
Setelah berhasil menemukan Clara, Arthur bergerak dengan cepat menyuruh seluruh anak buahnya untuk segera mencari informasi Clara sedetail mungkin selama di Yunani. Karena Arthur takut Clara benar-benar sudah mempunyai keluarga dengan pria lain selama ini, seperti yang selalu ada dalam pikiran nya, jika hal itu benar terjadi maka Arthur akan segera menghabisi pria tersebut tepat di depan Clara.
Akan tetapi setelah anak buah Arthur berhasil menemukan semua informasi Clara, mereka tidak menemukan jika Clara memiliki hubungan dengan pria manapun selama ini. Namun mereka justru menemukan hal yang sangat mengejutkan dimana Clara memiliki seorang putra . Awalnya Arthur terkejut dan marah kala mengetahuinya namun saat melihat foto dan marga anak itu tiba-tiba kemarahannya langsung meredam. "Ternyata dia putraku." Gumam Arthur yang memegang foto seorang pria kecil yang menurutnya sama persis dengan foto dirinya saat masih kecil dulu. Arthur tidak pikir panjang lagi, dia langsung menyuruh Bastian untuk menyiapkan helikopter pribadi nya dan terbang menemui putra nya untuk menjemput nya kembali.
•
•
•
•
•
Di tempat lain Clara tampak termenung di depan jendela kamar nya, dia menatap hamparan laut yang luas dari sana. Sejak semalam Arthur tidak datang ke sana hingga membuat Clara berpikir apa yang sedang dilakukan pria itu. "Bagaimana caranya aku pergi dari sini." Gumam Clara.
Cklek!! Pintu kamar tersebut terbuka dan menampakkan seorang pria. Clara membalikkan tubuhnya. "Bastian!" Ucap Clara.
Arthur melarang Bastian untuk ikut pergi dengannya karena dia ingin Bastian tetap menjaga Clara disana.
"Saya datang untuk mengantarkan makan siang anda nona," ucap Bastian sembari meletakkan nampan makanan di atas meja yang ada di kamar itu.
"Aku tidak butuh itu sebaiknya kau bawa kembali saja. " Ucap Clara.
"Anda harus menjaga kesehatan anda nona, kalau sampai anda sakit bos Arthur pasti akan khawatir." Ucap Bastian.
"Iblis seperti dia tidak akan peduli." Ucap Clara kesal.
"Iblis? Heh." Ucap Bastian menyeringai.
Clara mengerutkan keningnya.
"Anda tahu nona, awalnya saya mengira jika anda adalah seorang malaikat yang akan mengubah hidup bos Arthur menjadi lebih baik dan membuat nya bahagia. Tetapi ternyata anda adalah seorang iblis wanita yang telah menghancurkan hidup bos Arthur dengan penghianatan yang anda berikan kepada nya. Seharusnya anda tahu siapa iblis yang sesungguhnya." Ucap Bastian dengan menekan setiap ucapannya.
Clara terdiam mendengar ucapan Bastian itu. Bastian pun akhirnya keluar dari kamar tersebut dan kembali menguncinya. "Kau benar, jika aku lah iblis yang sesungguhnya." Ucap Clara pelan dan tanpa sadar air matanya menetes.
•
•
•
•
Malam hari nya, Arthur terpaksa harus menunda keberangkatannya karena tiba-tiba cuaca tidak bersahabat dan dia tidak mau jika sampai terjadi sesuatu sama putranya. Saat ini Arthur dan Aarav sedang menikmati makan malam di Restoran Hotel tempat nya dan putra nya akan menginap malam ini. "Apa daddy sudah menghubungi mommy?" tanya Aarav di sela-sela makannya.
"Tidak. Daddy mau memberikan surprise untuk mommy mu," Jawab Arthur tersenyum.
"Wah... Pasti mommy benar-benar akan sangat terkejut dad." Seru Aarav tersenyum senang.
Setelah selesai makan malam, mereka pun kembali ke kamar. Aarav melompat naik ke atas ranjang. "Kasur nya empuk sekali dad," Seru Aarav.
"Emangnya kasur kamu seperti apa?" Tanya Arthur duduk di pinggir ranjang melihat putra nya.
"Kasur Aarav jauh lebih nyaman di banding ini dad." Jawab Aarav.
"Benarkah?" Ucap Arthur.
"Iya karena ada mommy yang selalu menemani Aarav tidur." Ucap Aarav tersenyum bahagia.
"Kau sangat mencintai mommy mu?" tanya Arthur.
"Tentu saja, sama seperti daddy yang mencintai mommy." Jawab Aarav.
Arthur tiba-tiba terdiam mendengar ucapan putranya itu dia tampak termenung. "Daddy!" Panggil Aarav.
Arthur langsung tersadar kembali. "Iya boy?" Ucap Arthur.
"Apa daddy sangat mencintai mommy?" Tanya Aarav.
Arthur tersenyum mendengar pertanyaan putranya itu. "Tentu saja, daddy sangat mencintai mommy mu." Jawab Arthur.
"Baguslah. Apa daddy tahu jika mommy juga sangat mencintai daddy." Ucap Aarav.
Arthur menautkan kedua alisnya. "Bagaimana kau tahu?" Ucap Arthur.
"Tentu saja Aarav tahu. Karena selama daddy pergi ada banyak pria yang mencoba mendekati mommy tetapi mommy mengacuhkan mereka semua. Bahkan hampir semua pria itu dari keluarga kaya. Karena itu Aarav berpikir jika tidak ada pria yang bisa menggantikan posisi daddy di hati mommy." Jelas Aarav.
Arthur hanya tersenyum mendengar nya. "Daddy!" panggil Aarav pelan.
"Iya boy?" timpal Arthur yang berbaring disamping putranya dan mengelus-elus rambut nya dengan lembut.
"Kita tidak akan berpisah lagi kan? Mommy, daddy dan Aarav, akan bersama selama nya kan." Ucap Aarav.
"Iya boy, kau tenang saja. Mulai sekarang kita akan selalu bersama." Jawab Arthur.
Tidak lama Aarav pun tertidur. Arthur mengecup kening putranya dan menyelimuti tubuhnya. "Maafkan daddy karena baru menemukan mu nak." Ucap Arthur.
Setelah itu, Arthur turun dari ranjang dan berjalan ke dekat jendela sembari menghubungi seseorang dengan handphone nya. "Wanita itu bersama kalian?" tanya Arthur.
'Iya bos, kami telah menahannya.' jawab seorang anak buahnya.
"Besok kalian langsung bawa dia ke Chicago. Dan jangan lakukan apapun sebelum aku menemuinya." Perintah Arthur dingin.
Saat ini Beatrice tengah berada di tangan para anak buah Arthur. Mereka langsung menahan Beatrice saat wanita itu mencoba untuk mengejar mobil Arthur. *Tuhan, kumohon jaga Clara dan Aarav, jangan sampai mereka terluka,aku mohon* batin Beatrice yang tubuhnya di ikat kuat dengan tali besar dan mulut tertutup.
BERSAMBUNG.