
Arthur mencekik leher Daniello. "KATAKAN DIMANA DIA SEKARANG!" teriak Arthur marah sehingga suaranya menggema.
"A a a a k u ti dak t t tau, tu tu tuan." Jawab Daniello terbata karena Cengrakm kuat dari Arthur di lehernya.
Emosi Arthur semakin memuncak, ia pun mencekik leher Daniello dengan semakin kuat sehingga wajahnya sudah sangat memerah. Lalu kemudian Arthur melepaskan tangannya dari leher Daniello, hingga Daniello menjadi terbatuk-batuk.
"Bastian, berikan belatihku." Seru Arthur dingin dan matanya menatap tajam kearah Daniello.
Mereka semua yang berada di ruangan itu langsung bergidik ngeri saat bos mereka meminta belatih kesayangannya kepada Bastian. "Ini bos," Seru Bastian menyodorkan sebuah belatih yang masih terbalut dengan tempatnya.
Arthur pun langsung mengambil nya dan mengeluarkan belatih nya lalu membuang tempat belatih itu ke sembarang arah. Daniello bertambah ketakutan saat melihat Arthur mengeluarkan belatih berbahaya itu. Kenapa tidak, Arthur mengeluarkan belatih yang bernama JagdKommando yang dimana memiliki bentuk yang tak biasa karena tiga sisinya sama tajam. Belum lagi bentuknya diputar spiral serta memiliki ujung yang sangat runcing. Dan Efek tusukannya juga sangat mematikan bahkan dokter mengaku kesulitan menjahit luka akibat tusukan pisau Jagdkommando tersebut. Saking bahayanya, belatih ini diproduksi secara terbatas.
Beberapa anak buah the devil's bahkan langsung menundukkan kepala mereka lantaran takut, saat melihat Arthur yang sudah mengeluarkan belatih mematikan tersebut. "Tuan saya mohon tolong ampuni saya tuan, saya akan langsung mengembalikan kembali berlian itu kepada anda tuan." Ucap Daniello memohon kepada Arthur.
"Aku tidak menginginkan berlian itu tapi aku mau tau dimana Clara sekarang." Ucap Arthur dingin dan meletakkan ujung pisau itu ke keningnya Daniello, hingga tanpa sadar darah mulai mengalir turun ke hidung milik Daniello, melihat darah yang sudah berjatuhan itu Daniello langsung menangis dan memohon ampun kepada Arthur.
Tetapi Arthur tidak memperdulikan nya, dia menyusuri wajah Daniello menggunakan belatih nya itu hingga membuat tubuh Daniello gemetar ketakutan dan merasakan sangat sakit akibat belatih tersebut. Wajah Daniello sudah dipenuhi dengan luka dan darah yang bercucuran. Setelah puas melukai wajah Daniello, Arthur pun beralih memindahkan belatih tersebut ke tubuh Daniello hingga pria itu terus merintih kesakitan. "Ha-ha-ha," Entah kenapa Daniello tiba-tiba tertawa seperti orang gila.
"Hahaha.. Kau gila karena wanita murahan itu Arthur bodoh. " Seru Daniello yang entah darimana mendapatkan keberanian tersebut.
"Jaga ucapan mu," Ucap Arthur marah dan meletakkan belatih tersebut ke lehernya Daniello.
"Kau pikir dia mencintaimu, tetapi sebenarnya tidak, wanita itu hanya ingin memanfaatkan kamu Arthur, dia sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun padamu. Kau telah di bodohi oleh nya Arthur." Seru Daniello.
"Mungkin saat ini dia sedang bersenang-senang dengan pria lain. Hahaha nasib mu memang menyedihkan Arthur, pria kejam seperti mu tidak akan pernah mendapatkan cinta dari siapapun." Sambungnya.
"Hahahaha, " Tawa Daniello yang sudah gila itu.
Arthur menatap tajam bahkan sangat tajam kepada Daniello yang masih tertawa itu. Wajah Arthur sudah merah padam dan nafas nya juga sudah mengebu-gebu karena terpancing emosi dengan ucapan Daniello tersebut. Dengan emosi yang bergejolak, Arthur langsung menusukkan belatih tersebut ke perut Daniello hingga pria itu berteriak kesakitan dan menyemburkan darah di mulut nya.
Arthur pun menusuk tubuh Daniello bertubi-tubi secara brutal, layaknya seperti se ekor singa yang mencabik-cabik mangsanya, tidak lama Daniello pun tewas akibat tusukkan tersebut. "Argghhh." Teriak Arthur yang benar-benar emosi.
Bastian dan Chris merasa kasihan terhadap bos mereka yang benar-benar telah kehilangan kendali itu, Arthur tidak henti-hentinya mencabik-cabik tubuh Daniello walaupun sudah mati itu bahkan baju nya sudah dipenuhi oleh darah dan bahkan tubuh Daniello sudah hancur berantakan akibat ulah Arthur yang menggila tersebut dan ruangan itu juga sudah dipenuhi oleh darah. benar-benar psychopath ya gess, sungguh mengerikan.
BERSAMBUNG.