
"Kau pikir, kau bisa menyembunyikan putra ku selamanya dari ku, hah," Ucap Arthur dingin.
"Kenapa kau begitu yakin jika Aarav adalah putramu?" ucap Clara.
"Kau pikir aku bodoh, aku telah meriksa semuanya termasuk temanmu." Seru Arthur menyeringai.
Clara terkejut dan membulat kan matanya. "A a apa maksudmu?" Ucap Clara.
"Kau tenang saja, aku tidak akan membunuh nya karena itu terlalu mudah baginya." Seru Arthur tersenyum devil.
"Kumohon jangan sakiti dia, dia sama sekali tidak bersalah Arthur." Mohon Clara yang tiba-tiba langsung memegang tangan Arthur untuk memohon.
Arthur langsung menepis tangan Clara. "Kalian tidak akan bisa lepas dari genggaman ku." Seru Arthur.
"Arthur, hiks.... Aku mohon jangan sakiti dia," Mohon Clara yang sudah berderai air mata.
"Bukankah kalian tahu konsekuensi yang harus kalian terima karena telah mencari masalah dengan orang yang berbahaya seperti aku." Ujar Arthur dingin.
"Maaf.. Maaf... Maafkan aku Arthur. Aku benar-benar menyesal."ucap Clara menangis.
Arthur mengepalkan tangannya, Entah kenapa dia tidak suka ketika Clara mengatakan jika dirinya merasa menyesal, seolah Clara menyesal karena telah bertemu dengannya. "Menyesal? Cih. " Arthur dingin.
Arthur pun melangkah pergi. "Bunuh saja aku Arthur dan lepaskan Beatrice. Biarkan nyawa ku membayar perbuatan kami." Seru Clara.
Derah napas Arthur menjadi berat dan tangannya yang sudah mengepal kuat hingga urat-urat nya terlihat, ucapan Clara barusan benar-benar melukai uluh hatinya. "BUNUH AKU ARTHUR," Teriak Clara.
"DIAM!!" balas Arthur dan memukul dinding hingga tangannya berdarah.
Sontak Clara langsung kaget.
"Jika kau mengatakan kata-kata itu lagi, maka aku akan langsung membunuh teman mu itu." Tekan Arthur dan langsung melangkah keluar meninggalkan Clara disana.
Clara memegang pegangan sofa sembari tangannya yang satu lagi memegang kepalanya yang terasa pusing karena sudah beberapa hari dia tidak makan apapun.
Brukkk!! Clara jatuh pingsan di lantai. Namun tidak lama seorang pelayan wanita masuk ke dalam kamar tersebut dengan membawa nampan makanan atas perintah Arthur.
Pelayan wanita itu langsung terkejut kala melihat Clara yang tergeletak di lantai, ia pun langsung dengan cepat menghampiri nya dan meletakkan nampan makanan tersebut ke atas meja. "Nona.. Nona Clara." Panggil pelayan itu mencoba membangun kan Clara namun Clara tampak tidak bergeming, ia pun berlari keluar dan hendak melaporkan hal tersebut kepada Arthur.
Setelah mendengar kabar tersebut Arthur dengan cepat berlari menuju ke kamarnya. "Baby.. Bangun." Ucap Arthur yang sangat khawatir dan memangku Clara.
Karena Clara masih belum sadar ia pun menggendongnya dan meletakkannya di atas ranjang. "Cepat panggil Bastian kemari dan suruh dia menghubungi dokter secepatnya!" Perintah Arthur kepada anak buahnya yang berada disana.
"Baik bos," Jawab nya dan segera pergi.
Arthur menjadi sangat menyesal atas perbuatan nya kepada Clara. "Maafkan aku baby, tidak seharusnya aku membentak mu." ucap Arthur.
Arthur terus mengenggam tangan Clara.
Tidak lama Bastian dan Aarav tiba, Aarav menghentikan langkah nya di dekat ranjang, dia tampak syok melihat mommy yang tak sadarkan diri terbaring di atas ranjang. "Daddy.. Apa yang terjadi?" tanya Aarav yang sudah mengalirkan air mata.
"Boy.. Daddy juga tidak tahu, mommy mu tiba-tiba pingsan." Ucap Arthur pelan.
"Saya sudah menghubungi dokter bos,, sebentar lagi dia akan tiba kemari." Seru Bastian.
Aarav naik ke atas ranjang sembari memeluk mommy nya. "Mommy... Ayo bangun dan temani Aarav bermain.. Hiks." Ucap Aarav dengan isak tangis nya.
"Aarav sangat sayang sama mommy. Jadi jangan tinggalin Aarav mom." Lanjut nya.
Arthur tersentuh melihat putranya yang sangat menyayangi mommy nya sama seperti dia mencintai Clara.
"Tenang boy. Mommy nggak bakalan ninggalin kita, mommy cuman kecapean aja dan butuh istirahat sebentar." Ucap Arthur lembut dan mengelus kepala putranya untuk memenangkan nya.
"Benarkah dad? Mommy nggak bakalan ninggalin kita kan?" Tanya nya.
"Iya boy, mommy nggak akan ninggalin kita." Ucap Arthur tersenyum.
*hal itu tidak akan terjadi... Tidak akan pernah* batin Arthur.
"Boy, sebaiknya kau istirahat dulu biar daddy yang menjaga mommy disini." Seru Arthur.
"Tidak dad, aku tidak mau ninggalin mommy." Jawab Aarav menggelengkan kepalanya.
"Nanti mommy mu tidak bisa beristirahat dengan baik ,kalau terlalu banyak orang ada di dekatnya." Ucap Arthur.
"Tapi..." Ucap Aarav.
"Supaya mommy mu cepat sembuh boy." Potong Arthur dan mencoba membujuknya.
"Baiklah dad. Tapi setelah istirahat Aarav nanti akan kesini lagi." Jawabnya.
"Iya boy." Ucap Arthur tersenyum.
*Hanya kepada nona Clara dan putranya, bos akan bersifat lembut bahkan setelah apa yang dilakukan oleh nona Clara terhadap nya, bos masih memperlakukan nya dengan lembut*
Aarav pun akhirnya pergi beristirahat dengan ditemani oleh anak buah Arthur.
BERSAMBUNG.