
19
Siang hari itu Selena keluar dari mobil milik Samuel. Mereka berhenti di taman dimana mereka bertemu semalam. Selena tengah berbicara dari luar dengan Samuel melalui jendela. Lalu, Samuel berlalu.
Selena melihat dari kejauhan mobil Samuel dengan tersenyum. Dia bahkan lupa dengan kakaknya.
Sementara itu, kakaknya berusaha mencari Selena. Dari teman kampusnya sampai di mall. Saat Selena berjalan pulang, Mark melihat dari kejauhan.
Mark langsung lari menghampiri Selena walau Selena belum sadar.
"Selena!" Panggil Mark dari kejauhan dan Selena menoleh padanya.
"Kakak?" Bukannya senang, tapi Selena terkejut.
Karena Selena takut ketahuan tentang hubungannya dengan Samuel. Pastinya Mark akan langsung marah.
Selena mencoba untuk bersikap biasa saja. Seperti tidak terjadi apapun.
"Selena, kenapa kamu baru pulang? Kemana saja kamu? Kamu bohong sama kakak tentang semalam? Kau pergi bersama pacarmu? Apa yang kamu lakukan dengannya? Katakan Selena, jangan diam saja!"
Begitu banyak kata-kata yang keluar dari mulut Mark hanya untuk Selena. Selena yang tengah di omeli, hanya diam dan menatap Mark dengan tersenyum.
Lalu, Selena tiba-tiba memeluk Mark. Lalu dibisiknya,
"Terimakasih, kak."
Mark membalas pelukan dari Selena. Mereka pulang bersama. Mark dan Selena akan menetap di mansion tersembunyi milik Anastasia. Karena mereka akan membuat MnS Time. Hanya kakak beradik itu.
Sebelumnya, Mark sudah meminta izin pads Anastasia. Dia juga tidak enak meninggalkan Anastasia saat sedang sakit. Tapi Mark akan kembali bersama Selena ke apartemen untuk menjaga Anastasia.
Sementara itu, Anastasia tengah sendiri di apartemennya. Zico pergi untuk membeli makanan yang akan dia makan bersama Anastasia. Anastasia menunggu di depan televisi yang menyala.
Hingga bunyi bel terdengar. Seseorang datang. Anastasia menebak kalau dia adalah Zico. Ah sebenarnya Anastasia juga lapar karena dia selalu makan bubur dan bubur. Bosan tau.
Namun, saat Anastasia membuka pintu. Alangkah terkejutnya dia melihat sosok yang berhasil membuat emosi Anastasia meningkat drastis.
"Nicholas?"
"Panggil aku kakak, adik manis ku."
Nicholas dengan santai masuk ke apartemen Anastasia.
Anastasia pikir, setelah mendapat ancaman Nicholas akan pergi jauh. Ternyata tidak mempan pada orang seperti Nicholas.
Dengan pintu tak terkunci, Anastasia akan bersiap untuk menghadapi kakak sialannya ini.
"Setelah berpikir, kenapa kita tidak menghabiskan satu malam untuk bersenang-senang? Kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama, bukan?"
Nicholas duduk di sofa. Tepatnya di depan televisi yang menyala tadi. Anastasia menyusul Nicholas yang senonoh di rumah orang itu. Anastasia menganggap Nicholas sebagai orang lain.
"Bukankah sudah aku beri peringatan? Kau ingin aku langsung turun tangan?"
"Apa kau bersedia melakukan itu? Jujur saja, aku datang padamu karena aku merindukanmu. Aku selalu memikirkan mu. Aku mencari mu. Bahkan aku mendatangi Bibi Katt."
Nicholas berdiri mendekati Anastasia yang sedari tadi hanya berdiri agak jauh dari Nicholas walau mereka tadi sedang bicara.
"Bagaimana jika aku menginginkan tubuhmu? Aku mencintaimu, adikku."
Seketika, Nicholas ******* lembut bibir ranum Anastasia. ******* bibir lembut yang begitu dia inginkan.
Nicholas tak tahu pasti kenapa dia begitu terpesona dengan adik tirinya, Anastasia. Dulu dia begitu membencinya, bahkan memperlakukan Anastasia seperti seorang budak.
Tapi, Nicholas kini telah jatuh cinta dengan adiknya. Terpesona dengan adiknya. Hanya adiknya yang bisa membuat jantung Nicholas berdetak hampir meledak.
Anastasia mencoba mendorong tubuh Nicholas. Tapi, tenaganya tak cukup kuat. Tak sampai itu, Nicholas juga meremas bokong padat milik Anastasia. Menyentuh paha putih lembut bagaikan porselen karen Anastasia hanya menggunakan celana ketat yang pendek.
Lalu, bibir nakal Nicholas berpindah di leher jenjang Anastasia. Menggigit hingga menimbulkan bekas biru di sana.
"Ahgrr! Hentikan Nicholas!" Anastasia mengerang karenanya.
Setelah itu tangan jahil nan nakal Nicholas berpindah ke balik baju Anastasia. Dirabanya payudara Anastasia yang padat.
Ketika itupun, seseorang datang dengan tiba-tiba. Dilemparnya barang bawaannya.
"Anastasia!" Teriak Zico dan berlari kearah pria yang berbuat bejat pada Anastasia.
Zico melerai dan mendorong tubuh pria itu. Tubuh mereka hampir sama karena perbedaan umur mereka juga tidak jauh. Kedua pria jantan itu saling memukul.
"Dasar kau ********! Beraninya kau menyentuh dia!" Amarah Zico tak tertahankan.
Anastasia berusaha bertindak logis. Lupakan berpikir dengan perasaan. Anastasia beranjak melerai mereka berdua. Akibatnya kenalah pukulan segar mengenai sudut bibir Anastasia serta mengeluarkan darah segar pula.
Mereka berhenti ketika sadar akan hal itu. Zico dan Nicholas membantu Anastasia.
"Kau baik-baik saja Anastasia?" Ucap Zico terlebih dulu lalu disusul Nicholas.
"Keluar kalian! KELUAR!"
"Anastasia biarkan aku menjelaskan. Anastasia, jangan salah paham." Nicholas memohon pada Anastasia.
"Setidaknya obati lukamu Anastasia," ucap Zico melihat luka disudut bibir Anastasia.
Anastasia jelas mengusir Nicholas, dan juga Zico. Tak segan-segan pula Anastasia menendang keluar mereka dengan paksa atau menelepon security. Akhirnya hanya tinggal Anastasia sendiri di apartemen itu.
Anastasia duduk di sofa. Lalu, sebuah benda cair keluar dari mata Anastasia dengan deras. Sudah tidak tahan lagi Anastasia menahan air mata yang sudah banyak ini.
Dia tidak mempercayai hal tadi. Seseorang yang pernah manjadi anggota keluarganya telah melakukan hal bejat padanya. Anastasia sempat berpikir tentang pengakuan cinta Nicholas.
Namun, Anastasia menanggapinya dengan berpikir kalau Nicholas hanya melakukan balas dendam atau hal semacamnya. Karena seingat dan sejelas ingatan Anastasia adalah bahwa Nicholas sangat membencinya. Sangat benci.
To be continued
Silahkan berikan saran atau kritik terhadap cerita ini!
Jangan lupa juga untuk Vote atau berikan dukungan kepada Author!