Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#22



"Apa kau cemburu baby?" Ucap Arthur menggoda Clara.


"Ngapain aku cemburu?" ucap Clara ketus.


"Iya karena wanita tadi menggoda ku, sehingga kau langsung mencium ku di depannya," ucap Arthur kembali menggodanya.


Wajah Clara tiba-tiba menjadi merah merona. "Kenapa wajah kamu memerah baby?" Goda Arthur.


Clara langsung memalingkan wajahnya karena merasa malu. Arthur tersenyum melihat kekasihnya yang menurutnya sangat menggemaskan itu. "Baby," panggil Arthur lembut.


"Hmmm," jawab Clara yang masih memalingkan wajahnya.


"Heii, kenapa kau mengabaikan ku baby," ucap Arthur.


"Siapa yang mengabaikan mu," jawab Clara.


"Terus kenapa kau tidak melihat kearah ku," jawab Arthur sedikit kesal.


Hufttt, Clara menghembuskan nafasnya dan memalingkan wajahnya menghadap kearah Arthur. "Sekarang aku sudah melihat mu kan," ucap Clara tersenyum manis.


Arthur yang melihat senyuman manis kekasihnya itu pun langsung ******* nya hingga Clara tersentak kaget dan memukul dada Arthur, beberapa saat kemudian Arthur pun melepaskan panggutannya. "Apa yang kau lakukan, tidakkah kau lihat dimana kita sekarang," ucap Clara.


"Aku tidak peduli baby," ucap Arthur mengelap pinggiran bibir Clara yang basah.


"Tapi aku peduli," ucap Clara pelan dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arthur.


"Baiklah maafkan aku baby," ucap Arthur mencium puncak kepala Clara.


Beberapa menit kemudian Arthur membawa Clara menyapa beberapa rekannya yang berada di pesta itu. Clara menyipitkan matanya karena ia menangkap sosok yang sangat dikenalnya dari kejauhan.*be, kenapa dia ada disini dan kenapa dia bersama dengan Daniello* batin Clara melihat sosok Beatrice bersama dengan seorang pria yang juga dikenalnya.


Clara terus menatap kearah sosok itu sehingga tatapan mereka saling bertemu. Beatrice mengerutkan keningnya karena melihat sahabatnya yang juga berada disana tapi Beatrice sebisa mungkin bersikap tenang supaya tidak ketahuan oleh Daniello tapi sayang pria licik itu juga sudah melihat Clara yang berada disamping Arthur.


"Sahabat mu benar-benar tidak bisa diremehkan," bisik Daniello tersenyum miring di telinga Beatrice.


Beatrice menggepalkan tangannya karena rasanya dia sangat ingin membogem wajah Daniello yang sangat menyebalkan baginya.


Beatrice memberi isyarat kepada Clara dari kejauhan untuk menyuruh nya pergi ke toilet, Clara pun mengangguk kan kepalanya dengan pelan. "Darling, aku ke toilet sebentar ya," ucap Clara lembut kepada Arthur yang tampak asik berbincang dengan salah satu rekan kerjasamanya.


"Ayo, aku temani baby," balas Arthur pelan.


"Tidak usah darling, aku hanya sebentar kok," jawab Clara.


"Tapi,,," ucap Arthur terpotong.


"Sudah, aku janji tidak akan lama okay," ucap Clara langsung memotong ucapan Arthur karena dia tidak mau kalau sampai Arthur benar-benar pergi dengan nya ke toilet.


"Hmm, baiklah baby," ucap Arthur.


"Ceritanya panjang bee," ucap Clara.


"Kalau begitu persingkat," jawab Clara tidak sabaran.


"Aku mendekati nya karena aku ingin mencari informasi mengenai tempat disembunyikan nya berlian itu bee karena hanya dengan cara ini aku bisa mengetahui nya dengan cepat," jelas Clara.


"Apa kau sadar kalau caramu ini sangat berbahaya Clara," ucap Beatrice sedikit kesal karena dia sangat mencemaskan sahabatnya itu.


"Iya aku sangat sadar bee tapi tidak ada cara lain lagi hanya dengan begini aku bisa dengan leluasa memasuki mansion itu tanpa dicurigai sama sekali," ucap Clara memegang tangan Beatrice.


"Lantas kenapa kau tidak menceritakan nya kepada ku, apa aku tidak bisa dipercaya Clar?" ucap Beatrice senduh.


"Maafkan aku bee, aku tidak ingin membuatmu khawatir," jawab Clara.


"Hiks, aku sangat khawatir Clar, aku takut kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu nanti," ucap Beatrice sedih.


"Tenang saja bee jangan khawatir, aku akan berhati-hati dan akan menjaga diri dengan baik, aku berjanji." Ucap Clara dengan serius.


"Kumohon percayalah kepadaku bee," sambungnya untuk meyakinkan Beatrice.


Beatrice menganggukkan kepalanya, Clara mengusap wajah sahabatnya yang sudah penuh dengan derai air mata.Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu. "Oh iya, kenapa kau bisa bersama dengan Daniello kemari?" tanya Clara.


"Dia menyuruh ku untuk menjadi pasangannya malam ini karena dia ingin aku mencari informasi tentang seseorang di pesta ini," jawab Beatrice.


"Kenapa kau tidak menolak nya bee?" tanya Clara.


"Karena dia mengancam kita Clar." Jawab Beatrice.


"Ckk, dia memang pria yang sangat licik," ucap Clara kesal terhadap Daniello.


Tidak lama terdengar suara ketukan dan suara berat seorang pria. "Baby, apa kau di dalam?" teriak Arthur khawatir.


"Aku pergi dulu ya bee," ucap Clara kepada Beatrice.


"Kumohon jaga dirimu baik-baik Clar kalau terjadi sesuatu kau harus segera menghubungi ku," ucap Beatrice.


"Baik, aku janji," ucap Clara tersenyum dan berjalan keluar dari toilet.


Saat melihat Clara keluar dari toilet Arthur langsung memeluknya dan mencium puncak kepalanya. "kenapa kau lama sekali baby, kau membuatku sangat khawatir," ucap Arthur.


"Maafkan aku darling karena telah membuatmu khawatir," jawab Clara.


Mereka berdua pun akhirnya pergi dari sana dan beberapa jam kemudian Arthur membawa Clara kembali pulang ke mansionnya karena ia tidak ingin membuat kekasih tercintanya merasa kelelahan apalagi dia merasa kalau kekasihnya itu sudah merasa sedikit mengantuk.


BERSAMBUNG.