
π΅ββ
π΅ββ
π΅ββ
1 bulan kemudian....
Sudah satu bulan berlalu, kondisi Valerie pun sudah sangat sehat.
"Bos, ayo dong biarkan aku kerja lagi ya?" rengek Valerie dengan terus mengikuti Dion dari belakang.
"Tidak Vale, aku bilang tidak ya tidak jangan banyak membantah," sahut Dion.
"Tapi kenapa? Sekarang aku sudah sehat kok," rengek Valerie.
Saat ini mereka berdua sedang berada di ruangan kerja Dion yang ada di kantor The Black Hunter. Dion menyimpan berkas-berkasnya, kemudian mengangkat tubuh Valerie dan mendudukan tubuh Valerie di atas meja kerjanya.
"Val, aku masih trauma dengan kejadian waktu itu, jadi aku gak mau menjelang pernikahan kita yang tinggal hitungan hari ini, terjadi sesuatu sama kamu. Jadi aku ingin kamu berhenti bekerja di sini, duduk manis saja di rumah nunggu aku pulang, oke Baby," seru Dion dengan mengecup pipi Valerie.
Valerie melipat kedua tangannya di dada dengan wajah yang cemberut.
"Kalau aku berhenti bekerja, mana bisa aku lanjutin kuliah aku," keluh Valerie.
"Astaga Val, kamu pikir aku gak bakalan mampu biayain kamu kuliah. Memangnya kamu mau kuliah di mana? Di luar negeri? Pilih mau kuliah di Negara mana?" kesal Dion.
Valerie mengalungkan tangannya di leher Dion.
"Kalau kamu biayai aku kuliah, terus uang bulanannya bagaimana? Pasti uangnya kan habis buat kuliah aku."
Dion mencolek hidung Valerie. "Coba kamu hitung, gaji kamu dulu berapa kerja di sini?"
"Hmm...ya besar sih, makanya aku gak mau berhenti bekerja sayang gajinya terlalu besar."
"Nah, sekelas kamu saja gajinya sudah besar, apalagi aku sebagai ketua The Balck Hunter, uangku sangat banyak bahkan aku sudah tidak tahu harus menyimpan uangku di mana."
"Idih sombong."
"Bukanya sombong, habisnya kamu meremehkan aku sih. Masalah uang jangan khawatir, kamu gak usah takut serahkan semuanya kepadaku."
"Jadi, nanti habis nikah, pokoknya aku minta Bos harus kasih aku gaji sama seperti gaji aku selama kerja disini."
"Gampang, bahkan aku bakalan gaji kamu 3 kali lipat dari gaji kamu di sini, plus biaya kuliah semau kamu, kurang baik apa aku. Pokoknya kamu gak bakalan rugi menikah denganku."
Valerie tersenyum dan bertubi-tubi mencium pipi Dion. "Terima kasih, Bosku sayang."
Dion mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Valerie berniat ingin mencium Valerie karena dari dulu sampai sekarang, Dion selalu saja gagal dan belum pernah berhasil.
Bruuaakkk....
Pintu ruangan Dion terbuka dengan kencangnya membuat Valerie dan Dion kaget dan langsung menjauh satu sama lain.
"Astaga, ada apa lagi sih?" bentak Dion.
"Wonder woman, tolong bantuin aku dong soalnya sudah satu bulan ini aku deketin Rossa tapi kok susah banget ya," keluh Petra.
"Mba Rossa memang susah banget di deketin sama pria, soalnya dia punya trauma ditinggal calon suaminya saat mau ijab kabul," sahut Valerie dengan memeluk Dion dengan manjanya.
Posisi Valerie masih duduk di atas meja kerja Dion, dan Dion berdiri di hadapan Valerie.
"Hah, serius? Siapa pria bodoh yang berani menyakiti hati pujaan hatiku," kesal Petra.
"Entahlah, makanya Mba Rossa susah banget untuk di deketin karena takut dikhianati lagi sama pria."
Petra mendelikan matanya ke arah Valerie dan Dion.
"Bisa tidak posisi kalian jangan seperti itu, soalnya mata aku sakit melihatnya. Tempel-tempelan, kalian itu belum sah," kesal Petra.
"Kamu sendiri ngapain gangguin kita, sudah tahu kita lagi pacaran main nyelonong aja," ketus Dion.
"Wonder woman, bantuin aku dong buat dapatkan Rossa."
"Ogah, kamu mau mempermainkan Mba Rossa ya?"
"Sumpah demi Allah, aku mau serius sama Rossa, aku mau insyaf jadi playboy. Hatiku benar-benar sudah tertarik oleh pesona Rossa," seru Petra.
"Setuju," sambung Dion.
"Ayolah Wonder woman, kalau kamu mau bantuin aku, aku bakalan kasih kamu tiket liburan ke luar negeri pulang pergi plus hotel vip gratis," bujuk Petra.
"Hah, serius? Oke kalau begitu, aku bakalan bantuin kamu," sahut Valerie antusias.
Dion menyentil telinga Valerie dengan gemasnya. "Baru di sogok segitu aja sudah luluh," kesal Dion.
"Lumayan Bos, liburan ke luar negeri gratis kan bisa dipakai buat bulan madu kita," sahut Valerie dengan menaik turunkan alisnya.
"Kamu meremehkan aku, memangnya kamu pikir aku tidak sanggup membawamu liburan ke luar negeri? Bahkan kalau kamu mau, aku bisa bawa kamu keiling dunia jadi tidak usah tergiur dengan rayuan saiton yang menyesatkan," seru Dion.
"Wah, kurang ajar kamu nyebut aku setan," kesal Petra.
Petra sudah mau menghampiri Dion tapi Valerie dengan sigap turun dari atas meja dan berdiri di tengah-tengah.
"Mau apa? Jangan ajak calon suamiku guling-guling lagi, itu sangat membosankan. Kalau mau, kalian saling tonjok kek jangan cuma guling-guling dan saling belit, kurang kerjaan aja," ketus Valerie.
Lalu Valerie menarik tangan Dion untuk pergi dari ruangan Dion.
"Wonder woman kamu mau ke mana? Bagaimana dengan nasib percintaanku?" teriak Petra.
"Kamu usaha sendirilah, tunjukan kalau kamu serius sama Mba Rossa," sahut Valerie dengan terus berjalan keluar.
Petra mengacak-ngacak rambutnya sendiri terlihat frustasi.
***
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu Dion dan Valerie pun tiba, hari ini adalah hari di mana mereka berdua akan melangsungkan pernikahan dan dalam hitungan jam, mereka berdua akan sah menjadi pasangan suami istri.
Valerie saat ini sedang berada di kamar tamu di kediaman Papi Lion, ijab kabul memang akan dilaksanakan di rumah Dion.
"Kamu cantik banget, Vale," seru Rossa.
"Iya, aku sampai pangling lihat kamu," sambung Doni.
"Terima kasih."
Valerie menoleh ke arah Julian yang saat ini hanya berdiri di depan pintu dengan memperhatikan Valerie. Valerie bangkit dari duduknya dan menghampiri Julian.
"Kamu kenapa, kok diam saja?" tanya Valerie.
"Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, semoga kamu selalu bahagia dan aku akan selalu mendo'akanmu yang terbaik," sahut Julian.
Mata Valerie sudah mulai berkaca-kaca, hingga Valerie pun langsung memeluk Julian.
"Terima kasih Jul, karena selama ini kamu sudah menjadi sahabat terbaiku. Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah melupakanmu dan semua kebaikanmu. Aku tidak tahu harus membayarnya dengan cara apa?"
"Sama-sama Val, aku ikhlas kok membantu kamu jadi kamu tidak usah membayar apa pun kepadaku. Tapi kalau kamu mau membayarnya, kamu cukup hidup bahagia saja karena dengan melihat kamu bahagia, itu akan membuat aku bahagia juga."
Valerie melepaskan pelukannya dengan deraian airmata, dan Julian langsung menghapusnya.
"Jangan menangis, ini adalah hari bahagia untukmu jadi tersenyumlah."
Valerie kembali memeluk Julian, tapi kali ini Rossa dan Doni pun ikut memeluk mereka.
"Selamat berbahagia Vale, kami juga akan selalu mendo'akanmu," seru Rossa.
"Jangan lupakan kami ya, kalau kamu sudah menjadi Nyonya Bos," sambung Doni.
"Kenapa kalian gak ajak-ajak saya kalau mau berpelukan seperti itu," seru Pak Erwin.
Pak Erwin pun menghampiri semuanya dan ikut berpelukan, tim Valerie memang solid mereka saling peduli satu sama lain.
π΅ββ
π΅ββ
π΅ββ
HALLO, VALERIE, DION, DAN PANJUL AKAN SEGERA SELESAI DI AKHIR BULAN INI, JADI BERIKAN KOMENTAR TERBAIK KALIAN NANTI ADA PULSA UNTUK KALIAN DARI AUTHOR.
MASING-MASING PULSA 20k UNTUK 5 KOMENTAR TERBAIKππ