The Big Boss

The Big Boss
Empat Puluh Lima



45


*( 1 bulan kemudian)


Ini adalah hari yang spesial. Hari yang sangat berarti bagiku. Setelah pulih dari koma berkepanjangan itu, Zico melamar ku. Dia sudah mempersiapkan sejak lama.


Dan hari ini adalah hari pernikahanku. Aku memang sudah matang untuk usia menikah. Dan hari ini tiba.


Aku masih di ruang make up. Memakai gaun putih yang indah dan cantik. Aku memandang diriku di pantulan cermin. Masih seperti sebuah mimpi.


Lalu, pintu terbuka. Nicholas masuk. Aku belum memanggilnya dengan kakak sampai saat ini. Entah aku kapan melakukannya tapi aku malu.


"Kau benar-benar cantik, adikku. Jika aku bukan kakakmu, mungkin kau sudah menikah denganku," guraunya walau tidak lucu.


"Hmm kau tidak memberiku hadiah?"


"Tidak! Aku ingin meminta hadiah darimu, karena kau akan menjadi milik orang lain, setidaknya berikan aku kenangan."


"Apa mau mu, Nicholas?"


"Aha! Itu dia. Nicholas, panggil aku dengan sebutan kakak. Mulai dari sekarang."


Apa? Kenapa tiba-tiba?


"Baik, Kak Nicholas?"


Seketika, dia memelukku. Dengan erat. Bahkan hampir membuatku jatuh.


"Lepaskan, nanti aku bisa berantakan lagi."


"Aku bahagia dan sedih. Bahagia karena melihatmu bahagia, dan sedih karena aku akan jarang melihatmu bahagia," aku tersentuh.


"Aku akan sering mengunjungimu, kak. Aku janji. Makanya, kau juga harus segera menikah, kak," gurauku walau itu sindiran yang tajam untuk kakakku yang masih lajang itu.


Lalu, Selena masuk tanpa mengetuk pintu. Dia memakai gaun biru laut yang pendek. Membuatnya tampak manis, lucu, dan cantik.


Dan disusul Mark masuk ke dalam ruangan ku.


"Ada apa denganmu? Apa ini salam perpisahan? Kenapa semuanya berkumpul? Jangan membuatku takut."


"Ah kau bisa takut juga, Anastasia? Hahaha aku hanya akan memberikan hadiah untukmu," Mark memberikan kotak kecil padaku.


Aku membukanya. Astaga, hadiah ini membuatku sedikit takut, karena aku masih perawan.


Ini adalah tiket paket honeymoon di Eropa, tepatnya di Perancis. Tapi, kenapa dia mengingatkan ini? Aku jadi bertambah gugup.


....///....


Acara pernikahan dimulai. Aku gugup. Di mimbar pelaminan itu, ada Zico dengan tampan. Tidak! Tapi, benar-benar tampan.


Setelah mengucap janji. Dan acara ritual lainnya, Zico mencium bibirku singkat. Awalnya hanya singkat, tapi berubah menjadi lumatan. Aku benar-benar malu.


.....


Bersambung


Maaf karena episode ini pendek banget


Maaf karena lama tidak update juga sebab saya juga sibuk dengan pekerjaan.


Karena itu saya akan bom upload.


BACA SAMPAI AKHIR YA!


BAKALAN ADA PENGUMUMAN DIAKHIR NANTI!


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK! SILAHKAN VOTE DAN COMMENT UNTUK MENDUKUNG AUTHOR!