
"Hmmm." Ucap Clara sembari tersenyum.
"Jangan jawab seperti itu, dulu kamu juga hanya menjawab begitu tapi akhirnya kamu berbohong." Ucap Arthur sedikit cemberut.
"Terus aku harus bagaimana?" Tanya Clara.
"Berjanjilah kepadaku. Kalau kamu tidak akan meninggalkan ku lagi dan kita akan terus hidup bersama selamanya sampai ajal memisahkan kita." Ucap Arthur menatap wajah Clara dengan serius.
"Baiklah, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi dan kita akan hidup bersama selamanya sampai ajal yang memisahkan kita." Ucap Clara diakhiri dengan senyuman yang manis.
Arthur pun juga turut tersenyum hingga menampakkan deretan giginya, ia pun langsung memeluk Clara dan mencium keningnya hingga akhirnya mencium bibir Clara namun semakin lama ciuman itu semakin menuntut. Namun tiba-tiba Arthur mengakhiri nya karena dia teringat sesuatu. "Kamu belum mempunyai tenaga, jadi isi dulu tenaga mu lalu kita baru bisa melakukan lebih." Ucap Arthur tersenyum miring.
"Ckk," Ucap Clara berdecak mendengar Arthur menggoda nya.
Arthur pun akhirnya menyuapi Clara makan dengan di selangi oleh obrolan manis mereka.
"Apa kita akan tinggal disini?" tanya Clara setelah selesai makan.
Arthur meletakkan piring makanan dan mengambil selembar tisu untuk membersihkan sudut bibir Clara. "Kita akan pergi kembali setelah kau pulih sepenuhnya." Jawab Arthur.
"Lalu dimana kau membawa Beatrice?" Tanya Clara.
"Apa kau ingin bertemu dengannya?" Tanya Arthur.
Clara pun langsung mengangguk cepat. "Iya" Ucapnya.
"Besok aku akan menyuruh Bastian untuk menjemputnya." Ucap Arthur.
Clara memeluk Arthur."Terimakasih darling." Ucap Clara di dalam pelukan Arthur.
"Apa seperti ini caramu berterimakasih?" Ucap Arthur.
Clara mendongakkan Kepala nya dan lalu mecium bibir Arthur. "Kau sudah puas?" Ucap Clara tersenyum.
"Kau bercanda? Bagaimana aku bisa puas dengan hanya sebuah kecupan." Ucap Arthur dan lalu menarik tengkuk leher Clara dan ******* bibirnya, mereka saling berbagi saliva satu sama lain. Perlahan tangan Arthur mulai menyusup masuk kedalam baju Clara dan memainkan benda kenyal milik wanita itu sehingga Clara mendes**.
"Ahhh... Darling," Desa* Clara.
"Emm, kenapa baby?" Ucap Arthur menggoda Clara sembari tangannya memainkan nip*le milik Clara.
"Kau jangan begini. Nanti putra kita tiba-tiba masuk." Ucap Clara.
Arthur pun menekan tombol pada benda tersebut hingga membuat pintu yang tadinya terbuka menjadi tertutup rapat. "Mari kita lanjutkan baby." Ucap Arthur tersenyum.
Clara hanya menggeleng pelan melihat kekasih nya yang sudah tersulut gair** itu. Arthur melepaskan bajunya dan kemudian membantu Clara membuka bajunya hingga hanya tersisa pakaian dalamnya saja. "Ahh... Emmm.. Pelan-pelan darling, tidak ada yang akan merebutnya darimu." Seru Clara karena Arthur menghis** squishy nya dengan ganas.
"Ugh... Baby... Tanganmu sangat nakal." Des** Arthur karena tangan Clara meraba senjata pamungkas nya.
Clara membalikkan tubuh hingga posisi mereka saling bertukar, kini Arthur berada di bawah. "Biarkan aku melayani mu hari ini darling." Ucap Clara dengan suara yang menggoda.
"Dengan senang hati." Jawab Arthur tersenyum.
Clara mulai ******* bibir Arthur dengan posisi tangannya yang masih merab* dan mengelus-elus senjata pamungkas Arthur yang masih terhalang oleh celananya. Lalu Clara turun menciumi leher Arthur. Arthur pun juga tidak mau diam saja, ia merema* squishy milik Clara. Clara mulai semakin turun kebawa, lalu ia berhenti di depan area sensitif milik Arthur dan membuka celananya. "Arghhh..." Des** Arthur karena Clara mengenggam benda besar itu dan lalu mengocok nya dengan pelan.
"Baby... Hisa*.. " Ucap Arthur dengan suara beratnya.
Clara pun menuruti ucapan pria itu, ia memasukkan benda tumpul itu kedalam mulutnya dan memaju mundurkanya dan lidahnya bermain di dalam sana. Arthur mengeram kenikmatan dan membantu Clara mempercepat temponya, pada saat hendak mencapai puncaknya Arthur hendak melepaskan Clara karena dia akan mengeluarkan cairan ajaibnya, namun Clara tidak menyingkir dan akhirnya cairan itu tersembur ke dalam mulut Clara.
Arthur mengeram setelah mencapai puncaknya.
Clara membersihkan bibirnya. "Baby... Apa yang kau lakukan. Hah?" Ucap Arthur karena Clara menghisa* cairan tersebut.
Namun Clara hanya tersenyum dan kembali merangkak naik ke atas. "Kau tidak boleh....." Kata-kata Arthur tertahan karena Clara tiba-tiba memasukkan senjata miliknya kedalam hutan lindung milik Clara.
"Owhh... Shi*," Arthur kembali mengeram.
Clara memaju mundur kan pinggulnya dengan pelan. Lalu Arthur yang sudah diliputi gair** pun langsung membalikkan kembali posisi mereka sehingga sekarang Clara berada di bawah kungkungan nya. "Kali ini biarkan aku yang melayani mu, nona." Ucap Arthur memaju mundur kan pinggulnya dengan tempo yang cepat, hingga membuat Clara tidak berhenti mengeluarkan suara terlarang nya.
Diluar kamar, Aarav dan Bastian berdiri di depan pintu. "Kenapa pintunya terkunci uncle?" tanya Aarav bingung.
"Mmm. Mungkin mommy mu sedang beristirahat bos kecil." Jawab Bastian seseorang yang tahu apa yang terjadi di dalam sana.
"Tapi, Aarav mau menemani mommy uncle." Ucap Aarav sedikit cemberut.
*Ya ampun bos. Kenapa anda tidak bisa menahan diri sedikit* batin Bastian karena bos nya yang sudah tidak sabaran untuk menerkam Clara.
"Nanti kita temui mommy mu lagi ya bos kecil, sekarang biarkan mommy sama daddy bos kecil untuk beristirahat." Bujuk Bastian.
"Hufttt... Baiklah uncle." Jawab Aarav.
BERSAMBUNG.