Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#70



Malam harinya, setelah selesai makan malam Clara dan Aarav kembali ke kamar dan Arthur pergi ke ruang kerja bersama dengan Bastian, karena ada yang ingin mereka bicarakan. Sedangkan Beatrice, wanita itu tampak tidak bisa tidur dan memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar, namun saat dia melewati salah satu ruangan,ia secara tidak sengaja mendengar percakapan antara Arthur dan Bastian.


"Perintahkan Chris untuk menghentikan pencarian wanita malam di hotel itu! "Perintah Arthur.


"Tapi anda sudah mencari wanita itu selama lima tahun ini, boss," Seru Bastian.


"Aku tidak ingin jika nanti Clara mengetahuinya dan dia akan salah paham." Ucap Arthur.


"Kejadian Anda dan wanita itu, di malam acara pelelangan berlian merah muda dan saat itu bos juga belum kenal dengan nona Clara, saya yakin nona Clara pasti bisa mengerti bos." Ujar Bastian karena dia masih penasaran dan curiga dengan sosok wanita malam itu.


"Mengerti apa maksudmu? Mengerti jika aku telah mengambil keperawanan wanita malam itu? Kau pikir Clara tidak akan sedih dan kecewa mendengar nya." Ucap Arthur.


Beatrice yang sedari tadi mendengar percakapan mereka di luar tampak menyunggingkan bibirnya. "Heh, sepertinya aku punya hadiah besar untuk pernikahan tuan Arthur besok." Gumam Beatrice dan lalu pergi.






Besok paginya semua orang sudah berkumpul di halaman belakang, tempat dimana acara pernikahan Arthur dan Clara dilaksanakan, mereka semua tengah menunggu kehadiran kedua calon mempelai. Tidak lama, Arthur pun berjalan di altar dengan gagah dan berwibawa hingga membuat semua yang ada disana kagum dengan pesonanya.



Tapi pada saat di pertengahan Altar, Tiba-tiba langkahnya terhenti lantaran seorang kakek tua menjewer sebelah kuping nya. "Dasar bocah nakal, beraninya kau tidak memberitahukan kakek mengenai pernikahanmu." Ucap tuan Lantunio mengomeli cucunya itu. Semua para undangan yang ada disana terkejut melihat kedatangan kakek Lantunio.


"Kakek, bukankah aku sudah bilang akan segera membawa mereka mengunjungi mu." Jawab Arthur pelan seraya menahan sakit di kupingnya.


"Kau seharusnya membawa cicit dan cucu menantu ku pergi mengunjungi ku sebelum pesta pernikahan mu, bocah nakal." Kesal tuan Lantunio dan menjewer kuping Arthur dengan kuat.


"Aw.. Kakek sakit, cepat lepaskan," Ucap Arthur meringis kesakitan.


"Tidak bisa, aku akan membawamu ke depan pendeta dengan seperti ini, ini adalah hukuman untukmu." Ucap tuan Lantunio dan benar saja ia menarik kuping Arthur berjalan menuju pendeta yang sudah menunggu di ujung altar.


Semua orang menahan tawa mereka melihat kejadian itu, untung saja hampir semua saksi yang ada disana adalah anak buah the devil's, karena Arthur hanya mengundang beberapa rekan kerjanya yang memang dekat dengannya. Bastian dan Paul yang duduk di kursi tamu juga nampak menahan tawa melihat tingkah kakek dan cucu itu.


Tidak lama kemudian, Clara tiba dengan digandeng oleh sahabat nya dan putranya.


Pengantin wanita itu tampak cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih mewah dan elegant.




Semua pandangan orang yang ada di sana langsung tertuju padanya terutama Arthur ia langsung tersenyum melihat sang calon istrinya yang tampil sangat cantik. Tapi Bastian, pandangan pria itu justru fokus ke Beatrice yang juga tidak kalah mempesona dari Clara.




Setelah selesai mengantarkan Clara kepada Arthur, Beatrice dan Aarav duduk bergabung dengan para tamu lainnya dan menyaksikan sumpah pernikahan antara Arthur dan Clara. Wanita itu tampak meneteskan air matanya ketika sumpah pernikahan sahabat nya telah selesai dan sudah resmi menjadi istri sah dari Arthur. *Maafkan aku Clar, seharusnya kau telah berdiri disana sejak dulu bersama dengan tuan Arthur, aku benar-benar sangat menyesal. Semoga kau selalu bahagia.* batin Beatrice sedih.


"Aunty jangan sedih, walaupun mommy sudah menikah, kita akan tetap bersama kok." Ucap Aarav mengenggam tangan Beatrice mencoba menenangkannya.


"Iya boy, aunty tidak akan sedih lagi." Ucap Beatrice tersenyum.


Setelah selesai mengucapkan sumpah pernikahan, para tamu secara bergantian memberikan ucapan selamat kepada pengantin. Tiba giliran Beatrice berjalan dan memberikan selamat kepada sahabatnya. "Maaf Clar, aku tidak punya kado atau hadiah untukmu." Ucap Beatrice.


"Tidak apa-apa be," Jawab Clara tersenyum.


Beatrice pun melihat kearah Arthur. "Tapi untuk tuan Arthur aku punya kado spesial." Ucap Beatrice menyunggingkan bibirnya


Arthur mengerutkan keningnya, lalu Beatrice membisikkan sesuatu ke telinga Arthur. "Wanita yang ada di hotel saat malam pelelangan itu adalah 'istrimu sendiri'." Bisik Beatrice sehingga membuat Arthur terkejut sampai pria itu membulatkan matanya.


"Semoga tuan Arthur puas dengan kado dari saya," Ucap Beatrice tersenyum lalu pergi melenggang dari sana.


"BEATRICE! DASAR KEPARAT!" teriak Arthur kesal karena ternyata yang menutupi kejadian malam itu adalah Beatrice dan yang lebih parahnya, ternyata wanita yang ia renggut kesuciannya adalah istrinya sendiri. Padahal dia sering menyumpahi pria brengsek yang telah merampas kesucian Clara, dan ternyata pria brengsek itu adalah dia sendiri.


Beatrice mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya sembari berjalan membelakangi Arthur dan Clara.


Tiba-tiba ekspresi pria itu tampak menyedihkan."Baby!" Ucap Arthur memanyunkan bibirnya dan memeluk Clara dengan erat.


"Ada apa darling? Kenapa kamu tiba-tiba menjadi sedih?" Tanya Clara bingung.


"Maafkan aku baby, aku tidak tahu jika kamu adalah wanita itu. Aku sangat menyesal karena telah berprilaku buruk kepadamu sebelum nya." Ucap Arthur sendu.


"Apa maksudmu darling? Wanita apa?" Tanya Clara yang masih bingung.


"Wanita di hotel saat malam pelelangan berlian, kau ingat baby?" Ucap Arthur melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya.


"Ohhh... Maaf darling aku tidak memberitahu kamu sebelumnya," Ucap Clara.


*haiss, kenapa Beatrice tiba-tiba memberitahu kan hal ini kepada Arthur sih, seharusnya pria ini sudah lupa kan.* batin Clara.


Arthur pun kembali memeluk Clara. Bastian yang yang sedari tadi melihat kejadian itu pun langsung berjalan mendekati Beatrice yang tampak sangat asik menikmati hidangan yang disajikan. "Apa yang kau katakan kepada bos sehingga dia menjadi kesal?" Tanya Bastian.


"Kepo!" Jawab Beatrice acuh sembari menyantap kue.


"Hei nona, aku bertanya dengan serius." Seru Bastian.


"Benarkah?" Ucap Beatrice yang masih acuh.


Bastian yang merasa di acuhkan itu pun langsung memegang tangan Beatrice yang memegang piring kecil berisikan kue ditangannya. Lalu ia menarik tubuh Beatrice mendekat kepadanya. "Lepaskan... Kau jangan keterlaluan." Seru Beatrice kesal.


"Keterlaluan? Bukankah kita pernah lebih dekat dari ini." Ucap Bastian menggoda Beatrice.


"Aku tidak mengerti maksudmu! Cepat lepaskan aku." Ucapnya.


Bastian bukannya melepaskan Beatrice ia malah semakin mempererat nya. "Ok.. Ok.. Baiklah akan aku katakan apa yang aku bisikan kepada tuan Arthur barusan tapi sebelum itu kau lepaskan dulu aku." Ucap Beatrice pasrah.


"Good girl." Ucap Bastian lalu melepaskan nya.


"Aku hanya mengatakan kepada tuan Arthur, jika wanita yang ia cari selama ini adalah istrinya sendiri." Jelas Beatrice.


"Wanita? Apa maksudmu wanita di malam pelelangan itu?" Tanya Bastian.


Beatrice menganggukkan kepalanya. "Damn! Jadi kalian juga dalang dibalik semua itu?" Ucap Bastian kaget dan sedikit kesal mengetahui informasi tersebut.


"Hmmm! Tapi kejadian antara Arthur dan Clara malam itu benar-benar terjadi karena kecelakaan," Jelas Beatrice.


"Wajar saja bos tampak kesal mendengar nya." Ucap Bastian pelan namun masih dapat di dengar oleh Beatrice.


Beatrice tidak menghiraukan ucapan Bastian, ia kembali menyantap potongan kue nya. Dari kejauhan nampak pasangan suami istri memperhatikan kedekatan antara Beatrice dan Bastian. "Sepertinya pria perjaka itu sudah menemukan pasangan nya." Ucap Arthur.


"Benarkah, Bastian masih perjaka? Wow mereka pasangan yang serasi, perawan dan perjaka. " Ucap Clara terkekeh sendiri.


"Kita juga pasangan serasi baby. Sebelumya kan kamu juga perawan dan aku juga perjaka." Ucap Arthur.


"Ckk.. Kau jangan coba membohongi ku, mana ada tampang mu ini dulu masih perjaka," Ucap Clara berdecak tidak percaya.


"Hei baby aku sungguhan, malam itu bukan hanya malam pertama mu tapi juga malam pertama bagiku." Ucap Arthur.


"Aku tidak percaya." Ucap Clara.


"Emangnya tampangku seperti apa dimatamu?" Tanya Arthur.


"Kau terlihat seperti Casanova." Ucap Clara tertawa.


Arthur pun mendengarnya langsung cemberut. "Sorry darling, aku hanya bercanda kok." Bujuk Clara.


"I love you baby ❤" Ucap Arthur lembut dan tulus.


"I love you too darling ❤" Balas Clara tersenyum manis dan lalu Arthur mencium bibir nya.


TAMAT


Hai guys, sekian cerita dari perjalanan kisah cinta antara Arthur dan Clara semoga para readers puas dengan ceritanya. Author mau ngucapin banyak Terimakasih kepada para readers yang udah setia mengikuti ceritanya sedari awal sampai akhir dan terimakasih juga kepada para readers yang telah memberikan dukungannya untuk author supaya lebih semangat dalam berkarya. SALAM CINTA UNTUK KALIAN SEMUA💞