
Setelah Bastian selesai memasangkan sabu pengaman, ia menatap wajah Beatrice dengan serius, wajah mereka sangat dekat hanya berjarak sejengkal saja. Beatrice merasa berdebar saat wajah Bastian sangat dekat padanya. "Disana kau jangan coba-coba berpikir atau merencanakan sesuatu yang buruk jika kau masih ingin hidup. Kau mengerti!" Ucap Bastian serius.
Beatrice menelan salivanya lantaran tatapan Bastian yang sangat menakutkan baginya. Beatrice hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Setelah itu Bastian duduk di kursi yang berada di depan Beatrice. *ya ampun sungguh mengerikan sekali* batin Beatrice.
Selama di perjalanan mereka tidak berbicara sepatah katapun sampai Beatrice memberanikan diri untuk membuka mulutnya. "Apa Clara dan Aarav baik-baik saja?" Tanya Beatrice dengan suara sedikit pelan namun Bastian masih dapat mendengar nya.
"Hmmm," Jawab Bastian.
"Hei tuan, bisakah kau menjawabnya dengan benar." Seru Beatrice sedikit kesal.
"Menurutmu setelah apa yang dilakukan oleh sahabatmu dia akan baik-baik saja?" Ujar Bastian.
Beatrice langsung tertunduk mendengarnya, dia tampak sedih setelah mendengarnya. "Apa kau tidak pernah mendengar kata pepatah 'berani berbuat, berani bertanggung jawab'." Ucap Bastian.
"Kami tidak pernah mendengar nya, andai saja kami mendengar kata pepatah itu dari awal, pasti kami tidak akan berani berbuat dan tidak perlu bertanggung jawab." Seru Beatrice menundukkan kepala dengan memanyunkan bibirnya.
Bastian mengulum senyumnya mendengar ucapan Beatrice barusan, *imut sekali* batin Bastian yang melihat ekspresi menggemaskan Beatrice.
Setelah menempuh waktu yang cukup lama mereka pun akhirnya tiba di tempat tujuan. "Bangunlah!" Seru Bastian membangun kan Beatrice yang tertidur.
Beatrice pun bangun dan berjalan keluar dengan mengikuti langkah Bastian di depannya. Mereka telah disambut oleh beberapa anak buah the devil's di bandara. Setelah itu mereka masuk kedalam mobil dan menuju tempat Clara dan yang lainnya berada.
Setelah beberapa menit kemudian mereka pun tiba ditempat tujuan. Tempat itu membuat Beatrice takjub, sebuah kastil yang sangat besar dan berada ditengah laut. "Wow! Amazing," Ucapnya.
"Apa kau akan berdiri disitu saja," Seru Bastian yang sudah berdiri di depan pintu.
Beatrice pun tersadar dan mengikuti langkah Bastian yang berjalan masuk kedalam kastil. "Duduk dan tunggu disini." Perintah Bastian kepada Beatrice.
Beatrice pun menurut dan duduk di sofa yang berada diruang tersebut, Bastian menaiki tangga yang berada di lantai dua. Di depan pintu kamar sang bos, Bastian berhenti dan mengetuk pintu itu. Tidak lama Arthur pun membukakan pintu. "Cepat sekali kau kembali." Seru Arthur melihat sang asistennya yang berada di depannya.
"Saya tidak bisa meninggalkan anda terlalu lama bos." Ucap Bastian yang memang tidak tenang jika tidak berada di dekat bosnya karena bahaya selalu mengintai Arthur sehingga dia harus selalu melindungi bos nya, namun ucapan Bastian membuat Arthur merinding.
"Darling!" Panggil Clara dari dalam kamar.
"Kau sudah membawanya?" tanya Arthur.
"Iya bos, dia berada dibawah sekarang." Jawab Bastian.
"Bagus." Ucap Arthur langsung masuk kembali kedalam kamarnya.
"Baby, ganti pakaian mu kita akan keluar. " Ucap Arthur.
"Keluar? Ada apa darling?" Ucap Clara bingung.
"Kau ingin bertemu dengan sahabat mu kan, sekarang dia sudah menunggu dibawah." Seru Arthur.
Clara langsung senang mendengar nya, ia langsung turun dari ranjang dan berlari keluar hingga membuat Arthur kaget dan berteriak memanggil nya, namun karena terlalu exited Clara tidak menghiraukan nya dan berlari keluar, Bastian yang berdiri di depan pintu pun terkejut karenanya. Arthur berlari menyusul Clara karena wanita itu masih menggunakan tangtop dan celana pendek. "Clara! Baby, ganti pakaian mu dulu," Teriak Arthur yang menyusul Clara keluar.
Bastian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bos nya itu.
"BEE!!" Teriak Clara berlarian di anak tangga.
"Baby, jangan lari, berbahaya." Seru Arthur.
Beatrice yang duduk di bawah terkejut melihat Clara lalu ia pun berdiri dan Clara langsung menghamburkan pelukan nya kepada sahabat nya itu. "Bee, aku sangat merindukanmu." Ucap Clara memeluk Beatrice dengan erat.
"Aku juga merindukanmu Clar." Ucap Beatrice membalas pelukan Clara.
BERSAMBUNG.