Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#27



Sore harinya setelah berpamitan kepada sang kekasihnya Arthur bersama dengan Bastian pergi meluncur ke Inggris dengan menggunakan jet pribadinya. "Kenapa aku merasa sesuatu yang buruk akan datang," ucap Arthur kepada Bastian yang duduk diseberang nya.


"Aku akan menambah anak buah untuk melindungi mu bos," ucap Bastian.


"Tidak perlu," ucap Arthur.


"Lebih baik setelah sampai nanti kau hubungi Chris untuk memperketat keamanan di mansion karena aku lebih khawatir kepada Clara," ucap Arthur.


"Baik bos," jawabnya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dari Amerika serikat ke Inggris. Akhirnya Arthur sampai dan mendarat dengan selamat di negara tersebut. Ia dan para anak buahnya pun langsung meluncur ke tempat tujuan nya yaitu mansion utama milik keluarga Grey.


Setelah beberapa saat kemudian, Arthur dan rombongannya pun sampai di sebuah mansion yang sangat besar dan mewah, tidak jauh berbeda dengan mansion milik Arthur tapi mansion ini sedikit lebih besar saja.


Para anak buah disana langsung menyambut kedatangannya dan memberi hormat kepadanya. "Selamat datang tuan Arthur," ucap asisten kepercayaan kakeknya yang telah menunggu nya di depan pintu.


"Terimakasih uncle Paul, dimana kakek," ucap Arthur kepada Paul orang kepercayaan kakeknya dari dulu.


"Tuan besar sudah menunggu anda di ruangan nya," ucap Paul ramah.


"Baiklah aku akan kesana, Bastian kau lebih baik istirahat dulu saja nanti aku akan mencari mu," ucap Arthur.


"Baik bos," jawab Bastian.


Arthur pun pergi bersama dengan Paul menuju ruangan tuan Grey. "Uncle, apa kondisi kakek baik-baik saja selama ini?" tanya Arthur yang berjalan disamping Paul.


"Anda tenang saja tuan, tuan besar baik-baik saja, saya akan selalu menjaganya," ucap Paul.


"Terimakasih uncle, kau adalah orang yang sangat kakek percayai dari dulu," ucap Arthur.


"Sama-sama tuan, saya tidak akan pernah mengecewakan kepercayaan tuan besar kepada saya," ucap Paul tersenyum.


Paul sedikit heran dengan sikap Arthur saat ini, apalagi saat Arthur mengatakan ucapan terimakasih yang kedua kalinya, yang membuat dia bertambah heran karena dari dulu Arthur selalu bersikap dingin kepada siapapun bahkan kepada kakeknya. Tapi hari ini Paul merasa sikap Arthur sedikit berubah menjadi sedikit lembut saat berbicara. *Ada apa dengan tuan Arthur?* Batin Paul bertanya-tanya.


"Tapi kau juga harus ingat untuk menjaga kesehatan mu uncle," ucap Arthur.


"Baik tuan," jawab Paul tersenyum.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan pintu ruangan tuan Lantunio. Paul membukakan pintu untuk Arthur masuk setelah Arthur masuk ia pun menutup nya kembali dan pergi dari sana.



Di dalam ruangan yang cukup luas itu, terlihat seorang kakek² yang duduk di kursi singlenya yang tampak tengah menunggu kedatangan seseorang. "Duduklah," ucap kakek Lantunio.


Arthur pun duduk di salah satu sofa panjang disana. "Aku pikir kau akan mengabaikan perintah ku lagi, tapi tidak disangka ternyata kau tidak melakukan nya kali ini, apa karena wanita yang aku pilih kali ini sesuai dengan selera mu? Bagaimana dia sangat cantik bukan?" Seru kakek Lantunio menggoda cucunya.



"Dasar bocah siala*," ucap Kakek Lantunio kesal.


"Kakek berhentilah melakukan hal konyol itu karena aku tidak akan pernah menyetujuinya," ucap Arthur.


"Makanya cepat cari jodohmu supaya aku tidak melakukan hal itu lagi, kau mengerti," ucap kakek Lantunio


"Aku sudah menemukan nya," ucap Arthur.


"Baguslah," jawab kakek Lantunio yang belum menyimak ucapan cucunya itu, tapi setelah beberapa saat dia menjadi terkejut.


"A, a apa? Kau serius? Kau benar-benar sudah menemukan nya? Kalau begitu dimana dia sekarang? Kenapa kau tidak membawa nya kesini?" seru kakek Lantunio dengan pertanyaan bertubi-tubi.


"Hei kakek tenanglah, kau terlalu berlebihan." Seri Arthur yang melihat kakeknya sangat excited.


"Berlebihan kepalamu, sudah cepat dimana cucu menantu ku itu sekarang," ucap kakek Lantunio.


"Aku tidak membawa nya kemari," ucap Arthur datar.


"Kenapa? " Tanya kakek Lantunio.


"Aku tidak ingin terburu-buru," jawab Arthur singkat.


"Hei bocah, sadarlah umur mu sudah berapa sekarang, apa kau mau dia pergi meninggalkanmu karena kau sudah tua," seru kakek Lantunio.


"Kakek tenang saja hal itu tidak akan terjadi," jawab Arthur.


"Aku tidak akan bisa tenang selama kau belum menikah," ucap kakek Lantunio. Tuan Lantunio dapat merasakan perubahan sikap cucu kesayangannya itu yang menjadi sedikit lembut saat sedang berbicara kepadanya, dia dapat menebak perubahan tersebut pasti karena seseorang.


"Nanti kita bahas itu lagi. Kakek punya tujuan lain menyuruh mu datang kemari," ucap kakek Lantunio.


"Apa?" tanya Arthur dengan mengangkat salah satu alisnya.


"Luke belum tewas jadi kau berhati-hatilah, beberapa anak buah the Devils melihat keberadaan nya di Istanbul satu minggu yang lalu," ujar kakek Lantunio serius.


"Aku sudah menduganya dari dulu, bajingan itu pasti masih hidup tapi aku tidak menyangka dia akan bersembunyi selama ini," ucap Arthur menyeringai.


"Dia pria yang sangat licik, kali ini dia pasti sudah merencanakan sesuatu untuk melukai mu," ujar kakek Lantunio.


"Kakek jangan khawatir, sampai kapanpun dia tidak akan pernah sebanding dengan kekuatan the Devils," seru Arthur.


BERSAMBUNG.