THE BLACK HUNTER

THE BLACK HUNTER
Kelakuan Dion Dan Valerie



🕵‍♀


🕵‍♀


🕵‍♀


🕵‍♀


🕵‍♀


Mami Ayu ternyata mengajak Valerie berbelanja, seperti biasa awalnya Valerie malu-malu meong karena ketakutannya mengeluarkan uang mulai muncul.


Wanita cantik yang paling pelit dan paling ngirit itu takut disuruh bayar, tapi pada kenyataannya semua belanjaan Valerie dibayar sang calon mertua.


"Kamu pilih saja barang yang kamu mau Val, nanti biar tante yang bayar," seru Mami Ayu.


"Ah, tante aku gak enak dibelanjain seperti ini, apalagi harganya sangat mahal-mahal," seru Valerie basa-basi.


"Tidak apa-apa, kamu pilih saja apa pun yang kamu mau."


"Busyet dah, mereka kaya banget mana baik pula, belum jadi aja sudah dimanjain kaya gini, apalagi kalau aku sudah jadi sama Bos Dion, bisa-bisa aku dijadikan ratu di rumah itu," batin Valerie mulai menghalu tingkat dewa.


Valerie tersentak saat Mami Ayu memilihkan dress mini untuknya.


"Val, ini bagus deh kalau kamu pakai."


"Baju itu apa gak terlalu seksi, tante?"


"Enggaklah ini bagus, apalagi nanti kita kan main ke pantai juga jadi dres ini cocok untuk jalan-jalan di pantai."


"Tapi tante----"


"Sudah jangan tapi-tapian, ayo kita bayar semuanya."


Valerie hanya pasrah saja mengikuti apa pun yang diperintahkan oleh Mami Ayu. Setelah puas berbelanja, Mami Ayu pun mengajak Valerie makan siang di sebuah restoran Jepang bahkan Mami Ayu sudah membooking privat room untuk mereka.


Mami Ayu, ingin bebas tanpa diperhatikan oleh pengunjung yang lainnya. Sedangkan Valerie kembali di buat menganga, pasalnya dari dulu Valerie ingin sekali makan di restoran Jepang yang terkenal dengan kemahalannya itu.


Dan Valerie sangat bersyukur, karena saat ini impiannya terlaksana. Sebenarnya bukanya Valerie tidak mampu makan di restoran Jepang secara gaji dia besar, hanya saja Valerie yang pelit dan perhitungan akan merasa rugi mengeluarkan uang juta-juta hanya demi makanan secuil.


"Silakan Valerie, kamu makan yang banyak ya."


"Pasti tante."


Kedua wanita cantik beda usia itu pun langsung menyantap makanannya, tapi tidak lama kemudian, pintu ruangan privat room itu terbuka, Valerie dan Mama Ayu menoleh.


Valerie sampai menjatuhkan sendok, karena ternyata yang datang adalah Dion.


"Ckckck...dari mana kamu tahu kita ada di sini?" tanya Mami Ayu.


"Jangan sebut Dion detektif kalau Dion tidak bisa menemukan keberadaan kalian," sahut Dion dingin.


Dion pun dengan santainya duduk di samping Valerie membuat Valerie menundukan kepalanya saking takutnya melihat Dion.


"Dion, lihat Valerie ketakutan melihat kamu, ngapain juga sih kamu pakai nyusulin kita ke sini?" kesal Mami Ayu.


"Kamu takut kepadaku?" tanya Dion.


Valerie menganggukan kepalanya dengan masih menunduk.


Pletaaakkk...


Mami Ayu memukul kepala Dion dengan sendok.


"Astaga, kenapa Mami memukul Dion?"


"Sudah tahu Valerie ketakutan, masih saja ditanya," kesal Mami Ayu.


"Ngapain juga mesti takut, memangnya wajah aku menakutkan apa? Wajah tampan seperti ini juga, masih saja takut," ketus Dion.


"Makanya kamu harus bersyukur Dion, wajah kamu tampan saja Valerie sudah ketakutan, apalagi kalau wajah kamu jelek, sudah pasti Valerie kabur melihat kamu," seru Mami Ayu dengan santainya.


"Apa Mami bilang?"


"Bos, maafkan aku jangan potong gaji aku ya, Bos kan baik, tampan, pinter, dan juga tidak sombong," seru Valerie dengan mengedip-ngedipkan matanya.


Dion melotot ke arah Valerie dengan memundurkan tubuhnya.


Dion mendelikan matanya, sudah pasti dia tidak akan menang kalau sudah berurusan dengan Ibu negara.


"Oke-oke gaji kamu tidak akan dipotong," sahut Dion dingin.


"Ah terima kasih sayang," seru Valerie dengan merentangkan kedua tangannya ke arah Dion.


"Woi, mau ngapain kamu?"


"Peluk," sengir Valerie.


Dion menoyor kening Valerie. "Enak saja."


"Dion, kok kamu kasar sama pacar sendiri? Oke kalau begitu, Mami tidak akan jadi nikahkan kamu dengan Valerie tapi Mami akan nikahkan kamu dengan Jes----"


Belum juga Mami Ayu menyelesaikan ucapannya, Dion langsung menarik tubuh Valerie ke dalam pelukannya dan menepuk-nepuk kepala Valerie disertai sengirannya.


"Enggak kok Mi, Dion gak kasar tadi Dion cuma bercanda, iya kan sayang," seru Dion dengan menekan kata-katanya.


Valerie terpaksa menganggukan kepalanya dan itu membuat Mami Ayu tersenyum.


"Ya ampun, kamu so sweet banget," puji Mami Ayu.


"Hahai, lumayan dapat pelukan dari Bos Dion," batin Valerie dengan senangnya.


"Sebentar, Mami ke toilet dulu."


Mami Ayu pun pergi meninggalkan keduanya, setelah melihat Maminya pergi, Dion langsung mendorong tubuh Valerie sehingga terjungkal ke lantai.


"Aw, Bos jahat banget sih," keluh Valerie.


"Makanya jangan mencari kesempatan dalam kesempitan."


"Yaelah Bos, cuma sedikit aja."


Valerie pun berusaha berdiri dan kembali duduk dengan memegang pa*tatnya yang terasa sakit. Tidak lama kemudian, Mami Ayu pun kembali dan mengerutkan kening saat melihat Valerie meringis seperti kesakitan.


"Kamu kenapa, Val?" tanya Mami Ayu.


"Ah tidak apa-apa kok, tante."


"Jangan bohong, Dion apain kamu?"


"Tidak kok tante, tadi----"


Ucapan Valerie terhenti karena Dion segera memasukan potongan besar daging ke dalam mulut Valerie sehingga mulut Valerie penuh dan tidak bisa berkata apa-apa.


"Dia tidak apa-apa kok Mi, biasalah bagi pasangan kekasih, tadi kita cuma bercanda doang. Cuma bedanya kalau pasangan kekasih pada umumnya mesra-mesraan. Kalau kita, berhubung kita pasangan detektif ya, bercandanya main dorong-dorongan," sahut Dion cuek.


"Dasar kamu ya, tidak bisakah kamu bersikap manis sedikit kepada kekasihmu?" seru Mami Ayu dengan mendelikan matanya.


"Nanti Dion coba."


Tidak terasa waktu pun sudah sore, Mami Ayu memutuskan untuk mengantar Valerie pulang.


"Terima kasih tante, karena hari ini tante sudah mengajak Vale jalan-jalan, ditambah belanjain Vale juga."


"Sama-sama sayang, jadi itu rumah kamu?"


"Iya tante, tante mau mampir dulu?"


"Mau sih, tapi ini sudah sore dan tante sudah meninggalkan Om Lion terlalu lama, jadi mampirnya lain kali saja ya."


"Oh begitu ya, kalau begitu Vale masuk dulu, sekali lagi terima kasih ya tante, salam untuk Om Lion."


"Oke."


Sebelum pergi Mami Ayu memeluk Valerie terlebih dahulu membuat Valerie merasa senang. Valerie pun segera turun dari dalam mobil Mami Ayu, perlahan mobil Mami Ayu meninggalkan rumah Valerie.


Sebenarnya tadi Mami Ayu menyuruh Dion untuk mengantarkan Valerie pulang, tapi seperti biasa Dion ada aja alasannya.


Valerie masuk ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, tidak terasa airmata Valerie mengalir di sudut matanya.


"Ma, Pa, Vale merindukan kalian, Vale lelah, Vale ingin kalian memeluk Vale supaya lelah Vale hilang," gumam Valerie.


Entah kenapa akhir-akhir ini Vale jadi cengeng, bahkan sering memimpikan kedua orangtuanya padahal sudah lama, Valerie tidak memimpikan orangtuanya.