
2
Seorang wanita dengan elegan turun dari mobilnya. Wanita tersebut begitu cantik dengan gaun yang memperlihatkan tubuh seksinya. Rambut tergerai panjang membuatnya tambah menawan.
Wanita tersebut masuk di sebuah mansion tengah hutan. Banyak pria yang sepertinya sebagai pengawal. Dua orang pria membuka gerbang untuk wanita tersebut. Wanita itu masuk dengan menawan. Langkah kaki lebarnya begitu indah, setiap pria bisa jatuh cinta walau hanya dengan penampilan menggoda nya.
Wanita itu masuk ke salah satu ruangan di mansion itu. Ruangan gelap dengan sofa dan beberapa pria. Wanita itu duduk dengan elegan di hadapan seorang pria. Pria dengan black suit dan menawan, menatap wanita itu dengan tajam.
"Aku butuh bantuan mu, Anastasia." Ucap pria itu pada wanita bernama Anastasia. Pria itu menyilangkan lengannya di hadapan Anastasia dengan percaya diri.
"Apa mau mu, Dave?" Dave, pria yang di hadapan Anastasia adalah temannya.
"Hancurkan dia. Ah tidak, lenyapkan dia dengan perlahan. Lenyapkan semuanya hingga tidak ada yang tersisa." Ucap Dave sangat untuk menghancurkan orang yang dia maksud.
"Huh? Kau memintaku untuk menghancurkan perusahaan dan pemiliknya saja? Yang benar saja. Cih, membosankan." Acuh Anastasia, membuang muka pada Dave.
"Dengar Anastasia, bukan itu saja. Aku bilang, lenyapkan semuanya, segalanya, hingga tidak ada yang tersisa. Kau bisa membunuh semua hal yang dia miliki, tapi ingat, lakukan secara perlahan dan jangan sampai ketahuan tentang rencana ini."
"Huh? Kau meremehkan aku? Apa yang bisa aku dapat?"
"Segalanya yang kau mau," ujar Dave percaya diri.
"Bagaimana dengan masa lalu ku? Apa kau akan memberikannya padaku? Ah lupakan aku akan meminta bayarannya nanti. Sekarang aku hanya perlu bersenang-senang."
"Huh... semoga beruntung, Anastasia." Dave berlalu meninggalkan ruangan.
"Aku tidak butuh itu, Dave. Tidak butuh," ucap Anastasia dengan senyum simpulnya.
***
Pagi hari telah menyambut wanita cantik ini. Tubuhnya masih enggan untuk bangun. Tapi, sinar matahari yang hangat tidak bisa menolaknya untuk bangun dan bersiap untuk melamar pekerjaan.
Hari ini adalah hari dimana Anastasia akan melamar pekerjaannya. Yeah sesuai tugasnya. Bahkan sekarang Anastasia sudah pindah di apartemen dan meninggalkan mansion yang begitu mewah dibandingkan dengan apartemen ini. Namun, apa boleh buat, Anastasia adalah seseorang yang profesional.
Kini Anastasia telah siap dengan pakaiannya. Pakaian blus berwarna biru awan membuatnya lebih manis. Rambut coklat tergerai dengan seksi. Sungguh wanita yang sempurna. Iya, hanya dari penampilan.
Siapa yang akan menyangka kalau wanita yang akan melamar pekerjaan dengan pakaian seperti seorang sekertaris ini adalah seorang bos dari sebuah organisasi rahasia terbesar. Yeah ingat, dia adalah bos.
Dia naik bus umum untuk berangkat melamar kerja. Bus begitu ramai dan berdesakan, wajar saja ini masih pagi dan waktunya para robot pekerja begitu ambisius untuk sampai ke kantor masing-masing.
Yeah karena penuh terpaksa Anastasia harus berdiri ditengah penumpang saling berdesakan ini. Namun, saat bus berjalan dan tiba-tiba bus mengerem mendadak, Anastasia terjatuh di kursi penumpang.
Sialnya kursi itu sudah di tempati dan tepatnya Anastasia kini duduk di pangkuan seorang penumpang. Dan yang paling disialkan adalah penumpang itu adalah seorang pria tampan dengan suit hitam menawan.
Anastasia segera berdiri setelah tersadar dirinya dalam keadaan yang bodoh.
"Maafkan saya." Anastasia membungkuk sebagai permintaan maafnya tanpa melihat wajah pria tersebut. Anastasia segera keluar dari bus setelah dia sadar pemberhentian nya tiba. Setelah berjalan beberapa langkah, dia sampai di depan gedung perusahaan yang menjadi target nya. Dia masuk dengan percaya diri dan siap untuk wawancara.
Cukup unik karena pelamar kerja di perusahaan itu langsung berhadapan oleh CEO. Kesempatan bagus untuk Anastasia. Cukup banyak yang melamar pekerjaan disini, karena jabatan yang diberikan cukup menggoda, yaitu sebagai sekertaris.
Anastasia masuk ruangan wawancara ketika namanya dipanggil. Dia berjalan dengan percaya diri. Bunyi dari sepatu hak tingginya menambah pesonanya tersendiri.
"Selamat Pagi, Pak. Saya Anastasia yang akan mencalonkan sebagai sekretaris Anda yang baru." Anastasia memberi salam pertamanya dengan baik dan memberikan kesan yang sempurna.
Pria yang sebagai CEO itu hanya menatap Anastasia dengan tajam.
"Pak?" Panggil Anastasia.
"Ah kau diterima," ucapnya jelas, singkat, padat.
"Apa? Tapi,-"
"Ambil berkas yang ditangani sebagai sekretaris di sana." Perintahnya.
"Huh? Tapi,-" pria itu mendekat pada Anastasia dan memberikan tangannya untuk bersalaman.
"Saya Zico Lorenzo Geuro, CEO disini. Selamat bekerja sama." Anastasia meresponnya walau aslinya dia masih bingung dengan situasi ini. Tapi, tak disangka kalau rencana jauh lebih mudah dari yang dia kira.
To be continued
Silahkan berikan saran atau kritik!
Jangan lupa terus berikan dukungan kepada author!