Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#38



Saat ini Arthur dan yang lainnya sudah dibawa ke rumah sakit oleh Leo dan para anak buah the Devil's yang lainnya. Bastian dan sang sopir sudah di pindahkan ke kamar pasien sedangkan Arthur, dia masih berada diruang operasi karena luka yang didapatkan oleh Arthur lebih parah dari yang lainnya.


Leo sudah menghubungi tuan Lantunio dan sekarang sedang dalam perjalanan bersama tuan Paul menuju rumah sakit. Leo saat ini tengah duduk di kursi tunggu di depan ruang operasi, dia tampak sangat merasa gelisah dan khawatir terhadap kondisi bos nya saat ini, apalagi dia melihat lukanya bos nya yang lumayan parah saat dibawa ke rumah sakit tadi.


Tak... Tak.... Tak....


Suara derap langkah kaki sekelompok orang yang berjalan di lorong rumah sakit, setelah melihat kedatangan tuan Lantunio bersama dengan tuan Paul di belakangnya, Leo langsung berdiri dan menundukkan kepalanya. "Maafkan saya tuan besar," ucap Leo yang merasa bersalah terhadap kejadian yang menimpa bos nya.


"Sudah, kau jangan menyalahkan dirimu atas kejadian ini, Arthur bukan orang yang lemah pasti tidak akan terjadi apa-apa kepadanya," ucap tuan Lantunio.


Tuan Lantunio duduk di kursi tunggu dan yang lainnya berdiri disana, menunggu operasi Arthur selesai. "Bagaimana dengan musuh? Apa kalian berhasil menangkap nya?" tanya tuan Lantunio.


"Maaf tuan, mereka semua bunuh diri dengan menjatuhkan mobilnya ke jurang," jawab Leo.


"Bagaimana dengan orang di belakangnya?" Tanya tuan Lantunio lagi.


"Sudah dipastikan kalau ini semua adalah ulah nya Luke tuan, karena sebelum bos pergi dari mansion, Luke menelponnya dan mengatakan sesuatu kepada bos dan juga kami sudah menangkap penghianat yang turut membantunya," jawab Leo.


"Dimana dia?" tanya tuan Lantunio.


"Dia sudah berada di ruang penyiksaan tuan," jawab Leo.


"Tunggu Arthur sadar dan biarkan dia sendiri yang menangani pengkhianat itu," ucap tuan Lantunio.


"Baik tuan," jawab Leo.


"Ternyata bocah itu sudah berani muncul," ucap tuan Lantunio tersenyum miring.


Beberapa saat kemudian ponsel milik Leo pun berbunyi, dia melihat nama yang menghubunginya lalu ia permisi kepada tuan Lantunio untuk menjawab panggilan tersebut.


"Ada apa?" tanya Leo datar.


'Aku tidak bisa menghubungi bos dan Bastian, apa mereka ada bersamamu?' tanya orang tersebut.


"Bos dan Bastian sedang berada di rumah sakit, mereka mendapatkan serangan dadakan dari musuh dan ada penghianat di the Devils yang membantu mereka." jawab Leo.


'APA?' pekik Chris dari seberang telepon.


'Lalu bagaimana keadaan bos dan Bastian sekarang?' tanya Chris.


"Luka Bastian tidak terlalu parah dibandingkan dengan keadaan bos," jawab Leo.


"Kau gila, lalu bagaimana dengan disana," seru Leo.


'Tapi aku mempunyai urusan penting terhadap bos,' jawab Chris.


"Kau katakan kepada ku, maka aku akan mengatakan nya kepada bos nanti," seru Leo.


'Tapi...' ucapan Chris langsung dipotong oleh Leo.


"Apa kau ingin bos menghukum mu jika kau melalaikan pekerjaan disana," seru Leo.


'Hufftt... Kau benar,' seru Chris lemas.


'Kalau begitu aku akan mengirimkan file nya ke email mu,' lanjut nya.


"Baik, setelah bos siuman aku akan langsung memberikan nya," ucap Leo.


'Hmmm,' jawab Chris dan langsung memutuskan panggilan nya.


Chris saat ini masih berada di mansion Arthur, dia tampak memijat keningnya yang terasa pusing. "Semoga kau selamat Leo," batin Chris.


Tiga anak buah the Devil's berlari masuk kedalam mansion untuk menemui Leo. "Tuan Leo," seru salah satu dari mereka.


"Apa?" ucap Leo menatap tegas mereka semua.


Mereka bertiga sama-sama menelan saliva nya, lantaran takut melihat tatapan sangar dari tuan mereka tersebut. "Para anak buah the Devil's yang mengejar nona Clara tiba-tiba kehilangan jejaknya, tuan," ucapnya.


"Dasar bodo* kalian harus temukan dia secepatnya jika tidak, aku sendiri yang akan menghukum kalian semua," seru Chris dengan marah.


"Kerahkan lebih banyak anak buah the Devil's untuk mencarinya," perintah Chris


"Baik tuan," ucap mereka bersamaan dan langsung pergi dari sana.


Chris mengusap gusar wajahnya. "Wanita itu harus segera ditemukan sebelum bos kembali," gumamnya. Chris bangkit dari duduknya dan pergi mencari Clara.


BERSAMBUNG.


Note : Guys othor mau minta maaf sebelumnya, karena dalam beberapa minggu nanti othor mungkin bakalan jarang updatenya karena othor sedang perjalanan dinas🙏.