Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#35



Beberapa saat kemudian tiba-tiba ponsel Arthur berbunyi sehingga dia langsung mengeluarkan handphone nya yang berada di dalam saku celananya karena dia berpikir, itu pasti panggilan dari sang kekasihnya. Tapi saat melihat layar ponselnya Arthur mengerutkan keningnya karena orang yang menghubungi menggunakan nomor pribadi.



Arthur pun mengangkat panggilan tersebut.


'Hallo, sahabat lamaku, bagaimana kabarmu sekarang?' ucap seorang pria dari balik telepon itu.


"Heh, ternyata seorang tikus yang penakut sudah berani keluar dari persembunyiannya," ejek Arthur.


'Dasar kau keparat,' seru pria itu yang tampak kesal.


"Kenapa? Apa kau hanya ingin memberitahu kan kepadaku kalau pecundang sepertimu itu masih hidup," ejek Arthur kembali.


'Ckk, kau jangan sombong dulu, aku hanya ingin memberikan sebuah hadiah kepada mu,' ucap pria itu.


"Hadiah? Emangnya kau masih punya uang," ejek Arthur kembali.


'Kau lihat saja nanti,' jawab pria itu kesal dan langsung memutuskan panggilan nya.


"Arghhh!!" Teriak kesal seorang pria yang tengah berada di dalam sebuah apartemen.


"Kau lihat saja Arthur, aku pasti akan menghabisi mu dengan tangan ku sendiri," ucap pria itu marah dengan mengepalkan tangannya.






Setelah panggilan itu terputus Arthur kembali memasukkan handphone nya kedalam saku celananya. Bastian dan Leo saling menatap satu sama lain seolah bertanya siapa yang menghubungi bos mereka itu.


"Ada apa bos?" tanya Bastian.


"Sepertinya Luke sudah mulai bergerak," ucap Arthur.


"Luke? Dasar keparat itu memang tidak ada kapoknya," seru Leo kesal.


"Kau benar, dia tidak belajar dari kekalahan." timpal Bastian.


"Sebaiknya kita langsung serang saja dia bos dan langsung menghabisi nya," seru Leo.


"Tidak, aku ingin melihat apa rencananya setelah bangkit dari kematian," ucap Arthur menyeringai.


Setelah itu Arthur melangkah kan kaki nya kearah tempat pelatihan menembak yang ada disana, Bastian dan Leo pun mengikuti langkah bos mereka ke tempat tersebut. Arthur mengambil sebuah pistol yang berada di meja khusus tempat senjata disana.


"Leo," panggil Arthur dingin sembari mengecek pistol ditangannya.


Leo yang mendengarnya pun langsung merinding mendengar nya.


"I i iya bos," jawab Leo gugup.


"Kau berdiri disana," ucap Arthur melihat kearah tempat bidikan.


"T t tapi bos.." Jawab Leo terhenti karena melihat tatapan mengerikan Arthur.


Leo melihat kearah Bastian seolah meminta bantuan tetapi Bastian malah membuang mukanya. *Memang keparat kau Bastian,*


"Cepat," ucap Arthur dingin.


"Baik bos," jawab Leo lemas.


Bastian menyunggingkan senyumannya melihat nasib malang temannya itu.


"Kau jangan senang dulu Bastian karena setelah ini giliran mu," ucap Arthur yang melihat kepuasaan di wajah asistennya itu tapi ekspresi Bastian berubah pasrah seketika mendengar ucapan bos nya tersebut.


Leo telah berdiri di bawah pohon tersebut dengan kaki yang sedikit dilebarkan karena Arthur selalu menyuruh siapapun yang menjadi sasaran nya harus melakukan hal itu karena Arthur selalu membidik ke bagian bawah tempat itu sehingga Leo merasa sangat cemas dan takut apalagi jarak antara Arthur dan dirinya cukup jauh, bahkan wajah dan tubuhnya sudah berkeringat saat ini.


"APA KAU ADA PESAN TERAKHIR, LEO," teriak Bastian kepada Leo.


"AKU BERHARAP KAU MATI LEBIH DULU DARIPADA AKU, BASTIAN," balas Leo kesal.


"SEPERTINYA KEINGINAN MU TIDAK AKAN TERWUJUD, TOLONG SAMPAIKAN SALAM KU KEPADA TUHAN, LEO," teriak Bastian mengejek Leo.


"KAU BANGSAT BAST...."


Dor!!! Leo tiba-tiba terdiam karena Arthur telah menembak kearah atas kepalanya.


"Banyak bacot," ucap Arthur.


*Tuhan kumohon tolong berikan keberuntungan untuk ku hari ini* batin Leo memejamkan matanya.


Bastian hanya tersenyum melihat tampang menyedihkan sahabatnya itu.


"Bersiaplah kau Bastian," seru Arthur menyeringai.


Bastian menelan saliva nya karena setelah ini adalah giliran dirinya. *Aku harus memikirkan cara untuk lolos dari bos,* batin Bastian.


Para anak buah yang berada disana menyaksikan kejadian tersebut, mereka merasa sangat takut melihatnya tapi juga penasaran apakah tembakan bos nya lolos semua. "Tuan Leo terlihat sangat menyedihkan," bisik salah satu anak buah disana.


"Kau benar, lihat wajahnya juga sudah memucat," balas anak buah yang lainnya.


Dor!!! Arthur menembak tepat di sebelah kuping Leo yang berjarak hanya 1cm saja darinya.


Dor!!! Tembakan terakhir yang Arthur arahkan tepat di daerah bagian bawah milik Leo atau lebih tepatnya di bawah benda pusaka milik Leo pribadi. Semua yang melihat nya langsung bergidik ngeri dan mereka refleks memegang pusaka nya masing-masing yang terhalang oleh celana, Bastian pun menelan saliva nya.


Leo langsung tersungkur di tanah karena kakinya langsung lemas seketika, Jika tadi meleset sedikit saja pasti masa depannya langsung sirna. Pikir Leo.


BERSAMBUNG.