Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#65



"BABY!!" teriak Arthur marah karena cemburu Clara memeluk Beatrice, Arthur pun menarik Clara kedalam dekapannya.


"Darling, lepaskan." Rengek Clara.


*Apa-apaan ini! Baby? Darling? Apa maksudnya* batin Beatrice heran karena hubungan Clara dan Arthur sangat baik.


Bastian yang berdiri dibelakang Arthur hanya mengulum senyumnya melihat wajah Beatrice yang kebingungan. Arthur mengangkat tubuh Clara ala bridal style dan membawanya kembali ke kamar lantaran Clara hanya menggunakan tangtop dan celana pendek saja. "Hei, darling turunkan aku, aku masih belum selesai menyapa sahabatku." Seru Clara.


Arthur tidak menghiraukan protes Clara, ia membawa Clara kembali ke kamar. "Ihhh.. Kamu kenapa tiba-tiba menyebalkan begini sih." Kesal Clara saat Arthur menurunkan nya di dalam kamar.


Arthur memutar tubuh Clara menghadap kaca yang ada di belakangnya. "Lihatlah penampilan mu sekarang, bagaimana aku tidak kesal," Seru Arthur yang juga tidak kalah kesalnya.


Clara mengigit bibir bawahnya, dia baru sadar dengan pakaiannya. Lalu ia membalikkan badannya kembali menghadap kearah Arthur. " Sorry darling, aku tadi terlalu bahagia sampai-sampai melupakannya." Ucap Clara mengerucutkan bibirnya dan menatap Arthur dengan memasang wajah imutnya.


"Oh shi*, kenapa kau menunjukkan ekspresi berbahaya itu baby." Ucap Arthur.


"Berbahaya? Maksudmu apa darling?" Tanya Clara tidak mengerti.


Lalu Arthur menarik Clara kedalam dekapannya. "Kau merasakannya baby?" Ucap Arthur dengan suara beratnya.


*Oh no, kenapa tubuh bagian bawah nya menjadi bereaksi sih.* batin Clara karena merasakan sesuatu yang menonjol di bagian bawah Arthur.


"Emm, darling sepertinya aku harus segera mengganti pakaianku dan kembali ke bawah menemui Beatrice," Ucap Clara mencoba melepaskan diri dari dekapan Arthur, namun Arthur mengeratkan dekapan nya supaya Clara tidak bisa kabur.


"Kau harus bertanggung jawab terlebih dahulu, baby." Ucap Arthur dengan suara serak dan lalu menggendong Clara kearah ranjang kemudian merebahkan nya disana dan terjadilah perang panas yang menggairahkan.






Di bawah, Beatrice menatap Bastian yang berdiri di depannya dengan tatapan kesal karena telah membohongi nya. "Berhenti menatap ku seperti itu, cepat ikut aku." Seru Bastian lalu melangkah pergi.


"Ckk, menyebalkan. Kemarin saja masih mengatakan kalau dirinya tidak pernah berbohong,... " Ucap Beatrice yang mengoceh sembari mengikuti langkah Bastian dari belakang. Lagi-lagi Bastian dibuat tersenyum oleh Beatrice.


Bastian berhenti di sebuah ruangan dan lalu membuka ruangan tersebut. "Ini kamar mu, mulai sekarang kau akan tidur di kamar ini." Ucap Bastian.


"Tapi berapa lama kita akan di tempat ini?" Tanya Beatrice.


"Ckk.. Pria aneh." Ucap Beatrice sembari masuk kedalam kamar itu.







Saat ini di halaman belakang Bastian sedang berbicara dengan beberapa anak buah the devil's. "Perketat keamanan jangan sampai ada celah sedikit pun." Perintah Bastian.


"Roneld, dimana bos kecil?" tanya Bastian.


"Bos kecil, masih sedang berlatih menembak tuan," Jawabnya.


"Terus awasi jangan sampai ketahuan oleh nona Clara." Perintah Bastian.


"Baik tuan," Jawabnya.


Tidak lama mereka bubar tepat saat Arthur, Clara dan Beatrice tiba disana. Setelah kedua insan itu selesai melakukan pergulatan panas, mereka berdua pun turun ke bawah dan lalu Clara pergi menjemput Beatrice yang berada di kamar lalu mereka bertiga pergi ke halaman belakang.


"Apa yang mereka katakan." Ucap Beatrice berbisik kepada Clara yang berada disamping nya.


"Entahlah, mereka penuh misteri." Balas Clara.


Bastian berjalan mendekati Arthur lalu Arthur seakan memberikan isyarat mata kepada Bastian seolah memerintahkan sesuatu dan lalu Bastian menganggukan kepalanya. "Darling.. Bolehkah aku berjalan-jalan dengan Beatrice sebentar." Ucap Clara seraya menggandeng tangan Arthur.


"No." Jawab Arthur menatap Clara.


"Plisss.. Sebentar saja, kami hanya berjalan-jalan sebentar kok," Ucap Clara dengan wajah memelas.


"Bastian perintahkan beberapa anak buah untuk menjaga mereka." Ucap Arthur yang akhirnya mengizinkannya.


BERSAMBUNG.