
Keesokan harinya, Arthur pergi menemani putra nya untuk latihan menembak tanpa di di dampingi oleh Bastian karena pria itu sekarang tengah bersama dengan Clara dan Beatrice di sebuah ruangan untuk Clara memilih gaun pengantin nya besok. Clara memasuki ruangan ganti untuk mencoba salah satu gaun yang ia pilih dengan ditemani oleh seorang designernya untuk membantu Clara. Beatrice sangat merasa canggung berada diruangan itu karena hanya berdua bersama dengan Bastian saja, "Nona Beatrice!" Panggil Bastian yang berdiri tidak jauh dari sofa Beatrice duduk.
"I i iya." Jawab Beatrice canggung.
"Besok anda jangan sampai membuat kesalahan saat mendampingi nona Clara berjalan di altar." Ucap Bastian.
"Ckk kau tidak perlu memberitahu, aku juga pasti akan melakukan yang terbaik buat sahabat ku." Ucap Beatrice.
Bastian berjalan melangkah mendekati Beatrice sehingga membuat wanita itu gugup, "Apa kejadian kemarin menganggumu?" Bisik Bastian menggoda Beatrice di telinganya.
"A a a apa?" Beatrice menjadi kaget dan tersipu mendengar nya.
"Mohon maaf jika kemarin saya telah lancang nona, sehingga membuat anda gelisah." Sambung Bastian yang mengucapkan kata-kata tersebut seperti menggoda Beatrice.
Beatrice menjadi kesal lantaran Bastian terus mengodanya. "Anda tidak perlu meminta maaf, hal seperti itu sering terjadi terhadap orang dewasa jadi lebih baik kita lupakan saja." Balas Beatrice.
Entah kenapa Bastian tiba-tiba menjadi tidak senang mendengar ucapan Beatrice, seolah ciuman mereka kemarin hal yang biasa dilakukan oleh wanita itu. Bastian kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Beatrice tapi tiba-tiba Clara keluar dengan menggunakan pakaian pengantin yang ia pilih, sontak saja Beatrice mendorong tubuh Bastian sehingga menjauh darinya.
"Bagaimana be?" Ucap Clara senang.
"Wow... Kau terlihat sangat cantik sekali Clara." Seru Beatrice excited dan berjalan mendekati nya.
"Benarkah? Aku juga sangat menyukai gaun ini." Ucap Clara senang.
"Tuan Arthur pasti akan sangat terpesona melihat mu besok." Ucap Beatrice.
"Eh, Bastian apa menurutmu Arthur juga akan menyukai gaun ini?" Tanya Clara kepada Bastian.
"Bos, akan menyukai apa yang anda suka nona." Jawab Bastian.
•
•
•
•
•
•
•
Di halaman belakang, nampak Arthur dan putra nya duduk santai disana setelah berlatih menembak.
"Daddy.... Apa kita akan tinggal disini selamanya?" Tanya Aarav.
"Tidak boy, kita mempunyai mansion di Amerika nanti kita akan tinggal disana." Jawab Arthur.
"Wow... Daddy kau benar-benar orang kaya, punya jet pribadi, punya pulau pribadi, punya perusahaan dan daddy juga punya mansion." Seru Aarav seraya menghitungnya dengan jarinya.
"Pantas saja mommy sangat mencintaimu daddy." Serunya.
"No boy, mommy mencintai daddy karena cinta dan perasaan tulusnya, begitu pun dengan daddy." Jawab Arthur.
"Apa daddy sangat mencintai mommy?" Tanya Aarav.
"Sangat boy, daddy tidak bisa hidup tanpa mommy mu." Jawab Arthur jujur.
"Tapi cinta Aarav sama mommy lebih besar dari cinta daddy kepada mommy," Seru Aarav.
"Daddy adalah orang yang paling mencintai mommy." Balas Arthur yang tidak ingin kalah.
"Aarav lah yang paling mencintai mommy." Balas Aarav yang juga tidak ingin kalah dari daddy nya.
Akhirnya mereka pun saling berdebat perihal siapa yang paling mencintai Clara.
Hingga panggilan Clara kepada putranya menghentikan perdebatan itu.
"Hai... Anak kesayangan mommy!" Seru Clara dengan nada suara yang terlihat bahagia.
"Hallo... Mommy tercintanya Aarav." Balas Aarav sengaja membuat Arthur kesal dan memeluk Clara.
"Lihatlah dad, walaupun disini juga ada daddy tapi mommy lebih dulu menyapa Aarav, yang artinya Aarav jauh lebih penting dari daddy," Ucap Aarav yang membuat Arthur langsung cemburu.
"Baby.. Apa kau benar lebih mencintai dia daripada aku?" Tanya Arthur cemburu kepada putranya sendiri.
Clara pun merasa bingung dengan sikap kedua pria kesayangannya itu.
"Mommy paling cinta sama Aarav, iya kan mom?" Seru Aarav.
"Tidak, kau pasti lebih memilih aku kan baby." Seru Arthur tak mau kalah.
Beatrice dan Bastian hanya bisa mengulum senyuman melihat tingkah absurd kedua pria itu. *haiiss, apa yang terjadi pada kedua pria ini* batin Clara.
"Mom!" . "Baby!" Ucap Arthur dan Aarav bersamaan.
"Tidak ada yang mommy pilih karena mommy sama-sama mencintai dan menyayangi kalian berdua." Jawab Clara.
Arthur dan Aarav pun langsung memeluk Clara, begitupun dengan Clara. Lalu Arthur mencium wajah Clara dan pria itu menyunggingkan bibir nya melihat kearah putranya,ia sengaja melakukan itu untuk membuat putranya cemburu. Aarav yang melihatnya pun menjadi kesal dan cemburu lantaran daddy nya terus menghujani wajah Clara dengan ciuman. "Daddy.. Hentikan! Jangan sentuh mommy Aarav lagi!" Seru Aarav kesal. Arthur tidak mendengarkan, ia kembali menghujani wajah Clara dengan kecupan. Aarav yang hanya setinggi paha daddy hanya bisa melompat-melompat untuk menjauhkan daddy nya dari mommy nya.
"Darling.. Hentikan," Ucap Clara yang sudah jengah dengan tingkah kekasihnya itu.
"Hiks... Hiks.... Hiks... Mommy!" Tangis Aarav.
Clara pun langsung mendorong tubuh Arthur, saat melihat putranya yang sudah menangis. Clara pun menggendong nya dan mencoba menenangkan putranya dengan memberikan beberapa kecupan di wajahnya, Aarav pun menjadi sedikit tenang dan ia menjulurkan lidahnya kearah daddy nya, sehingga membuat Arthur berdecak kesal. *kau lihat saja boy, karena mommy hanya milik daddy.*
BERSAMBUNG.