
Setelah itu semua yang ada di ruangan itu pergi keluar kecuali Arthur karena dia tidak mau meninggalkan Clara dan ingin selalu menjaganya.
•
•
•
Keesokan paginya Arthur dan putra nya duduk di dekat Clara yang masih terbaring dan belum sadar kan diri. "Daddy,, kapan mommy akan bangun?" Tanya Aarav yang duduk di sebelah Clara di atas ranjang.
"Sebentar lagi pasti mommy bangun, boy." Seru Arthur tersenyum.
Jari-jari tangan Clara yang di pegang oleh Arthur bergerak sehingga Arthur kaget dan Clara pun perlahan membuka kedua kelopak matanya. "Baby..." ucap Arthur lembut.
"Mommy." Seru Aarav tersenyum.
Saat kedua matanya terbuka, Clara melihat dua sosok pria tampan yang berada disamping nya dan tengah menatap nya dengan tersenyum.
Clara membuang pandangan nya saat melihat kearah Arthur, dan Arthur tahu jika Clara pasti masih marah kepadanya.
"Sayang, kenapa kau disini?" Tanya Clara tersenyum tipis kepada putra nya.
"Aarav disini tentu saja ingin menemani mommy." Jawab Araav.
"Terimakasih karena telah menjaga mommy," Ucap Clara dengan senyuman yang lebar.
"Seharusnya mommy mengucapkan itu kepada daddy. Karena daddy lah yang sedari kemarin selalu menjaga mommy sampai-sampai daddy tidak tidur semalaman demi menjaga mommy loh." Seru Aarav.
Clara merasa sedikit terkejut mendengar penjelasan putra nya itu, "Boy, uncle Bastian memanggilmu katanya dia punya mainan terbaru untukmu." Seru Arthur.
"Benarkah dad?" Seru Aarav dengan mata yang berbinar-binar.
"Iya, cepat kau temui uncle Bastian di luar." Jawab Arthur tersenyum.
"Okay dad." Jawabnya.
"Mommy Aarav pergi sebentar ya, nanti Aarav temani mommy lagi." Ucap Aarav.
"Iya sayang." Jawab Clara dengan senyuman manisnya, hingga membuat Arthur terpesona melihat nya.
Setelah Aarav pergi, raut wajah Clara langsung berubah menjadi datar. "Terimakasih karena telah mengawasi ku," Ucap Clara karena dia berpikir pasti Arthur menjaganya karena pria itu takut kalau dirinya akan melarikan diri, padahal Arthur sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu.
"Kau pasti mengawasi ku semalaman, karena takut aku akan melarikan diri, iya kan?" Ucap Clara.
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" ucap Arthur sedikit kesal tapi dia harus bisa menahan nya karena tidak mau membuat kondisi Clara semakin buruk.
Clara membalikkan posisi dengan membelakangi Arthur. "Kau tenang saja, aku tidak akan melarikan diri darimu jadi aku mohon lepaskan sahabat ku." Ucap Clara dengan suara yang bergetar.
"Sebaiknya kau makan dulu, lalu setelah itu minum obat." Ucap Arthur lembut.
"Aku tidak mau," Jawab Clara.
Arthur memejamkan kedua matanya dan menarik nafasnya, ia mencoba menenangkan dirinya supaya tidak mengeluarkan kekesalannya lantaran Clara yang sangat ceroboh karena mengabaikan kesehatan nya, sampai-sampai dia tidak sadarkan diri semalaman. Sungguh membuat Arthur di lada ke khawatiran yang sangat berat, Kepala nya di penuhi dengan pikiran yang menakutkan dimana Clara tidak akan bangun lagi, tapi Arthur menepis pikiran tersebut, dan selalu mengecek nafas Clara hingga membuat dia tidak bisa tidur semalaman.
"Baiklah. Aku akan melepaskan sahabatmu asalkan kau mau makan dan meminum obat, ya." Ucap Arthur lembut.
Clara langsung kaget dan kembali membalikkan badannya ke arah Arthur. "Benarkah?" tanya Clara.
"Hmmm, iya." Jawab Arthur tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
"Kau janji?" Seru Clara.
"Iya baby, aku janji." Ucap Arthur.
Pipi Clara tiba-tiba merah merona karena mendengar Arthur memanggilnya dengan sebutan 'baby' dengan sangat lembut, seperti Arthur memanggilnya dulu. Clara sedikit menundukkan kepala nya karena malu, Arthur mengelus kepala nya dengan sentuhan yang lembut. "Maafkan aku, karena telah bersikap kasar terhadap mu." Ucap nya lembut.
Clara pun sontak mengangkat kepala nya dan membulatkan matanya. "Hah!" ucap Clara menatap heran.
"Maafkan aku, baby." Ucap Arthur kembali dengan wajah yang merasa bersalah.
"Kenapa? Kenapa kau meminta maaf kepada ku." Tanya Clara.
"Karena sebelum nya aku sudah memperlakukan mu dengan sangat kasar." Ucap Arthur dengan menundukkan kepala nya karena dia sangat merasa menyesal atas perbuatan nya.
"Heii. Aku tahu kenapa kau melakukan itu semua, kau pasti sangat marah dan kecewa karena aku telah mengkhianati mu, siapapun berada di posisi itu, pasti juga akan melakukan hal yang sama. Seharusnya, akulah yang harus meminta maaf padamu." Ujar Clara seraya memegang dagu milik Arthur dan mengangkat nya.
"Aku sangat mencintaimu Clara." Ucap Arthur senduh.
"Aku juga darling." Jawab Clara.
Wajah Arthur langsung tersenyum saat mendengar Clara memanggilnya dengan panggilan itu."Terimakasih baby. Mulai sekarang kita buka lembaran baru dan memulai kembali semuanya." Ucap Arthur lembut.
BERSAMBUNG.