
Saat ini Arthur dan Bastian sedang berada dalam perjalanan menuju bandara tempat jet pribadi milik nya berada. "Kenapa, nomor handphone nya tidak aktif, " Ucap Arthur gusar.
"Mungkin nona Clara sedang beristirahat, bos" Seru Bastian mencoba menenangkan bos nya itu.
"Kau benar, " Ucap Arthur meyakinkan dirinya.
•
•
•
Setelah sampai di bandara, Arthur berjalan dengan cepat masuk ke dalam jet milik nya dengan di ikuti oleh asisten dan beberapa anak buahnya. Di dalam jet nya, Arthur merasa sangat gelisah apalagi dia sudah beberapa kali menghubungi Clara tapi tidak ada jawaban dari kekasih tercinta nya itu.
Sebenarnya Bastian sudah menghubungi Chris saat dia pergi ke toilet. Dan akhirnya dia sudah mengetahui semuanya, betapa marah nya dia saat mengetahui kebenaran itu. Lalu Bastian melarang Chris untuk menerima panggilan dari bos nya, karena dia takut bos nya tidak bisa mengendalikan dirinya nanti. Dia juga dengan tegas, memerintahkan Chris untuk segera menemukan Clara sebelum mereka sampai disana. Saat baru keluar dari toilet, seorang anak buah menghampiri Bastian. "Ini tuan, " Ucapnya memeberikan sesuatu kepada Bastian.
Bastian pun menerima benda itu dan ia langsung memanggil seorang pramugari yang ada disana. "Ada apa tuan? " Tanya pramugari itu karena melihat Bastian menghampiri nya.
"Masukan ini kedalam minuman bos," Ucap Bastian menyodorkan sesuatu kepada pramugari itu.
Pramugari itu tampak takut untuk mengambil benda tersebut. "Kau tenang saja, ini sama sekali tidak berbahaya, " ucap Bastian karena memang obat yang ia berikan sama sekali tidak memiliki efek samping hanya sekedar obat tidur biasa.
Dengan rasa takut, pramugari itu akhirnya mengambil benda tersebut dari tangan Bastian. Bastian pun akhirnya pergi, duduk di dekat kursi bos nya. Tidak lama pramugari itu tadi datang dan memberikan segelas air putih kepada Arthur. Arthur pun mengambil air tersebut dan langsung meminumnya. Bastian tampak memperhatikan bos nya itu. *Maafkan saya bos, hanya dengan cara ini bisa membuat anda beristirahat, * batin Bastian merasa bersalah.
Beberapa menit kemudian Arthur tanpa sadar tertidur pulas di atas kursinya karena pengaruh obat tidur yang diberikan oleh Bastian. Bastian sengaja melakukan hal itu agar bos nya itu bisa beristirahat dengan tenang karena dia tidak mau kondisi bos nya nanti bertambah buruk lantaran kurang beristirahat. Bastian memijat kepalanya yang tampak pusing lantaran masalah yang terjadi. Dia tidak bisa membayangkan akan semurka apa bos nya nanti. Wanita yang sangat dia cintai dan sayangi ternyata adalah seorang penyusup dan pengkhianat dirinya.
•
•
•
•
•
"Mansion, aku ingin bertemu Clara." Seru Arthur tidak sabaran.
"Baik bos," Jawab Bastian pelan.
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di mansion milik Arthur, ia langsung berlari dengan cepat kedalam mansion nya. "BABY," teriak Arthur dengan keras di dalam mansionnya.
"BABY!" teriaknya lagi sembari berlari menaiki tangga. Bastian hanya terdiam melihat bos nya itu. Ia berdiri menunggu bos nya di bawah tangga.
Arthur membuka pintu kamar nya tapi tidak ada siapapun di dalamnya. ia pun mengeceknya di dalam kamar mandi tapi Clara juga tidak ada disana, lalu ia pergi mengecek ke dalam walk in closet tapi sekali lagi Clara tidak ada disana. Tubuh Arthur mendadak lemas, ia terduduk di pinggir ranjangnya dan mengusap kasar wajahnya.
ia menolak untuk percaya dengan informasi yang diberikan oleh Chris tapi dengan tidak adanya Clara di mansion nya, memperkuat kalau informasi itu adalah nyata. "Arghhhh!" teriak Arthur marah dan berdiri membanting semua barang yang ada di dalam kamarnya.
Bastian yang mendengar teriakan kemurkaan bos nya itu pun langsung pergi menyusulnya ke atas. Bastian merasa takut melihat bos nya yang sangat murka itu, bahkan Bastian tidak berani untuk masuk kedalam kamar bos nya, ia hanya berdiri di depan pintu.
"Bos," panggil Bastian pelan serta takut.
"Kumpulkan semua penjaga dan para maid!" perintah Arthur dingin.
"Baik bos," jawab Bastian dan segera pergi.
Arthur melemparkan pot bunga meja ke dinding hingga pecah. Arthur benar-benar tampak sangat emosi. Setelah beberapa menit Bastian kembali lagi ke atas. "Semuanya, sudah berkumpul bos, " ucap Bastian.
Arthur langsung berjalan dengan cepat ke bawah. semua yang berkumpul di bawah tangga tampak sangat takut dan menundukkan kepala lantaran tidak berani melihat wajah bos mereka yang terlihat sangat menakutkan. Terutama Brenda, dia sangat merasa bersalah karena semua ini terjadi atas kelalaiannya dan kecerobohannya, apalagi sekarang Clara telah kabur entah kemana dan belum ditemukan sampai sekarang. Arthur berdiri di depan para anak buahnya dan para maid nya, dia menatap tajam semua anak buahnya.
"Dimana Clara?" tanya Arthur sangat dingin dan menatap tajam mereka semua.
BERSAMBUNG.