Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#25



Arthur memasuki ruangan kerjanya yang sudah terdapat asisten nya di sana. "Ada apa?" tanya Arthur duduk di kursi kerjanya.


"Tuan besar meminta anda untuk pergi ke mansion utama besok, bos." Ucap Bastian berdiri di depan Arthur dengan meja sebagai pembatasnya.


"Kenapa kakek tiba-tiba menyuruh ku untuk kesana?" tanya Arthur.


"Sepertinya kali ini tuan besar ingin menjodohkan anda dengan anak dari tuan Leon," jawab Bastian sembari menyodorkan sebuah map coklat.


Arthur tidak membuka isi map itu, ia malah melemparkan nya ke tempat sampah di dekatnya. "Kakek tua itu memang keras kepala," ucap Arthur.


"Anda sebaiknya memperkenalkan nona Clara dengan tuan besar secepatnya bos, kalau tidak tuan besar pasti tidak akan berhenti untuk menjodohkan anda," saran Bastian.


Arthur tampak menganggukkan kepalanya. "Aku memang akan membawa Clara kesana tapi tidak sekarang, karena aku tidak ingin memaksanya dan membuat dia tidak nyaman," jawab Arthur.


Bastian tidak menyangka jika bos nya yang terkenal sangat kejam dan tegas itu, bisa sangat lembut terhadap seorang wanita yang baru dikenalnya.


"Oh iya, bagaimana dengan serangga itu, apa kau dan Chris berhasil menemukan nya?" tanya Arthur.


"Be, belum bos." Jawab Bastian gugup karena takut bos nya akan marah karena dirinya belum berhasil melacak keberadaan orang tersebut.


"Sepertinya aku harus mencari anak buah baru dan kalian bisa pensiun lebih cepat." Ucap Arthur menatap serius Bastian.


"Ma, maaf bos aku dan Chris sedang berusaha meretas id orang tersebut tapi keamanan nya sangat kuat sehingga kami butuh sedikit waktu untuk meretasnya." Ujar Bastian.


"Bagaimana dengan wanita malam itu?" tanya Arthur lagi dengan meyipitkan matanya.


Bastian kembali menundukkan kepalanya karena dia juga gagal mencari wanita tersebut. "Ma, maaf bos," ucapnya gugup.


Arthur memukul meja kerjanya dengan keras sehingga Bastian kaget dan takut. *Habislah,* batin Bastian.


"Jadi kalian tidak ada yang berhasil HAH?" bentak Arthur.


"Apa perlu sampai aku yang turun tangan HAH?" Bentak nya lagi. Sebenarnya dengan kemampuan dan kepintaran nya dalam dunia komputer sangat mudah bagi Arthur untuk menemukan orang-orang itu, tapi apa gunanya anak buahnya yang sangat banyak itu jika hal seperti itu harus dirinya yang turun tangan, apalagi pekerjaannya di perusahaan sangat banyak.


"Ti tidak bos kami yakin secepatnya kami akan menemukan nya," jawab Bastian gugup.


"Apa maksudmu?" ucap Arthur mengernyit kan keningnya.


"Karena mereka sama-sama sulit untuk diketahui, apalagi wanita malam itu, jika dia hanya wanita biasa tidak mungkin menghilang secepat itu dan sampai sekarang tidak diketahui." Jelas Bastian.


"Pilihan nya antara dua. Pertama mereka memang bukan orang biasa atau kalian yang tidak BECUS dan BODOH dalam bekerja," ucap Arthur dingin dan menekan ucapannya.


Bastian kembali menundukkan kepalanya, ketika melihat tatapan beringas dari bosnya itu. "Besok aku akan berangkat ke Inggris untuk menjenguk kakek dan aku ingin semua informasi tentang kedua orang itu harus segera tuntas saat aku kembali kesini, jika tidak, kalian semua akan mendapatkan hukumannya," ucap Arthur serius.


"Baik bos," jawab Bastian.


Arthur pun akhirnya berdiri tapi dia teringat sesuatu dan kembali duduk di kursinya, ia pun membuka laci kerjanya dan mengambil sebuah kertas putih yang berisi gambar rancangan cincin yang sangat indah dan sangat mewah dengan berbentuk hati besar yang berwarna merah mudah di tengahnya dan pinggirannya yang dikelilingi oleh butiran-butiran mutiara yang membuatnya akan terlihat berkilau nantinya, ia pun memberikanya kepada Bastian, Bastian pun menerimanya. "Aku berubah pikiran untuk menjual berlian itu ke Inggris karena aku sudah merancang berlian itu menjadi sebuah cincin dan aku akan memberikan nya kepada wanitaku," ujar Arthur.



"Maksud anda, nona Clara tuan?" tanya Bastian.


"Lalu siapa lagi, kau pikir dirimu," ucap Arthur sedikit kesal.


Bastian tersenyum canggung mendengar ucapan bos nya itu. "Anda ingin siapa yang merancang cincin itu bos?" Tanya Bastian.


"Aku ingin seorang yang sangat ahli karena itu adalah rancangan khusus yang aku buat sendiri dan aku tidak mau sampai ada kesalahan dan kekurangan di dalamnya," perintah Arthur serius.


"Saya mengerti bos," jawab Bastian.


Arthur pun akhirnya berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu dengan langkah yang besar karena dia sudah meninggalkan kekasihnya lumayan lama di kamarnya. Di dalam ruangan kerja Arthur, Bastian menjatuhkan tubuhnya di sofa seraya memijat keningnya yang terasa sedikit pusing karena sudah beberapa minggu ini dia dan beberapa anak buah lainnya mencoba mencari orang misterius itu. "Siapa orang itu? Akan ku pastikan, aku akan menangkapnya secepatnya dan memberikannya pelajaran." Gumam Bastian sedikit kesal karena baru pertama kalinya ia mendapatkan lawan yang sedikit sulit untuk diketahui dan baru pertamakali nya juga bos nya meremehkan nya.


Arthur berjalan memasuki kamar pribadinya. Ckleek! Dia mendorong ganggang pintu tersebut dan masuk kedalamnya. "Oh no," ucap Arthur kaget karena melihat kekasihnya itu tengah tertidur di atas sofa. Ia pun segera mendekatinya.


"Maafkan aku baby karena telah membuatmu menunggu lama," gumam Arthur pelan dan mengelus kepala Clara dengan lembut.


Lalu ia pun mengangkat tubuh Clara ala bridal style. "Pasti tubuhmu sedikit sakit karena tidur di sofa," ucapnya sembari berjalan membawa Clara ke ranjangnya dan merebahkan nya dengan sangat hati-hati.


BERSAMBUNG.