dan menyuruh Mami Ayu untuk mengantarnya ke rumah sakit.


"Sudah jangan cemberut, ayo biar Mami yang antar kamu ke rumah sakit," seru Mami Ayu.


"Si Bos memang kebiasaan, suka jalir janji," kesal Valerie.


Valerie memang sudah terbiasa memanggil Dion dengan sebutan Bos, walaupun Dion sudah sering melarangnya tapi tetap saja Valerie tidak bisa menghentikan kebiasaannya.


Akhirnya dengan terpaksa, Valerie pun berangkat bersama Mami mertunya. Di saat Valerie dan Mami Ayu berada dalam perjalanan menuju rumah sakit, tiba-tiba sang sopir menghentikan laju mobilnya.


"Kenapa berhenti, Pak?" tanya Mami Ayu.


"Di depan sepertinya ada yang lagi di rampok, Nyonya."


Mami Ayu dan Valerie memperhatikannya, dan benar saja seorang pria sedang memaksa wanita cantik keluar dari dalam mobilnya.


"Ah, begal tengik lagi-lagi pakai pistol mainan untuk menakuti korban," gumam Valerie.


Valerie pun hendak keluar dari dalam mobil tapi Mami Ayu menahannya.


"Kamu mau ke mana Val? Jangan macam-macam, ingat kamu sedang hamil besar," seru Mami Ayu panik.


"Tenang saja Mi, Vale gak bakalan kenapa-napa kok. Kasihan wanita itu, Vale ingin membantunya."


"No..no..no..jangan buat Dion ngamuk lagi sama Mami, sudah biarkan saja kita telepon polisi saja."


"Kelamaan Mami, sudah Mami jangan khawatir."


Valerie pun dengan susah payah keluar dari dalam mobilnya, tentu saja Mami Ayu segera menghubungi Dion dan itu sukses membuat Dion lari tunggang langgang dari kantor.


Valerie melepas sendalnya dan melemparnya ke arah si penjahat dan ternyata tepat sasaran, sendalnya mendarat sempurna di kepala si penjahat.


Seketika si penjahat melepaskan si wanita dan si wanita segera berlari dan masuk ke dalam mobilnya kemudian menguncinya.


"Kurang ajar, siapa yang sudah melakukan semua ini!"


"Aku, memangnya kenapa?" sahut Valerie.


"Sial, wanita bunting berani sekali kamu menggagalkan rencanaku, kamu mau aku tembak perutmu itu?"


Mami Ayu dan sopir tampak khawatir dengan Valerie, hingga Mami Ayu pun menghubungi Petra.


"Sial, wanita itu tahu kalau aku bawa pistol mainan," batin si penjahat.


Valerie mulai melangkah mendekati si penjahat.


"Jangan mendekat atau nyawa kamu dan anak dalam kandungan kamu akan melayang," ancam si penjahat.


"Jangan banyak bicara, sini maju kalau berani," seru Valerie.


Si penjahat yang merasa diremehkan oleh Valerie langsung menyerang Valerie dan Valerie pun dengan sigap melawannya.


"Astaga Dion, cepat datang istrimu sudah gila berkelahi dengan perut buncit seperti itu," gumam Mami Ayu dengan paniknya.


Dengan mudah Valerie berhasil melumpuhkan si penjahat dan tidak lama kemudian polisi pun datang dan membawa si penjahat itu.


"Aw."


Valerie mulai memegang perutnya yang tiba-tiba terasa sakit. Mami Ayu dan wanita yang ditolong Valerie segera menghampiri Valerie.


"Sayang, kamu tidak kenapa?"


"Perut Vale, sakit Mi."


"Nyonya, Nyonya bisa bawa Mbanya ke mobil saya, kebetulan saya dokter kandungan biar saya periksa terlebih dahulu," seru wanita itu.


"Baiklah."


Mami Ayu pun memapah Valerie ke dalam mobil si wanita.


"Ya Allah dokter, ketubannya sudah pecah!" pekik Mami Ayu.


Si wanita itu langsung mengambil air mineral dan mencuci tangannya kemudian melihat keadaan Valerie.


"Astagfirullah, Nyonya kepala bayi sudah terlihat."


"Apa? Terus bagaimana ini? Kita harus segera ke rumah sakit."


"Rumah sakit dari sini lumayan jauh Nyonya, pasti Mbanya akan melahirkan di jalan."


"Terus bagaimana dong?"


Si wanita itu berpikir dan akhirnya dengan terpaksa dia harus melakukan itu, demi keselamatan Ibu dan bayinya lagipula ini juga darurat.


Si wanita mengambil matras dan menggelarnya di samping mobilnya, kemudian mengambil selimut juga untuk menutupi Valerie.


"Ini mau ngapain?" tanya Mami Ayu panik.


"Gak ada waktu lagi Nyonya, Mbanya harus segera melahirkan. Tidak apa-apa di sini saja, kebetulan saya bawa alat-alatnya kok dan saya juga sudah menghubungi ambulance untuk segera ke sini."


Mami Ayu tidak punya pilihan lagi, akhirnya menuruti apa kata dokter cantik itu. Si wanita itu langsung memasang sarung tangan medis dan mengarahkan Valerie untuk segera melakukan proses persalinan.


Mobil Dion berhenti dan segera berlari menghampiri Valerie, Dion mendorong si dokter sampai si dokter terjungkal.


"Apa-apaan kamu? Apa yang akan kamu lakukan kepada istriku?" bentak Dion.


"Sa-yang aku su-dah tidak ku-at lagi," seru Valerie.


Valerie langsung mengejan membuat si wanita panik dan giliran mendorong tubuh Dion.


"Bawa istriku ke rumah sakit," seru Dion.


"Sudah diam Dion!" bentak Mami Ayu.


Hanya 3 kali mengejan, akhirnya sang buah hati pun keluar.


Oek..oek..oek..


"Alhamdulillah."


Si wanita langsung mengurus Valerie dan bayi itu, untung saja peralatan bayinya selalu Dion bawa di mobilnya karena takut sewaktu-waktu Valerie mendadak melahirkan dan ternyata benar saja, Valerie harus melahirkan di pinggir jalan.


Setelah Valerie dan anaknya dibersihkan, si wanita pun menyuruh Dion membawa Valerie dan si Bayi ke rumah sakit.


***


Sesampainya di rumah sakit, Valerie dan Bayinya langsung mendapatkan penanganan dan ternyata semuanya baik-baik saja.


Mendengar Valerie sudah melahirkan, otomatis timnya langsung meluncur ke rumah sakit tanpa memperdulikan larangan Dion.


Semuanya terlihat bahagia dengan kelahiran Bayi perempuan yang sangat cantik itu dan diberi nama Virlie Halbert.


"Ya ampun wajah kamu cantik sekali Nak, mirip dengan uncle," seru Julian.


"Enak saja, itu anakku jadi mirip dengankulah, orang aku yang bikinnya juga," kesal Dion.


"Yaelah, bercanda Bos gitu aja marah," sahut Julian.


Tidak lama kemudian, pintu ruangan pun terbuka menampilkan wanita cantik yang tadi sudah menolong Valerie.


"Hallo Mba, apa merasa baikan? Apa ada yang terasa sakit?" tanya wanita yang bernama Vanessa itu.


"Tidak dok, aku baik-baik saja. Terima kasih karena anda sudah menolong saya."


"Sama-sama, saya juga berterima kasih karena Mba sudah menyelamatkan saya dari begal itu."


Julian dan Petra tampak terpesona dengan dokter muda nan cantik itu, namun Rossa segera menjewer telinga Petra dan membawanya keluar. Sedangkan Julian masih memperhatikan dokter Vanessa membuat dokter Vanessa menoleh dan tersenyum kepada Julian.


Julian pura-pura cuek dan dingin kemudian memalingkan wajahnya.


"Kalau begitu saya pamit dulu, soalnya masih ada pasien lain yang harus saya tangani."


"Baiklah, sekali lagi terima kasih dok."


Dr.Vanessa pun segera pergi dari ruangan rawat Valerie sedangkan Julian terus saja memperhatikan Dr.Vanessa.


"Cie..cie..ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama nih," goda Valerie.


Julian hanya tersenyum dengan wajah yang memerah, Dion memeluk Valerie dan menciumi Valerie serta putri cantiknya bergantian.


"I love you, double V kesayangan Daddy."


"I love you too, Daddy."


🕵‍♀


🕵‍♀


🕵‍♀


Alhamdulillah sudah selesai ya guys, terima kasih yang sudah memberikan dukungan dan setia kepada karya-karya recehku, I LOVE YOU FULL sampai jumpa lagi di karyaku yang baru.


Berikan komen terbaik kalian, aku akan memilih 5 komen terbaik dan dapatkan pulsa masing-masing 20k untuk yang memberikan komen terbaiknya.