
"Terima kasih," balas Jesika.
Tirai kamar ganti segera dibuka oleh pelayan lain. Jesika memutar tubuhnya hendak mengaca di depan cermin. Namun, ia terdiam saat Alex menatapnya dengan tajam.
Baju pertama yang ia pakai sangat pas di tubuh. Kebaya berwarna putih terang, dengan manik-manik indah mengkilap yang menghiasi. Warna rok songket merah muda paduan berwarna gelap, sangat cocok dipadukan antara kebaya dan rok songketnya.
"Waw!" teriak Alex spontan, melihat calon istrinya benar-benar seperti bidadari.
Alex berdiri lalu bertepuk tangan sendiri, ia tak menyangka bisa menatap bidadari di depannya. "Benar-benar kecantikan yang tidak manusiawi!" puji Alex, mengerjapkan mata, memastikan kalau perempuan itu adalah benar-benar calon istrinya.
"Kenapa, bang?" tanya Jesika, terpaku dan terdiam saat Alex menatapnya dengan tajam.
"Itu saja sudah cocok untukmu. Pakai itu saja besok!" kata Alex, sedikit berteriak memberikan pendapat.
Jesika hanya mengangguk, kecantikan paripurna perempuan itu tidak bisa dikalahkan. Banyak perempuan yang ditemui Alex di ibu kota, satupun tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan calon istrinya.
Pelayan menutup tirai kamar ganti tersebut. Membantu Jesika untuk membukakan kebayanya. "Suka dengan kebayanya, nona?" tanya pelayan itu.
Jesika mengangguk, apapun yang dipakai oleh Jesika memang sangat pantas. Ia juga orang yang fashionable, ketika melihat kebaya yang dipakainya pertama kali, ia yakin kalau kebaya itu sangat cocok ditubuhnya.
"Suka, itu saja yang saya pilih, kak!" jawab Jesika dengan sopan.
Pelayan mengangguk, mengantarkan kebaya agar segera di kemas. Jesika keluar dari kamar ganti, lalu bergantian menunggu Alex yang mulai berganti baju untuk mencoba jas yang dipilih.
Sepasang jas berwarna putih, celana bahan putih, dan kemeja putih menjadi pilihan Alex. Tubuhnya yang gagah dengan perut six pack melengkapi penampilannya. Pelayan membantu merapihkan kemeja dan jas, setelah ia memasangkan celana bahan berwarna putih.
"Bagus sekali, tuan!" puji pelayan yang melayani.
"Yasudah, saya ambil ini saja! Cocok kan dengan kebaya calon saya tadi?" cecar Alex, meminta pendapat pada pelayan toko.
"Cocok sekali, Tuan!" Pelayan tersebut segera keluar dari dalam kamar ganti, memberi waktu bagi Alex untuk segera mengganti bajunya.
Usai baju martupol dikemas, Jesika dan Alex kembali mencoba dua gaun dan jas untuk pengantin. Para pelayan kembali membawakan baju yang berbeda.
Kali ini, pakaian nuansa kebarat-baratan menjadi opsi pilihan Bridal Tailor. "Silahkan dipilih dan dicoba, Nona, Tuan!" kata pelayan, menyodorkan gantungan gaun dan jas di depan Jesika dan Alex.
Keduanya menunjuk secara serentak. Jesika menunjuk gaun putih terang tanpa lengan dengan rok yang sangat kembang menggunakan peticoat di bagian rok bawahnya.
Sementara, Alex menunjuk tuksedo berwarna hitam dan celana bahan hitam, dengan kemeja putih di dalamnya, tak lupa dilengkapi dengan dasi kupu-kupu.
Pelayan membawakan gaun dan tuksedo yang diminta oleh sepasang calon suami istri tersebut. Namun, Alex lagi-lagi menunggu hingga Jesika selesai mencoba gaun pengantinnya.
"Seperti tadi, saya minta diperlihatkan saat calon istri saya mencoba gaun pengantin tersebut," imbuh Alex pada seorang pelayan diikuti anggukan secepat kilat.
Ia melakukan yang sama seperti saat fitting baju martupol. Menyampaikan pesan Alex pada pelayan yang membantu memakaikan gaun pengantin Jesika.
Setelah hampir 15 menit memasangkan gaun, tirai kamar ganti pun terbuka. Lagi-lagi Alex memuji kecantikan Jesika. "Amazing!" puji Alex, tatapannya berbinar saat melihat calon istrinya memakai gaun indah yang mewah dan elegan.
"Beautiful!" pujinya lagi, tak kehabisan kata-kata.
"Bagaimana, bang?" tanya Jesika, ia tak mendengar pujian calon suaminya karena jarak mereka terpaut cukup jauh.
Alex mengacungkan dua jempol pada Jesika. Seketika Jesika tersipu malu. Rambutnya yang sengaja di kesampingkan ke pundak, membuat punggung indahnya terekspose dengan sempurna.
"Nona harus pilih satu lagi, kami diberi kabar kalau acara resepsi terselenggara selama dua hari," balas Pelayan.
Jesika hanya mengangguk, lalu melepas gaunnya saat tirai sudah tertutup rapat. Ia keluar dari kamar ganti, menghampiri Alex yang hendak beranjak pergi.
"Bang, tunggu, pilihkan satu lagi baju untukku!" kata Jesika, ia ingin calon suaminya yang menentukan.
Alex pun menyetujuinya, ia menunjuk satu gaun berwarna putih tulang. Gaun modern ini sangat cantik dan mewah. Gaunnya mengikuti body ramping jesika, dengan rok ekor mermaid, lengan hingga siku. Bahkan, gaunnya dilengkapi dengan slayer untuk penutup kepala.
"Cantik," kata Jesika, tersipu malu saat melontarkan pujian hasil pilihan calon suaminya.
"Mau coba?" tawar Alex sembari menunggu putusan Jesika, ia pun mengurungkan niat untuk mencoba tuksedo yang dipilih.
Jesika mengangguk, lalu mengekori pelayan yang membawakan baju pilihan Alex. Ia langsung dibantu sang pelayan untuk mencoba gaun kedua.
Tirai kamar ganti dibuka, Jesika terpampang nyata, entah keberapa kalinya dipuji cantik oleh Alex.
gaun pilihan alex
"Cantik!" ungkap Alex, mengacungkan dua jempol.
Jesika hanya tersenyum melihat calon suaminya sangat bersemangat melihat kecantikannya yang peripurna seperti bidadari.
"Oke, ini saja gaun kedua, kak!" ucap Jesika pada pelayan.
Semua baju yang dicoba Jesika sangat pas ditubuh. Tidak kekecilan maupun kelonggaran. Oleh karena itu, Bridal Tailor tak perlu melakukan permakan untuk menyesuikan gaun dengan tubuh Jesika.
Di kamar ganti, Alex sedang mencoba tuksedo yang dipilihnya. Satu kali kali coba, ia sudah mantap dengan pilihan tersebut.
"Bungkuskan ini, nona!" kata Alex pada pelayan.
"Satu lagi, Tuan, anda harus memilih satu lagi untuk resepsi di hari kedua!" tambah pelayan.
"Baiklah." Alex beranjak dari kamar ganti. Kali ini, pilihannya jatuh pada tuksedo berwarna putih.
Warna itu sangat normal dan cocok dipadukan dengan kedua gaun yang Jesika pilih.
Usai menentukan pilihan, mereka membawa pulang kebaya dan jas untuk martupol. Sedangkan gaun dan tuksedo akan diantarkan oleh pihak Bridal Tailor sehingga tak kusut saat berada dalam perjalanan.
***
Hari yang dinanti oleh keluarga Alex dan keluarga Jesika telah tiba. Semua orang sibuk merias diri. Jesika sejak pukul 3 pagi, sudah dirias oleh MUA terkenal pilihan keluarga Alex.
Riasan wajah Jesika sangat natural tetapi memancarkan kecantikan seperti seorang dewi. Ia dibantu oleh MUA yang bertugas, memakaikan kebaya pilihannya untuk acara martupol hari ini.
Rambutnya dicepol sederhana tetapi terlihat sangat indah, ditambah adanya aksesoris jepitan berbentuk daun yang setengah melingkar disisi kanan, membuat penampilan cepolannya semakin sempurna.
***
Di kediaman Alex, keluarganya semua heboh untuk mempersiapkan diri menuju gereja tempat acara sakral yang akan digelar.
Kedua orang tua Alex juga sudah tak sabar ingin segera tiba di gereja, menyaksikan pengikatan pertunangan anak siapudannya.