Sinamotku

Sinamotku
Bab45



MAAF KAK, bab ini jangan dibaca dulu, nanti aku akan revisi dalam 2-3hari ke depan. Terima kasih


Halo Jes Kau di mana tanya Alex mengulangi lagi pertanyaannya saat tadi belum mendapat jawaban dari Jessica karena ia telah sibuk memakaikan baju putrinya Dan meletakkan ponsel itu di lantai dengan loudspeaker yang dinyalakan


Oh aku di rumah Bang sorry tadi aku lagi Pakaikan baju Alaya ucap Jessica


Alamatmu di mana Biar aku ke sana sekarang untuk menjemput kalian berdua Aku ingin mengajak kalian berdua berjalan-jalan sekaligus Aku ingin mencoba mendekati Alea ujar Alex


Oh kalau begitu aku akan siap-siap deh Ya udah Abang ke sini aja nanti aku akan kirimkan pesan untuk alamat rumah ini ucap Jessica


Iya sayang aku tunggu sekarang balas Alex lalu memutus sambungan telepon itu ia pun bergegas membuka jas dokternya dan hanya mengenakan pakaian kemeja serta celana bahan dengan menenteng tas kerjanya Iya bergegas menuju parkiran


Saat berjalan melintasi lorong Rumah Sakit Alex sempat beberapa kali bertemu dengan rekan sejawatnya ia menyapa dan tersenyum dengan sumringgal sehingga membuat beberapa orang itu terbingung dan terheran-heran


Sore dong siapa seorang dokter dari


Saya juga kata Alex lalu tak lupa yang menyelamatkan senyum lebar di wajah


Entar itu hanya menggaruk-garuk bangkunya yang tidak gatal karena ia merasa kebingungan melihat ekspresi yang Alex sangat berubah drastis


Dian Alex juga bertemu beberapa orang perawat yang baru berganti shift perawat itu pun disapa dengan baik walaupun mereka adalah seorang wanita tapi Alex tak segan untuk menyapanya bahkan menyematkan senyum yang lebar di wajahnya


Sore dokter Alex mau ke mana Papa Seorang perawat senior


Sore sus Alex pun tersenyum dengan lebar lalu ia berjalan dengan cepat menuju perkiraan tak lama sebuah pesan baru saja masuk ke dalam ponselnya ia melihat bahwa ada pesan Jessica di sana yang berisikan alamat rumah istri dan anaknya


Terburu-buru Alex segera pergi menuju rumah tersebut ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang lalu menembus jalanan di pusat kota Jogja


Tak berselang lama hanya butuh waktu 10 menit Alex sudah berada di lokasi tempat alamat yang diberikan oleh Jessica Ia pun bergegas berbakti dalam mobil di halaman rumah


Alea sudah mengenakan pakaian rapi Begitu juga dengan Jessica Iya berdandan sedemikian rupa dan memperlihatkan kecantikannya yang sangat mencolok membuat Alex sempat menatapnya dengan penuh binar


Ternyata secantik Ini istriku gumam Alex saya menatap lekat wajah Jessica ia tak sangka kecantikan Jessica tak pernah pudar walaupun sudah terpisah sejak 5 tahun yang lalu


Jessica melambai pada Alex Begitu juga dengan Putri mereka yang Melambaikan tangan dengan penuh semangat perempuan kecil itu nyatanya sangat menerima kehadiran Alex namun rasa kedekatan mereka masih terasa canggung saat Alex menghampiri gadis kecil itu


Hai aku Papa Alex papa kamu Papa papamu Alya ujar Alex raya berjongkok dan menatap lekat Putri kematiannya


Om aku mau jalan-jalan sama Om dan mama ucap gadis kecil itu sehingga membuat Jessica dan Alex paling menatap karena Alea justru tidak mau menyebutkan kata Papa sebelum ada kedekatan yang terjalin di antara mereka


Aliandra dia adalah papamu bukan Om kamu panggillah dia dengan sebutan Papa titah Jessica Soraya menatap lekat putrinya


Nggak mau Alea nggak mau manggil dia Papa karena selama ini sejak aneh lahir hingga sekarang alias sudah sebesar ini dia tidak pernah ada di sini ucap anak kecil itu dengan bijak


Jessica hanya bisa mengelus dada dengan rasa sedikit kecewa karena Putrinya belum menerima kehadiran sang Papa yang nyatanya benar-benar harus dianggap alias sebagai seorang Papanya apalagi padahal area selama ini mencari sosok Papanya namun saat berada tepat di dekatnya Alea justru belum menerima kehadiran laki-laki itu


Apa Jess mungkin aku juga yang salah karena selama ini aku tidak ada di dekatnya Jadi dia belum bisa menerimaku aku akan mulai memperbaiki situasi ini ujar Alex Seraya berbisik di samping Jessica saat ia sudah berdiri


Lah kalau begitu ayo kita berangkat ucap Alex dengan semangat menggandeng tangan Jessica serta tangan Alea dan dia pun berada di tengah-tengah


Sangat antusias untuk Eh rusak Dek untuk diajak berjalan-jalan dengan seorang pria yang sudah mulai mendekati sang Mama Bahkan ia sudah tak sabar untuk bermain-main serta menjalin kedekatan di antara pria itu


Aku mau ke mall mau ke tempat permainan anak-anak pengen main mobil-mobilan di sana ucap Alea dengan suara anak khas anak kecil yang manja


Ya sudah berapa kali Mama bilang kalau dia itu bukan Om kamu tetapi papa kamu tegas Jessica karena semakin kesal saat Alea menyebut nama Alex dengan sebutan Om apalagi mereka tinggal di Jogja Jadi Alea tidak terbiasa dengan panggilan khas penyebutan orang Batak dia justru hanya mengetahui panggilan-panggilan yang umum saja


Nggak mau mah Aliya pengen manggilnya om aja kalau benar dia Papa Alea harusnya dia bisa membujuk Alea hingga akhirnya kami benar-benar dekat ujar Alea


Ya sudahlah Terserah kamu saja Nak Yang penting kamu senang kata Jessica dengan pasra


Alex pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang ia akan menuruti keinginan Putri semata wayangnya untuk pergi ke mall kali ini ia akan mengajak putrinya bersenang-senang dan menunjuk keahliannya Saat tengah bermain pada beberapa arena permainan di sana


Sementara Jessica sesekali mencuri-curi pandang menatap wajah Alex yang berseri-seri karena tengah berada diantara mereka lalu Jessica tiba-tiba mengucap menanyakan tentang keadaan Alex selama


Bang selama 5 tahun terakhir Jadi kau melakukan apa saja tanya Jessica saat menoleh dan menatap lekat wajah suaminya


Selama 5 tahun terakhir aku hanya gila bekerja aku tidak sempat melakukan apapun namun setiap tahun aku selalu menyempatkan untuk pulang kampung agar aku bisa mendengar kabar tentangmu tetapi itu adalah hal yang sia-sia karena kabarmu seolah-olah tenggelam dan tidak ada sama sekali


Oh begitu Apakah ada perempuan yang pernah mendekatimu Timpal Jessica Seraya dengan rasa berpikir Menanti Jawaban suaminya


Ya rasa cinta si Jessica Belumlah sebesar itu apalagi ia masih memendam rasa sakit hati pada Alex karena telah diusir dari kediaman Maruli bahkan ia sangat merasa sesak jika mengingat kejadian saat malam pertama yang mereka lakukan berdua di saat itu juga Jessica pernah mengucap suatu saat akan membalaskan dendam pada Alex


Mun seiring waktu berjalan rasa benci dan rasa dendam itu seperti memudar Apalagi sudah ada putrinya yang lahir ke dunia sehingga dia pun ingin sekali menghadirkan Alex di tengah-tengah mereka agar Sang Putri mengenal Papanya