Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#24



Sudah tiga minggu lebih Clara masih belum menemukan tempat keberadaan berlian merah muda tersebut. Tapi hubungan dia dan Arthur semakin dekat dari hari ke hari, hingga membuat hati Clara delima kenapa tidak, perlakuan Arthur terhadap nya benar-benar sangat tulus dan lembut dan membuat hati Clara menjadi sangat nyaman saat bersama nya.


'Clara, bagaimana kabarmu? Aku sangat menghawatirkan mu,' ucap Beatrice khawatir di balik telepon nya.


"Aku baik-baik saja be, kau tidak perlu khawatir," jawab Clara.


'Apa kau masih belum menemukannya?' tanya Beatrice.


"Hmmm, aku sama sekali tidak mengetahui keberadaan nya," jawab Clara lesu.


'Kau kembali saja dan kita cari cara lain,' ucap Beatrice.


"Aku akan mencobanya lagi be," jawab Clara langsung.


Tidak lama panggilan mereka terputus. Clara kembali berjalan kedalam mansion tapi saat dia baru masuk, tanpa sengaja dia mendengar anak buah Arthur membicarakan tentang berlian merah muda tersebut, Clara pun menguping pembicaraan mereka. "Kapan berlian itu akan di kirim ke Inggris?" tanya salah satu anak buah Arthur kepada temannya.


"Mungkin lusa depan," jawabnya.


"Kalau begitu kita harus stay menjaga di ruang penyimpanan," ucapnya.


"Tapi tuan Bastian memerintahkan kita untuk tidak perlu menjaga di ruang penyimpanan karena berlian itu disimpan di dalam brankas yang sangat kuat," jawabnya.


Lalu tidak lama kedua orang itu pergi. "Ruang penyimpanan," gumam Clara pelan.


"Baby," panggil Arthur dari dalam mansion.


Clara pun langsung melihat kearah sumber suara tersebut. "Darling," jawab Clara dan berlari memeluknya.


"Ada apa?" tanya Arthur lembut.


"Aku hanya sangat merindukanmu," jawab Clara.


"Tumben sekali, kau tiba-tiba merindukan ku baby," ucap Arthur.


"Apa tidak boleh jika aku rindu kepadamu?" ucap Clara cemberut.


"Tentu saja sangat boleh baby, aku akan sangat bahagia jika kau terus merindukan ku seperti ini," jawab Arthur lembut.


"Darling, aku ingin jalan-jalan sore keluar, bolehkan?" Ucap Clara.


"Tentu saja baby, kau ingin kemana?" Ucap Arthur.


"Aku ingin jalan-jalan ke taman di dekat sini saja," jawab Clara.


"Baiklah, kau tunggu aku ganti baju sebentar ya," ucap Arthur lembut.


Tidak lama Arthur pun turun kebawah dengan menggunakan pakaian santainya. "Ayo, baby," seru Arthur merangkul pinggang kekasihnya.


Mereka pun berjalan di kawasan elite itu, menuju taman khusus di daerah mewah tersebut. "Darling, apa anak buahmu selalu mengikutimu seperti itu," ucap Clara melirik sekilas kebelakang dimana beberapa para anak buah Arthur mengikuti mereka berdua.


"Hmmm, kau tenang saja baby, mereka tidak akan berani menganggu kita," ucap Arthur.


"Emangnya seberapa banyak musuhmu?" tanya Clara.


"Kau akan terkejut jika mengetahui nya," jawab Arthur.


"Para musuhku berada dimana-mana mungkin saja sekarang ini ada musuh yang menyelinap masuk ke kediaman ku," sambungnya.


Degh! Seketika jantung Clara berhenti berdetak mendengar ucapan Arthur barusan. *Jangan-jangan dia sudah mulai mencurigai ku* batin Clara cemas.


"Hah! Tidak, aku hanya merasa kaki ku tiba-tiba keram saja," jawab Clara tersenyum manis.


Arthur pun berjongkok membelakangi Clara. "Ayo, naiklah baby, aku akan menggendong mu," ucap Arthur.


"Ta tapi..." Ucap Clara.


"Sudah, ayo naik," potong Arthur.


Clara mu akhirnya naik ke punggung Arthur sampai di taman, Clara menyuruh Arthur untuk menurunkan nya, awalnya Arthur menolak tapi Clara terus memohon dan pada akhirnya Arthur pun menurunkan nya. "Baby, jangan lari-lari," panggil Arthur cemas karena takut Clara terjatuh.


"Ayolah Darling, kau berjalan sangat lambat," ejek Clara.


"Apa kau bilang. Baiklah aku akan menangkapmu baby," seru Arthur berjalan dengan cepat.


Clara pun langsung berlari dan menghindar dari kejaran pria itu. Mereka pun bermain kejar-kejaran dengan saling tertawa bahagia. "i got you, baby," Arthur memeluk Clara.


Mereka berdua pun akhirnya terjatuh ke rerumputan di taman itu dengan saling tertawa. Lalu mereka berdua pun saling bertatapan dengan penuh cinta satu sama lain. "Aku ingin kita selalu bahagia bersama seperti ini terus," ucap Arthur.


Clara menganggukkan kepalanya dan mereka berdua pun saling berciuman di atas rerumputan itu. Para anak buah Arthur pun langsung membalikkan badannya. *Untung saja sudah sore sehingga para pengunjung taman disini sudah banyak pulang* batin anak buah Arthur.


Lalu tidak lama mereka berdua pun pulang dan membersihkan diri bersama dengan beberapa iklan panas tentunya. "Darling, malam ini jadwal aku tidur dikamar ku ," ucap Clara memeluk Arthur yang duduk di atas sofa, karena minggu ini jatah Clara untuk tidur di kamarnya di paviliun.


Arthur membelai rambut Clara dengan lembut. "Hmmm, Apa kamu tidak ingin tidur disini saja baby," jawab Arthur.


Lalu tidak lama terdengar ketukan pintu. "Masuk," ucap Arthur dari dalam.


Clara pun ingin berdiri tapi Arthur menahannya. "Selamat malam bos, maaf mengganggu waktu anda dan nona Clara," seru Bastian.


"Hmm, Ada apa?" tanya Arthur.


Bastian tidak menjawab. Arthur pun paham kalau itu sesuatu yang penting. "Kau tunggu aku diruang kerja," seru Arthur.


"Baik bos," jawab Bastian dan pergi keluar.


"Baby, aku pergi ke ruang kerja sebentar ya," ucap Arthur lembut.


Clara menganggukkan kepalanya. "Iya, aku juga mau kembali ke kamarku darling," ucap Clara.


"No baby, malam ini kau tidur disini," ucap Arthur.


"Tapi kan malam ini seharusnya aku tidur di kamarku," ucap Clara sedikit kesal.


"Ini kan juga kamarmu baby," jawab Arthur.


"Kau sangat menyebalkan," ucap Clara kesal.


"Menurut ya, tunggu aku sebentar nanti aku akan kembali," ucap Arthur lembut dan mencium puncak kepala Clara.


Arthur pun akhirnya keluar dari kamarnya dan pergi menuju ruang kerjanya yang sudah terdapat Bastian disana menunggu bos nya. Hufttt Clara menjatuhkan tubuhnya kembali di atas sofa di kamar Arthur, dengan terpaksa Clara harus menuruti perintah pria keras kepala itu yang memintanya untuk kembali tidur disana. *Ruang penyimpanan,* batin Clara yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Bagaimana aku bisa masuk kesana dan mendapatkan berlian itu, hufft baiklah mulai besok aku akan mencoba kesana," gumam Clara menyandarkan kepalanya di kepala sofa dengan kedua tangannya yang memegang kepalanya.


Sudah larut malam Clara setia menunggu Arthur di kamar tapi pria itu belum juga kembali sehingga membuat Clara merasa sudah mulai mengantuk. "Kenapa Arthur belum kembali, tadi saja bilangnya hanya sebentar," gerutu Clara. Karena merasa sudah sangat mengantuk Clara pun akhirnya tertidur di atas sofa kamar itu.


BERSAMBUNG.