Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#42



"Katakan di mana Clara!" Ucap Arthur dingin dengan aura yang sangat mengintimidasi.



Semuanya terdiam, mereka sama sekali tidak punya keberanian untuk menjawab pertanyaan bos nya itu, Arthur menjadi lebih marah karena tidak ada yang menjawab pertanyaan nya. "JAWAB! " bentak nya dan membuat yang ada disana terkejut serta semakin takut.


"Brenda!" Panggil Bastian.


"Iya, tuan. " Jawab Brenda pelan.


"Jelaskan semuanya kepada bos secara detail apa yang telah terjadi, " Perintah Bastian karena dia merasa emosi bos nya sudah sangat memuncak.


"B b baik tuan, " Jawab Brenda dan lalu ia pun mulai menjelaskan semuanya.


"A a walnya no nona Clara mencari saya karena dia bilang merasa bo bosan tuan, la lalu dia membantu saya mem membuat kan minuman kopi untuk para penjaga, saat itu sa saya sama sekali tidak menyadari kalau nona Clara te telah memasukkan obat tidur dengan dosis yang cukup ti tinggi kedalam ko kopi tersebut, setelah itu no nona Clara meminta saya untuk mencicipi rasa kopi itu, dan kemudian dia me menyuruh saya untuk pergi ke kamarnya di paviliun untuk me mengambil handphone milik nya karena dia bilang merindukan anda tuan. la Lalu saya pun pe pergi ke kamar nona untuk mengambil handphone nya ta tapi pada saat saya sudah berada disana tiba-tiba kepala saya merasa pu pusing dan kemudian saya tersungkur di lantai dengan pandangan yang sangat ka kabur, ta tapi pada saat itu sa saya merasa melihat nona Clara di depan pintu se sedang memperhatikan saya dan kemudian dia menutup pi pintu kamar tersebut tepat saat saya mulai tidak sa sadarkan diri tuan. Setelah sadar, sa saya melihat keributan di mansion karena hilang nya nona Clara dan be berlian merah muda milik anda tu tuan. " Jelas Brenda sangat gugup serta takut bahkan tubuh nya sudah gemetar ketakutan.


Arthur mengepalkan tangannya dengan sangat kuat dan mengeraskan rahang nya. Dia dengan marah menjatuhkan guci besar yang berada disamping nya hingga pecah berkeping-keping. Bahkan percikan pecahan guci yang berserakan di lantai itu melukai beberapa kaki anak buahnya. "DASAR KALIAN SEMUA NGGAK BERGUNA," bentak Arthur murka.


"AKU AKAN MENGHUKUM KALIAN SEMUA! " bentaknya lagi


Arthur beberapa kali mengusap kasar wajahnya, dia tampak sangat kesal, marah dan kecewa dengan apa yang terjadi pada nya ini. Arthur pun berjalan dengan cepat keluar dari mansion, ia masuk kedalam mobil yang berada di pelantaran mansionnya. Lalu ia langsung menancap gas mobilnya dengan sangat cepat. Bastian pun langsung mengambil mobil yang lain dan mengikuti bos nya tersebut.


Sembari mengejar bos nya, Bastian menghubungi Chris. "Kau sudah menemukan nya? " Tanya Bastian dari balik earphone nya.


'Be belum,' Jawab Chris lemas.


Chris belum sempat menjawab, Bastian telah memutuskan panggilan nya. Bastian melemparkan earphone nya dengan kesal ke sembarang arah. "Sial. Bos bisa menggila kalau wanita itu masih belum ditemukan, " Ucap Bastian dengan memukul setir kemudi nya.


Setibanya di depan markas the devil's Arthur, ia melangkah dengan cepat masuk kedalam markas , semua anak buah yang berada disana langsung menunduk takut melihat aura mengerikan dari bos mereka itu. "Chris!" Teriak Arthur sehingga suara beratnya menggema di ruangan itu, yang membuat tempat itu menjadi lebih menyeramkan.


Chris pun dengan rasa takut menghampiri bos nya yang tampak emosional itu. "Bos," Ucap Chris pelan dan takut.


Arthur pun langsung melayang kan pukulan ke wajah Chris sehingga bibir nya berdarah. "Dimana wanitaku? " tanya Arthur dengan rahang yang sudah menggeras.



Chris sama sekali tidak berani menjawab, dia menundukkan kepalanya. Lalu Arthur pun naik pitam dan kembali memukul serta menghajar Chris hingga tersungkur ke lantai. "AKU TANYA SEKALI LAGI. DIMANA WANITA KU? JAWAB BRENGSEK!" Ucap Arthur dengan emosi yang sudah menggebu-gebu.


"Maaf bos, aku belum berhasil menemukan nya," Jawab Chris yang terduduk di lantai sembari memegang perutnya yang sakit akibat pukulan keras dari Arthur.


Mendengar jawaban dari Chris, Arthur semakin marah lalu ia menendang dengan keras tubuh anak buahnya itu. Chris hanya pasrah karena dia sudah tahu kalau ini adalah konsekuensi yang harus diterimanya. Tidak lama Bastian pun sampai disana, ia melihat bos nya yang tengah menghajar Chris secara brutal, lalu Bastian pun langsung berlari dan menghentikan Arthur.



"Bos hentikan, dia bisa mati jika kau terus menghajar nya, " Ucap Bastian.


"Aku memang ingin menghabisi nya, aku tidak butuh orang yang tidak berguna seperti dia," Ucap Arthur dengan emosi yang sudah memuncak.


BERSAMBUNG.