Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#43



"Mereka mungkin menemukan sebuah petunjuk bos," Seru Bastian, karena dia tahu dengan kemampuan Chris walaupun tidak bisa menemukan Clara tapi pasti dia sudah menemukan sesuatu.


"Iya bos, kami menemukan sesuatu, " Jawab Chris dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya.


Arthur tidak mengatakan apa pun dia menatap tajam anak buahnya yang sedang tersungkur itu, seolah dia meminta penjelasan yang memuaskan.



"Semalam kami menemukan benda ini di kamar nona Clara, bos" Ucap Chris mengeluarkan sesuatu di balik kantong celananya dan memeberikan benda itu kepada Arthur.


"Jam tangan rakitan," Gumam Arthur dengan mengerutkan keningnya.


"Iya bos, itu memang jam tangan rakitan. Kami sudah mencari informasi mengenai pembuat jam tersebut dan kami sudah mendapatkan nya," jawab Chris sambil mencoba berdiri kembali dengan memegang perut nya.


"Siapa dan dimana orang itu," ucap Arthur dingin dan mengeraskan rahangnya.


Chris menelan saliva nya, dia amat sangat takut dengan bos nya saat ini. "Dia adalah Beatrice, sahabat atau lebih tepatnya komplotan nona Clara." Jawab Chris.


"Dimana dia? Cepat bawa aku kesana sekarang," Ucap Arthur tidak sabaran karena dengan orang itu dia bisa mengetahui keberadaan kekasih nya.


Chris melirik kearah Bastian, seolah meminta pertolongan. Tetapi Bastian malah mengacuhkan nya. Akhirnya dengan perasaan takut Chris menjawabnya. "Dia telah pergi bersama nona Clara bos," Jawab Chris menundukkan kepalanya.



Brukk!!


Satu bogeman melayang di wajah Chris hingga pria itu kembali tersungkur di lantai.


"MEMANG DASAR KEPARAT TIDAK BERGUNA!" teriak Arthur murka.


Bastian menelan saliva nya melihat kemurkaan bos nya itu, sebelumnya Arthur tidak pernah semurka ini dan ini adalah pertama kalinya dia melihat bos nya itu sebegitu marah dan murka nya, hanya karena masalah seorang wanita.


Arthur kembali menendang dan menghajar Chris, kali ini Bastian tidak berani melerai atau menghentikan bos nya itu karena Arthur sudah sangat tersulut emosi nya. "Ma ma maaf bos, tapi aku barusan menemukan lokasi tempat tinggal mereka berdua," Seru Chris sembari melindungi kepalanya dengan keduanya tangannya, agar terlindungi dari hajaran bos nya itu.


"Cepat katakan dimana tempat itu," Seru Arthur mengeraskan rahangnya.


"Biarkan aku membawa mu kesana bos." Timpal Chris.


Arthur tidak berkata apa pun ia langsung berjalan lebih dulu kearah luar. Bastian pun akhirnya memapah Chris keluar. "Bukankah aku sudah memperingatkan mu!" Seru Bastian sembari memapah Chris.


"Bos tidak akan tenang, sebelum wanita itu ditemukan," Ucap Bastian.


Mereka bertiga pun akhirnya sudah berada di dalam sebuah mobil dengan satu seorang sopir. Chris duduk di sebelah supir sedangkan Arthur dan Bastian duduk di kursi belakang. Mereka pun pergi menuju lokasi yang diarahkan oleh Chris. Dan beberapa mobil jeep milik anak buah the devil's mengikuti mereka dari belakang.


"Cepat!" Perintah Arthur dingin sehingga membuat sang sopir itu ketakutan.


"Baik bos, " Jawabnya dengan tangan yang sudah gemetaran memegang setir kemudi.


Tidak lama kemudian mereka pun telah tiba di lokasi yang dikatakan oleh Chris. Arthur turun dengan cepat dari mobil. ia langsung masuk kedalam sebuah rumah kecil yang berada hampir di tengah hutan itu. Chris dan Bastian serta beberapa anak buah mengikuti Arthur masuk kedalam rumah kecil itu.



"Cepat cari di seluruh tempat," perintah Bastian.


Arthur menyusuri setiap ruangan dan setiap sudut yang ada disana, dia sangat berharap Clara ada di tempat itu tapi amat sangat disayangkan harapannya harus kembali pupus karena ia tidak menemukan siapapun disana, begitu pun dengan para anak buahnya yang lain, mereka juga tidak menemukan siapapun di kawasan itu.


Arthur kembali tersulut emosi dan memukul dinding tempat itu hingga retak bahkan tangannya pun sedikit mengeluarkan darah. "Bos, cepat kemari," panggil Chris dari dalam salah satu ruangan yang ada disana.


Arthur pun melangkah kan kaki nya menuju tempat anak buah nya itu. "Kau menemukan nya?" tanya Arthur langsung.


"Maaf tidak bos, tapi kau coba lihatlah ini," ucap Chris menunjuk komputer yang ada di hadapan nya.


Arthur mengerutkan keningnya, ia pun mendekati menja kecil itu yang terdapat layar monitor komputer di atasnya. setelah di depan monitor itu, Chris menekan tombol enter pada keyboard komputer itu hingga muncul sesuatu di layar tersebut.


...Ternyata di layar monitor tersebut bertuliskan,...


...'DANIELLO\=BERLIAN'...


"Daniello\=berlian," gumam Arthur dengan menautkan kedua alisnya.


"Daniello? bukankah dia adalah direktur dari perusahaan xx yang pernah anda blacklist, bos," seru Bastian.


"Mungkin dia adalah dalang di balik ini semua bos." Seru Chris.


BERSAMBUNG.