
"Mommy sedang berjalan-jalan, sebentar lagi dia akan kembali boy,jadi mari kita tunggu mommy di ruang keluarga." Ucap Arthur.
"Okay daddy." Seru Aarav.
Mereka bertiga pun akhirnya duduk menunggu di ruang keluarga dan tidak lama Clara bersama Beatrice kembali. "AUNTY!!" Teriak Aarav berlari dan langsung memeluk Beatrice saat melihat kehadiran wanita itu.
"Boy... Aunty sangat merindukanmu," Ucap Beatrice memeluk Aarav.
"Aarav juga sangat merindukan aunty, aunty kenapa baru datang kemari?" Tanya Aarav.
"Emmm... Aunty ada sedikit urusan boy, maafkan aunty ya." Ucap Beatrice.
"Okay Aarav bakalan maafin aunty tapi Aarav punya syaratnya loh." Ucap Aarav melepaskan pelukannya.
"Apa boy?" Tanya Beatrice.
Aarav menggerakkan tangannya seolah menyuruh Beatrice untuk menundukkan tubuhnya, Beatrice pun mengikutinya dan lalu Aarav membisikkan sesuatu di telinga Beatrice. "Aunty harus mengajariku bermain video game." Bisik Aarav.
"Okay dengan senang hati my boy." Jawab Beatrice lalu mencium pipi Aarav.
"Syarat apa yang kau pinta kepada aunty mu, sayang." Ucap Clara.
"Secret mom!" Jawab Aarav lalu berjalan kembali kearah sofa dimana dua pria sudah duduk menunggu mereka disana.
"Masih kecil sudah main rahasia-rahasia sama mommy ya." Ucap Clara sembari duduk disamping Arthur sedangkan Beatrice duduk di seberang nya dimana dia duduk di sofa yang sama dengan Bastian namun dengan jarak yang cukup jauh.
"Baby!!" Ucap Arthur lembut.
"Iya darling." Jawab Clara melihat kearah Arthur.
"Apa kau lelah habis berjalan-jalan?” tanya Arthur.
Clara tersenyum dan menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Arthur tersebut. "Uncle Bastian!" Panggil Aarav yang duduk di dekat Arthur.
"Iya bos kecil." Jawab Bastian.
"Kenapa uncle Bastian juga tidak bertanya kepada aunty Beatrice?" Seru Aarav.
"Hah.. Bertanya apa bos kecil?" Tanya Bastian sedikit bingung.
Clara hanya mengulum senyum nya apalagi dia melihat wajah kesal sahabat nya itu, karena sebelumnya Aarav memang suka menjodohkan Beatrice dengan beberapa pria yang ditemuinya. "Maaf bos kecil, tapi uncle dan aunty mu tidak memiliki hubungan layaknya daddy dan mommy mu." Jawab Bastian.
"Kalau begitu kenapa kalian tidak menjalin hubungan yang sama dengan daddy dan mommy?" Ucap Aarav.
"Kita..... " Ucap Bastian terpotong karena Beatrice tiba-tiba tertawa tidak jelas.
"Hahaha....." Beatrice tiba-tiba tertawa keras hingga membuat orang yang ada disana memperhatikan nya. Apalagi Bastian dia tampak sedikit menarik bibirnya melihat tingkah absurd wanita yang ada disampingya.
"Kenapa aunty?" Tanya Aarav.
"Boy, sepertinya aunty tidak bisa memenuhi syarat mu, menemanimu bermain video game 24jam itu." Ucap Beatrice menyeringai karena dia sengaja mengatakan itu untuk membuat Aarav dihukum oleh Clara karena Clara sangat melarang putra nya itu untuk bermain video game.
"APA!" Kaget Clara.
"AUNTY!!" Teriak Aarav kesal.
"Aarav ikut mommy ke atas." Perintah Clara.
"Mom...." Ucap Aarav memelas.
"Naik ke atas." Tegas Clara.
"Aunty kenapa kau memfitnah ku, aku tidak mengatakan sampai 24jam loh." ucap Aarav kesal karena Beatrice melebihkan ucapannya.
Beatrice menjulurkan lidahnya mengejek anak kecil itu.
"Daddy, help me." Ucap Aarav memelas kepada Arthur.
"Baby...." Ucap Arthur langsung dipotong oleh Clara.
"Shut up! Jika kau tidak ingin tidur diluar." Tegas Clara.
Arthur pun benar-benar langsung diam setelah mendengar ancaman dari Clara itu. "Dasar daddy penakut." Ucap Aarav kesal dan naik ke atas dengan di ikuti oleh Clara di belakangnya.
*Maafkan daddy boy, daddy benar-benar tidak mau tidur diluar* batin Arthur.
BERSAMBUNG.