
Di tempat lain. Bastian baru tiba di markas The devil's yang berada di daerah Chicago. Semua anak buah yang berada disana langsung menyambut kedatangan wakil ketua mereka. "Selamat datang tuan," Ucap anak buah the devil's.
"Dimana dia?" Tanya Bastian.
"Dia di kurung di penjara bawah tanah tuan, saat ini tuan Chris juga sudah berada disana." Jawab nya. Bastian pun langsung pergi ke penjara bawah tanah.
Di penjara bawah tanah, tepatnya tempat dimana Beatrice sekarang di kurung disana. Tubuh Wanita itu tampak kurus dan terlihat tidak berdaya, dia duduk dilantai dengan menekuk kedua kakinya dan tampak linglung. "Apa wanita itu masih hidup?" tanya Bastian kepada Chris saat baru tiba disana.
"Hmmm... Tapi kenapa bos melarang kami untuk memberikan nya pelajaran, kau tahu aku sangat ingin menghajarnya." Celoteh Chris karena dia sangat kesal lantaran bos nya memberikan perintah untuk tidak menyentuh atau menyakiti Beatrice padahal wanita itu telah bersikap keterlaluan.
"Nanti akan aku sampaikan kepada bos keluhan mu itu." Ucap Bastian sembari berjalan mendekati jeruji besi dimana tempat Beatrice di kurung.
"Heii.. Kau mau bos membunuhku." Ujar Chris.
Bastian berdiri di depan Beatrice yang tampak termenung, entah kenapa dia tiba-tiba merasa kasihan terhadap wanita itu, Bastian pun membuka penjara itu dan masuk kedalam nya. "Hei.. Bangun." Ucap Bastian dingin.
Beatrice tidak bergeming sama sekali, ia masih termenung. "Apa kau tidak dengar." Ucap Bastian dingin.
Tiba-tiba Beatrice meneteskan air matanya. "Hiks... Hiks... Hiks.. " Tangis Beatrice yang membuat Bastian bingung kenapa wanita itu tiba-tiba menangis, lalu ia melihat kearah Chris seolah bertanya.
"Dia memang sering seperti itu,sebentar lagi dia juga akan pingsan," Jawab Chris.
Bastian pun memperhatikan nya dan benar saja Beatrice langsung pingsan, "kau lihat kan." Seru Chris dan tanpa sadar Bastian langsung mengangkat tubuh Beatrice dan membawanya keluar, sampai-sampai membuat Chris bingung dan terkejut melihat sikap Bastian itu. "Hei, Bastian kenapa kau membawanya, biarkan saja dia terbaring disana." Seru Chris mengikuti langkah Bastian dari belakang.
Bastian tidak menghiraukan nya, ia terus melangkah membawa Beatrice keluar dari ruang bawah tanah itu dan menempatkannya di sebuah kamar yang berada di markas dan lalu ia membaringkan nya di atas kasur. "Apa yang kau lakukan?" Tanya Chris heran.
"Apa kau buta, tidakkh kau melihat dia pingsan barusan." Jawab Bastian.
"Terus?" ucap Chris.
"Apa kau akan melihatnya terbaring begitu saja." Ucap Bastian sedikit kesal.
"Hei brother, tidakkah kau lupa apa yang telah dilakukan oleh wanita ini." Seru Chris menunjuk Beatrice.
Bastian terdiam, sebenarnya dia juga merasa bingung dengan dirinya kenapa dia tiba-tiba menolong wanita itu pikirnya. *ada apa dengan diriku, kenapa aku menjadi simpati dengan wanita ini* batin Bastian.
"Besok," Jawab Bastian singkat.
"Bos benar-benar membuatku heran, kenapa dia melarang kami untuk memberikan pelajaran terhadap wanita itu dan sekarang dia malah menyuruhmu untuk membawanya." Ujar Chris heran.
"Kau mau aku memberitahu mu?" ucap Bastian mengangkat satu alisnya.
Chris langsung menganggukkan kepalanya. "Bos akan segera menikah dengan nona Clara." Ucap Bastian.
"APA?" ucap Chris sangat terkejut mendengar nya.
"Kenapa bos mau menikahi wanita itu? Apa bos lupa kalau wanita itu telah mengkhianati nya dan telah membuat dia menderita selama ini dan bukankah bos sangat membenci nya. " Protes Chris yang sepertinya tidak terima dengan keputusan bos nya itu.
"Bos tidak pernah membencinya. Kau tahu kenapa? Karena perasaan cinta bos terhadap nona Clara sangat besar, semua itu bisa di lihat dari matanya dan tatapan nya saat melihat nona Clara, dimata bos tidak ada yang lebih penting dari wanita nya." Jelas Bastian.
"Kenapa bos masih mencintai wanita itu padahal wanita itu telah mengkhianati nya." Ujar Chris.
"Karena tidak ada yang bisa mengalahkan cinta, apalagi ditambah bos sudah mempunyai putra." Ucap Bastian yang membuat Chris membulat kan matanya.
"Putra? Apa maksud mu Bastian," Ucap Chris.
"Kau tidak tahu kalau bos sudah mempunyai seorang putra yang berumur empat tahun." Ucap Bastian.
"Bagaimana aku bisa tidak mengetahuinya." Ujarnya kaget.
"Kau mau tahu kenapa?" Ucap Bastian mengangkat alisnya.
"Karena kemampuanmu semakin buruk." Lanjut nya.
"Ckk.. Kau juga pasti baru mengetahuinya kan, coba saja kalau wanita itu belum ditemukan, pasti kita tidak akan pernah tahu." Ucap Chris sedikit kesal.
"Berhenti memanggilnya seperti itu jika kau tidak mau bos menghajar mu." Ucap Bastian karena Chris selalu menyebut nama Clara dengan sebutan 'wanita itu'.
"Ckkk... " Decak Chris kesal dan memalingkan wajahnya dari Bastian.
BERSAMBUNG.