The Big Boss

The Big Boss
Dua Puluh Satu



21


Pagi ini Anastasia dan Mark sudah memesan taksi untuk pergi ke rumah Bibi Katt. Bibi Katt sudah tahu kalau Anastasia akan datang berkunjung.


Karena setiap Anastasia datang, Bibi Katt akan membuat banyak makanan khusus untuk Anastasia.


Di depan rumah tua Anastasia berdiri. Lalu, seorang wanita paruh baya keluar dari pintu membawa kantung sampah. Dia menatap sejenak Anastasia.


Lalu, kantung sampah yang dia bawa tadi, dia buang sembarang tempat dan berlari memeluk Anastasia.


"Aku merindukanmu, Nak."


Bibi Katt masih memeluk Anastasia. Lalu, dia melepas dan berpindah memeluk Mark.


Bibi Katt tahu Mark. Dia sudah menganggap mereka sebagai anaknya sendiri.


Dulu saat Anastasia mendapat perlakuan tak adil dari orang tuanya, Anastasia selalu melarikan diri ke rumah bibinya.


Bibi Katt juga yang telah merawat Anastasia saat ayahnya meninggal dan ditelantarkan oleh ibu tirinya.


Mark dan Anastasia masuk ke rumah. Di dalam rumah sudah tercium bau tajam bumbu-bumbu sedap. Bau masakan rumahan yang khas di hidung Anastasia. Masakan yang begitu ia rindukan.


"Kemarilah, kalian harus makan yang banyak. Lihat dirimu, Winny. Kau semakin kurus."


"Bibi, berhenti memanggilku Winny. Aku sudah besar."


"Bagiku, kau masih Winny kecil yang aku kenal," ucap Bibi Katt sambil mencium kepala Anatasia.


"Bi, Sandy dan Andy kemana?"


Sandy dan Andy adalah anak Bibi Katt. Mereka kembar walau jenis kelamin mereka berbeda. Sandy perempuan manis dan Andy laki-laki lucu yang sangat aktif.


"Mereka sedang sekolah."


Mereka bertiga bercakap-cakap. Bertukar kabar dan berbagi pengalaman. Sesekali tertawa lepas karena candaan yang dibuat.


"Ah belum lama itu, kakakmu mencari mu. Apa kau sudah bertemu dengan dia? Dia terlihat khawatir denganmu, nak."


"Ah iya sudah," jawab Anastasia malas.


"Kau masih marah dengan kakakmu? Berbaikanlah dengan dia. Dia menyayangimu, Winny."


"Akan aku coba, bi."


Anastasia jadi teringat ketika kakak tirinya berani menciumnya. Dia tidak menyangka kalau dia akan mengalami hal itu.


"Baiklah. Ngomong-ngomong, kapan kau akan menikah? Umurmu sudah matang bukan? Apa perlu aku menjodohkan mu?"


"Huh? Apa?!" Tak hanya Anastasia yang kaget, tapi juga Mark.


"Apa sih Bi. Aku sudah besar. Suatu hari nanti aku pasti akan menikah."


Saat Anastasia bicara serius seperti itu, Mark memerhatikan Anastasia. Selama ini Mark telah memendam perasaannya untum Anastasia.


Sehari itupun, mereka di sana. Bertemu juga dengan Sandy dan Andy. Anastasia juga membawakan oleh-oleh untuk mereka. Serta beberapa uang untuk kebutuhan Bibi dan anak-anaknya.


*.....*


Malam yang bergairah untuk sepasang kekasih ini.


Bukan, akan menjadi malam yang bergairah.


Ini masih sore. Anastasia sudah berada di apartemen Samuel. Seperti yang mereka rencanakan tadi pagi di restoran.


"Hallo sayang,"


Samuel menyapa Selena dengan mengecup singkat hidung lalu bibir Selena penuh sayang dan cinta.


"Kau sudah makan, Selena?"


"Sudah. Aku tadi pergi dengan teman-temanku."


"Siapa saja? Ada cowok?"


"Uumm ada. Memangnya kenapa?"


"Hahaha kau percaya padaku? Lagipula jika aku selingkuh, mana mungkin aku disini."


Lalu, Selena mengecup singkat bibir Samuel. Mereka saling bertatapan. Menikmati pemandangan sang pasangan yang begitu indah.


Dunia seakan hanya milik mereka berdua. Itulah efek dari cinta. Cinta yang begitu indah ketika sedang bersemi antara wanita dan pria.


Wajah Samuel mendekati wajah Selena. Mata Selena mulai terpejam. Menutup dengan perlahan. Lalu bersentuhlah kedua bibir mereka.


Mata Samuel ikut tenggelam dalam dunia mereka. Samuel ******* lembut bibir bawah Selena. Selena ikut membalas lumatan bergairah itu.


Tangan Samuel yang tadinya memegang tekuk Selena, kini berpindah ke pinggang Selena. Tangannya sudah masuk di baju milik Selena.


Mengusap lembut perut polos Selena. Lalu, tangan nakal Samuel berpindah ke dada Selena. Selena tak tahan untuk mengerang dan mendesah.


"Mari kita lakukan, Selena," suara parau Samuel terdengar seksi.


"Lakukan dengan pelan Samuel."


Samuel membuka hotpans yang Selena pakai. Sebelum melakukan itu, Samuel membopong tubuh Selena ke kamarnya. Di taruk perlahan tubuh polos Selena di atas ranjang.


Samuel membuka celananya. Menindih tubuh mungil Selena. Kegiatan mencium Selena masih berlanjut. Selena membantu membuka baju Samuel. Memperlihatkan tubuh berotot Samuel yang dia buat di gym.


Satu persatu pakaian mereka lucuti. Sekarang mereka polos. *****.


Malam itu menjadi malam yang indah untuk sepasang pasangan yang saling mencintai.


***


Anastasia merebahkan tubuhnya di kasur. Dia begitu lelah setelah seharian bermain bersama Sandy dan Andy. Anastasia sudah berasa memiliki anak sendiri.


Setelah beberapa saat istirahat, Anastasia hendak mandi. Beberapa saat ketika mandi.


"Mark! Apa kau di sana?" Anastasia teriak memanggil Mark.


"Iya aku disini. Ada apa?" Mark tengah merapikan baju setelah dia mandi tadi.


"Disini tidak ada handuk. Tolong ambilkan aku handuk."


"Apa kau yakin, Anastasia?"


"Tentu saja. Tutup matamu."


Kamar mandi di hotel itu memiliki dinding kaca transparan tapi sedikit blur. Dari luar, bisa terlihat terdapat orang yang tengah mandi.


Mark mengambil handuk. Dia datang ke kamar mandi. Diberikannya handuk itu dengan tutup mata.


"Mana handuknya?" Celoteh Anastasia.


"Ini sudah aku berikan."


"Aku tidak bisa menggapainya. Mendekatlah."


Mark mendekat ke arah pintu. Tapi, reflek Mark membuka katanya karena lantai kamar mandi licin dan hampir terjatuh.


Mark melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat. Benar, tubuh Anastasia. Tubuh yang begitu seksi dan menggoda semua orang.


"Sudah aku ambil. Cepatlah keluar dan tutup matamu."


Mark segera keluar. Wajahnya sudah memerah. Seperti berada di sauna dengan suhu ruangan yang tinggi.


Mark masih membayangkan apa yang dia lihat di kamar mandi tadi. Mark tidak sengaja melihatnya.


Beberapa saat kemudian, Anastasia keluar dari kamar mandi. Dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan langsung terlelap dalam tidurnya.


Mark hanya menggeleng dengan kelakuan Anastasia seperti anak kecil yang menggemaskan. Mark menarik selimut untuk Anastasia. Membenahkan posisi tidur Anastasia yang tidak karuan.


To be continued


Silahkan berikan saran atau kritik terhadap cerita ini!


Jangan lupa juga untuk Vote atau berikan dukungan kepada Author!