Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#39



setelah selesai melakukan operasi arthur di pindahkan ke kamar pasien, dokter mengatakan kalau pecahan kaca yang menembus tubuh arthur sudah berhasil di keluarkan, dokter menyarankan agar arthur benar-benar harus beristirahat dengan baik supaya lebih cepat sembuh.


di dalam kamar pasien, arthur ditemani oleh sang kakek nya dan tuan Paul yang setia menjaga tuan lantunio kemanapun dan dimana pun. "tuan, sebaiknya anda juga kembali dan beristirahat," ucap Paul. Karena sedari tadi tuan lantunio terus menjaga arthur tanpa beristirahat.


"apa Leo sudah memerintahkan orang untuk berjaga-jaga di sekitar rumah sakit?" tanya tuan Lantunio.


"Sudah tuan," jawab Paul.


"Baiklah, kalau begitu kita kembali ke mansion dan besok datang lagi," seru tuan Lantunio. mereka pun akhirnya meninggalkan rumah sakit pada malam hari.








Di tempat lain tepatnya di markas the Devil's di daerah chicago amerika serikat. Chris membanting layar monitor komputernya, ia tampak sangat marah. "Arghhh," teriak nya.


para anak buah yang berada disana sudah sangat ketakutan melihat kemarahan tuan nya itu. mereka semua terdiam dan menundukkan kepalanya. "Kalian harus menemukan mereka berdua secepatnya!!" teriak Chris emosi.


"Baik tuan," ucap mereka pelan.


Setelah itu, Chris keluar dari markas dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia pergi menyusuri hutan tempat dimana mereka kehilangan jejak Clara untuk terakhir kalinya. "Kemana perginya wanita itu?" ucap chris kesal dan memukul setir kemudi nya. Tapi Chris tidak putus asa dia terus menyusuri tempat itu, karena dia harus bisa menemukan Clara secepatnya sebelum bos nya kembali.







Berbeda dengan Chris saat ini Leo tengah pergi ke penjara bawah tanah yang berada di markas mereka. Di dalam ruangan itu, terlihat seorang pria yang tangan dan kakinya digantung oleh rantai yang sangat besar. Leo mendekati orang tersebut dengan memegang cabuk ditangan kirinya, lalu ia langsung memukulkannya ke tubuh orang tersebut sehingga orang itu yang awalnya tidak sadarkan diri menjadi langsung tersadar dan juga meringis kesakitan akibat cambukan kuat yang diberikan oleh Leo.


"Lebih baik cepat kau katakan dimana keberadaan Luke sialan itu, sekarang?"


"Sa sa saya benar-benar tidak tahu tuan," ucapnya lemah dan ketakutan.


Leo kembali memberikan cambukan kepadanya sehingga membuat dia berteriak kesakitan. "Kumohon, ampuni saya tuan," ucap nya memohon kepada Leo.


"Saya di ancam tuan, mohon lepaskan saya," ucap nya dengan air mata yang berlinang serta menahan sakit.


"Jangan mimpi kamu," ucap Leo dingin dan kembali mencambuk orang tersebut sehingga orang itu terus berteriak kesakitan.


Tidak lama seorang anak buah mendekatinya. "Permisi tuan," ucapnya.


"Ada apa?" tanya Leo yang tidak menghentikan cambukan nya.


"Bos, sudah sadar tuan," jawabnya.


Leo pun langsung menghentikan cambukan nya dan melemparkan cambuk itu ke sembarang arah.


"Mana cetakan berkas yang aku perintahkan kemarin?" ucap Arthur kepada anak buahnya.


"Ini tuan," Ucapnya menyerahkan sebuah map coklat kepada Leo.


Setelah itu, Leo pun langsung pergi menuju rumah sakit. Tidak butuh waktu lama untuk Leo sampai di tempat itu karena memang jarak markas ke rumah sakit tersebut memang tidak terlalu jauh.


Leo berjalan dengan cepat memasuki rumah sakit. setelah sampai di depan pintu kamar bos nya ia pun membukanya dan ternyata disana sudah ada Bastian yang menemani bos nya. "Syukurlah bos dan kau sudah sadar kembali." ucap Leo.


"Darimana kamu?" tanya Bastian yang berdiri di dekat ranjang arthur.


"Aku baru saja memberikan sarapan kepada pengkhianat the devil's," jawab Leo.


"Bos benar, kalau dia memang telah berkhianat kepada kita," sambungnya.


sebelum kejadian penyerangan, lebih tepatnya saat Arthur, Bastian dan Leo masih duduk di dalam markas. Arthur sudah mencurigai kalau ada anak buah the devil's yang telah berkhianat, lantaran sebelum masuk kedalam markas ia memperhatikan ada salah satu anak buahnya yang gerak geriknya mencurigakan, entah bagaimana arthur mengetahuinya hanya dia yang tahu. Setelah itu Arthur menyuruh Leo untuk segera menyelidiki nya dan ternyata memang benar orang tersebut sudah berkhianat kepada organisasi. Leo dan yang lainnya pun langsung menangkap nya sebelum dia melarikan diri.








Di sebuah ruangan apartemen tampak seorang pria duduk dengan gagahnya dan tersenyum puas, setelah mendengar kabar dari anak buahnya bahwa Arthur masuk ke rumah sakit dan orang tersebut adalah Luke musuh besar Arthur dari dulu. "Walaupun orang suruhan ku telah mati semua tapi aku sangat senang mereka berhasil melukaimu," ucap Luke menyeringai.


"Ini baru permulaan, kau lihat saja aku akan menghabisi mu dengan tangan ku sendiri, Arthur." sambungnya.


BERSAMBUNG.