
"Hufft.. Bastian perintahkan beberapa anak buah untuk menjaga mereka." Ucap Arthur yang akhirnya mengizinkannya.
"Baik bos." Ucap Bastian.
"Rupanya kau masih tidak percaya padaku." Ucap Clara cemberut.
"Bukan begitu baby.. Aku bukan tidak percaya kepadamu tapi aku tidak bisa mempercayai dia." Ucap Arthur melihat kearah Beatrice hingga membuat Beatrice langsung menundukkan kepalanya.
Clara melihat kearah Beatrice sekilas, dan lalu ia menyubit perut Arthur karena telah menakuti sahabat nya.
•
•
•
•
Kedua wanita itu akhirnya berjalan-jalan disekitar pantai walau harus di kawal oleh beberapa anak buah the devil's. "Mereka sungguh mengikuti kita." Ucap Beatrice.
"Sorry ya bee, kau pasti sudah tersiksa beberapa hari ini." Ucap Clara senduh.
"Aku lah yang harusnya mengucapkan itu Clar, ini semua salah ku karena telah membawamu pergi." Ucap Beatrice.
"Hei, kau tidak pernah memaksa ku, aku pergi memang karena kemauan ku sendiri." Ucap Clara, mereka berdua pun tersenyum dan berpelukan.
"Aku sangat mengkhawatirkan mu saat tahu kamu di bawa pergi olehnya. Saat aku mau dibawai kemari, aku pikir kita akan di eksekusi bersama." Ucap Beatrice.
"Jadi sebelum nya Bastian tidak memberitahumu kalau aku yang meminta kamu untuk dibawa kesini." Ujar Clara.
"Tidak, dia justru mengatakan kalau kita tidak akan selamat dari hukuman." Jelas Beatrice dengan wajah kesal.
"Arthur tidak pernah menyakiti ku bee, justru aku yang menyakiti diriku sendiri... Aku sungguh tidak menyangka jika cintanya kepadaku sungguh dalam dan tulus." Ucap Clara.
"Aku harap kau selalu bahagia Clara." Ucap Beatrice tersenyum.
"Aku juga berharap kau selalu bahagia bee." Balas Clara tersenyum.
"Oh ya, dimana pria kecilku?" Tanya Beatrice.
"Hufft... Dia akhir-akhir ini sedang fokus belajar berkuda." Keluh Clara.
"Biarkan dia belajar sesuatu yang sedikit menantang Clar, karena dia sebentar lagi akan tumbuh menjadi seorang pria dewasa, kau harus membiarkan dia berkembang Clar." Seru Beatrice memberikan sedikit nasehat kepada sahabatnya itu karena Clara terlalu mengkhawatirkan Aarav.
Clara menganggukkan kepalanya pelan. "Kau benar bee, aku terlalu mengkhawatirkan nya," Ucapnya.
•
•
•
•
Di sisi lain, Arthur tampak sedang mengawasi putra nya yang sedang berlatih menembak. "Dia memang putraku." Ucap Arthur melihat Aarav yang cukup mahir menggunakan pistol.
"DADDY!!" Teriak Aarav berlari memeluk Arthur karena Arthur dan Bastian berjalan mendekati nya.
"Good boy, kemampuanmu semakin baik." Puji Arthur mengosok kepala putranya.
"Thanks daddy. Aarav sangat menyukai latihan ini." Seru Aarav.
"Tapi kau harus segera membersihkan dirimu karena mommy terus menanyakan mu boy." Ucap Arthur tersenyum.
"Daddy benar, kalau mommy tahu dia pasti akan marah." Ucap Aarav.
Aarav pun pergi dengan seorang pengawal untuk membersihkan dirinya, sedangkan Arthur dan Bastian menunggunya disana. Sembari menunggu putra nya selesai, Dia dan Bastian duduk sembari meminum kopi. "Bagaimana? Apa semua persiapannya sudah siap?" Tanya Arthur.
"Sudah bos, besok mereka akan segera mendekorasi halaman belakang untuk tempat acara pernikahan anda nanti dan untuk gaun nona Clara saya akan meminta bantuan kepada Beatrice untuk menyiapkannya." Ujar Bastian.
"Kau harus terus mengawasi wanita itu, jangan sampai dia merencanakan sesuatu." Perintah Arthur.
"Baik bos, dia akan berada di dalam pengawasan ku sendiri." Jawab Bastian.
Arthur melihat kearah Bastian dengan tatapan yang sulit diartikan dan lalu dia membuang mukanya kembali. Tidak lama Aarav datang setelah selesai membersihkan dirinya, mereka bertiga akhirnya pergi meninggalkan tempat latihan menembak itu. "Dimana mommy dad?" Tanya Aarav sembari menggandeng tangan Arthur.
"Mommy sedang berjalan-jalan, sebentar lagi dia akan kembali boy,jadi mari kita tunggu mommy di ruang keluarga." Ucap Arthur.
BERSAMBUNG.