
Hari-hari berlalu seperti biasanya perasaan cinta Arthur kepada Clara semakin bertambah terutama jika mereka sedang di atas ranjang pastinya. Malam ini, Arthur mengajak kekasihnya untuk pergi ke sebuah pesta pernikahan sahabat nya, awalnya Clara menolak untuk pergi tapi Arthur terus membujuk nya dan karena perasaan tidak tega akhirnya Clara pun menyetujui ajakan tersebut.
Sembari menunggu kekasihnya bersiap Arthur pergi ke balkon menelpon seseorang. "Darling, aku sudah selesai." Panggil Clara kepada kekasihnya.
"Iya, baby," jawab Arthur.
"Nanti kita bicarakan lagi," ucap Arthur memutuskan panggilan nya.
Arthur berjalan kedalam kamarnya, tiba-tiba dia terpesona melihat kekasihnya yang sangat cantik malam ini dengan gaun malam yang berwarna putih dikenakannya. Tapi Arthur sedikit tidak suka dengan pakaian kekasihnya itu karena menurutnya terlalu terbuka dan ia tidak rela membagi pandangan yang begitu indah itu kepada orang lain karena itu hanya milik nya.
"Baby, ganti pakaian mu." Ucap Arthur mendekati kekasihnya.
"Tidak. Aku tidak mau, kau tahu betapa susahnya aku memilih gaun yang cocok untuk aku pakai darling," ucap Clara cemberut.
"Tapi pakaian ini terlalu terbuka baby, lihat dada mu yang menyembul keluar itu, aku tidak mau para serigala disana melihat nya," ucap Arthur.
"Ya sudah, kalau begitu aku tidak mau pergi." Ucap Clara kesal dan berjalan menuju pintu keluar.
"Aissshh," ucap Arthur mengusap wajahnya dengan gusar.
"Baby, baiklah, baiklah kau tidak perlu mengganti gaun mu okay," ucap Arthur menarik tangan Clara yang sudah berada di depan pintu kamar, lalu Arthur melepaskan jasnya dan menutupi gaun kekasihnya.
"Begini bolehkan?" tanya Arthur lembut.
Clara menganggukkan kepalanya.
•
•
•
•
Sesampainya mereka di pesta tersebut, Arthur mengulurkan tangannya untuk Clara mengandeng nya, Clara pun tersenyum dan mengandeng tangan Arthur. Mereka berdua berjalan memasuki ruangan pesta itu, semua para undangan terpesona melihat pasangan yang terlihat sangat serasi itu, kenapa tidak yang satu sangat tampan dan yang satunya lagi sangat cantik, benar-benar pasangan yang sempurna.
"Menyebalkan," gumam Arthur kesal.
"Hah?" Ucap Clara mendengar ucapan Arthur.
"Lihatlah para serigala itu, mereka semua melihat kearah kamu," ucap Arthur kesal.
"Hufttt," Clara menghembuskan nafasnya dan menggelengkan kepalanya karena sifat pria disebelahnya.
*Tapi para serigala betina disini juga semuanya sedang menatap kamu loh,* batin Clara.
Arthur membawa Clara menuju sang pemilik pesta yang sedang berdiri bersama pasangannya. "Akhirnya kau datang, aku sudah takut kalau kau tidak akan kemari," ucap seorang pria kepada Arthur.
"Dengan berat hati," ucap Arthur datar.
*Ck, berat hati apanya, kau bahkan merengek meminta ku untuk pergi denganmu kesini,* batin Clara.
"Heh, kau selalu saja menyebalkan," balas pria itu.
"Terimakasih brother," balas pria itu menyambut uluran tangan Arthur.
"Oh iya, siapa wanita cantik ini," ucap pria itu dengan tersenyum kearah Clara.
"Perkenalkan aku Clara," ucap Clara tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya.
"Zack, kau jangan coba-coba melawanku," ucap Arthur dingin saat pria itu ingin membalas uluran tangan Clara, sehingga pria itu menarik kembali tangannya.
"Hehehe, maafkan aku brother, aku hanya ingin berkenalan dengan calon kakak ipar ku," ucapnya.
"Dia bukan kakak iparmu," balas Arthur kesal.
"Sudah, sudah kau jangan membuat tuan Arthur selalu kesal baby," ucap seorang wanita yang berada disamping Zack.
"Aku tidak pernah membuat dia kesal baby tapi dia nya saja yang suka darah tinggi," ucap Zack pelan kepada wanitanya.
Clara mengulum senyum nya karena mendengar ucapan pria itu.
"Aku akan menyuruh Bastian mengirim hadiah pernikahan mu secara pribadi kepada mu nanti," ucap Arthur dingin.
"Ti, tidak usah tuan bos Arthur, kedatangan mu adalah kado terindah dalam hidupku." Ucap Zack yang tiba-tiba merasakan tidak enak kala mendengar ucapan hadiah yang diucapkan oleh Arthur apalagi mendengar nama Bastian,pasti bukan hal yang baik pikirnya.
"Tidak apa, kau tunggu saja nanti," ucap Arthur menggandeng tangan Clara untuk pergi meninggalkan pasangan pengantin itu.
"Oh tidak, sepertinya dia akan menghukum ku," keluh pria itu.
"Itu karena memang salah kamu," balas wanita disebelah nya.
"Baby, aku ini suamimu loh," ucap pria itu.
Wanita itu mengangkat bahunya dan pergi berjalan meninggalkan suaminya yang tengah merana itu.
Arthur dan Clara duduk disebuah meja yang memang disiapkan khusus untuk mereka disana. "Darling, aku mau ngambil beberapa cake disana ya," ucap Clara menunjuk sebuah meja makanan.
"Biar, aku suruh bodyguard saja yang mengambilkan nya baby," ucap Arthur.
"Tapi aku ingin memilih sendiri darling," ucap Clara.
"Baiklah, kalau begitu ayo aku temani," ucap Arthur berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Clara.
Clara memilih beberapa kue yang ada disana, Arthur mengikuti kekasihnya itu dari belakang. "Hai, perkenalkan namaku Angel," ucap seorang wanita yang tiba-tiba menghampiri Arthur.
Arthur tidak menghiraukan wanita tersebut, ia malah memeluk kekasihnya itu dari belakang dan mencium tengkuk lehernya. "Apa belum selesai baby," ucap Arthur lembut kepada Clara.
"Sudah darling," ucap Clara mencium pipi Arthur dengan sengaja.
"Ma, maafkan saya telah menganggu," ucap wanita itu langsung pergi dari sana.
Clara dan Arthur kembali duduk di meja mereka. "Pesona mu benar-benar kuat ya," ucap Clara sedikit kesal sambil memakan kuenya.
"Apa kau cemburu baby?" Ucap Arthur menggoda Clara.
BERSAMBUNG.