
11
Warning! Adegan 18 tahun keatas!
Harap jadilah pembaca yang bijak!
Zico kesal dengan perlakuan Anastasia terhadapnya. Zico tau seharusnya ia tidak bersikap seperti itu.
Malam ini Zico memutuskan untuk pergi. Zico pergi dari kediaman Anastasia. Walaupun Zico akan kembali lagi untuk menjemput Daisy.
Sedangkan Anastasia masa bodoh dengan dia. Kalau saja bukan karena misinya, dia pasti sudah memberi tahu identitas aslinya.
Zico malam ini sedang menghibur dirinya dengan pergi ke sebuah club. Dia memesan sebotol wine untuk di nikmati. Zico duduk di sofa yang kosong dan terlihat lebih sepi daripada yang lainnya.
Lalu, datang seorang wanita yang mendekati Zico. Wanita itu lalu duduk di dekat Zico tanpa izinnya.
"Hei sexy, malam ini ingin aku temani?" Ujar wanita itu yang berusaha menggoda Zico.
Zico POV
Aku melihat wanita ****** itu mendekat kearahku. Dia duduk di sampingku. Dia semakin dekat dengan aku.
"Hei sexy, malam ini ingin aku temani?"
Sungguh ingin aku bunuh wanita ini. Yeah ingin aku bunuh wanita ****** ini di ranjang. Aku ingin melampiaskan perlakuan Anastasia tadi pada wanita ****** ini.
Aku bawa wanita itu di sebuah kamar di club itu. Aku dorong tubuhnya di ranjang. Lalu, aku lucuti pakaiannya dengan paksa.
"Kau sungguh liar," ujar wanita itu. Asal kau tau, kau hanya pelampiasan saja, ******.
"Siapa namamu?" Ku tanya namanya.
"Lisa. Kau sexy?"
"Zico. Kau benar-benar ahli di ranjang Lisa."
Zico POV end
...
"Pagi Kak. Ah kenapa kau sendiri? Dimana pacarmu semalam?" Selena menyapa Anastasia.
Anastasia sedang memasak di dapur. Lalu, Selena mengambil minum di sana pula.
"Benarkah Kak? Yey! Terima kasih Kak Anastasia." Selena memeluk Anastasia yang tengah memasak itu. Dia begitu gembira.
"Sudah, sana mandi. Kau tak perlu mengemasi barang-barang mu. Karena nanti kita akan belanja baju untuk mu." Seru Anastasia yang membuat Selena tambah senang.
"Yuuuhuu! Kau memang kakak paling baik sedunia."
"Tapi jangan lupa kau punya Kak Mark. Dia adalah kakak paling baik sedunia, bukan aku."
Anastasia berangkat menggunakan taksi. Dia mulai trauma dengan bus di pagi hari.
Dia menelpon seseorang. Yang dia telpon adalah Mark. Teman sekaligus adiknya.
"Halo kau masih mencari Selena?"
"Iya, aku belum menemukannya. Dia hanya bisa membuat repot semua orang saja."
"Sudah jangan marah padanya. Kau tak perlu khawatir. Selena sekarang ada di apartemen ku. Dan jangan membuatnya kabur lagi, okay."
"Benarkah? Iya Anastasia. Tapi apa dia merepotkan mu? Katakan saja jika kau kerepotan karena dia. Akan aku buat dia menyesal."
"Jangan kasar dengan adikmu. Dia sama sekali tidak merepotkan ku."
Setelah bicara cukup lama. Mereka akhirnya menutup nya setelah Anastasia sampai di tujuan. Dia datang di kediaman Dave. Tentu untuk membahas rencana selanjutnya.
...
Di pagi yang sama. Bunyi bel terdengar. Selena membuka pintu. Dihadapannya ada pria tampan.
"Ah kau pacarnya kak Anastasia, kan? Kau ingin menjemput Daisy?"
"Pacar? Bukankah pacar Anastasia adalah kakakmu?"
Mereka kebingungan. Dan kecerobohan Anastasia terjadi. Tentang hal itu. Skenario yang menjadi berantakan.
"Kakakku? Kak Mark? Pacarnya Kak Anastasia? Yang benar saja, kami itu sudah seperi keluarga."
To be continued
Silahkan berikan saran atau kritik terhadap cerita ini!
Jangan lupa juga untuk Vote atau berikan dukungan kepada Author!