
Arthur kembali pulang ke hotel, dia melihat Clara yang sudah tertidur lelap. Arthur pun mengeluarkan pakaian dari paper bag yang dipegangnya, saat dalam perjalanan kembali ke hotel, Arthur berhenti di salah satu toko pakaian wanita yang berada di pinggir jalan lalu ia pun membeli satu set baju wanita untuk Clara, Arthur pun memakaikan nya dengan perlahan kepada Clara.
"Apa sudah siap?" Tanya Arthur dibalik handphone nya.
'Sudah bos, sekarang kami sudah berada di Rooftop hotel.' jawabnya.
Arthur pun segera menggendong Clara ala bridal style dan membawanya ke Rooftop dimana sudah ada sebuah helikopter yang menunggu mereka disana, Arthur memasangkan headset kepada Clara supaya wanita itu tidak terbangun karena bunyi helikopter tersebut, lalu Arthur pergi membawa Clara kesuatu tempat.
•
•
•
•
Ke esokan paginya Clara mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling kamar yang suasana nya berubah bahkan ranjang tempat tidur nya pun tidak sama dengan yang ia tempati semalam. "Ini dimana?" Gumam Clara yang menatap sekelilingnya.
Clara menyingkap kan selimut nya dan dia melihat jika dirinya telah memakai pakaian, padahal semalam dia tidur dalam keadaan polos. "Apakah Arthur yang melakukannya?" Gumam Clara bertanya-tanya.
Ia pun beranjak dari ranjang dan berjalan mendekati jendela dengan sedikit tertatih karena akibat dari perbuatan kasar Arthur semalam. lalu ia menyingkap gorden jendela dan dia terkejut saat melihat pemandangan lautan yang luas dari sana. "I i i ini dimana? A a apa Arthur akan mengurung ku di tempat ini?" ucap Clara syok dengan air mata yang tiba-tiba menetes.
"Tidak.. Tidak.. Tidak aku tidak mau dikurung di tempat ini, aku mau bertemu dengan putraku." Ujar Clara menggelengkan kepalanya.
Ia pun berlari ke arah pintu keluar dan mencoba membukanya namun sayang pintu tersebut terkunci sehingga Clara menggedor-gedor pintu itu. "ARTHUR BUKAA PINTUNYA!" Teriak Clara.
"BUKAAA!" Clara terus berteriak-teriak sembari menangis dan memukuli pintu.
Tidak lama Arthur datang dan membukanya karena dia mendapat laporan dari penjaganya jika Clara terus memberontak untuk di buka kan pintu. "A Arthur." Ucap Clara terkejut.
Arthur menatap Clara namun pandangan nya tiba-tiba terpusat pada tangan Clara karena tangan wanita tersebut merah dan sedikit terluka karena akibat dari memukuli pintu. Arthur mengepalkan tangannya, dia merasa sangat kesal melihat wanita nya terluka, ingin sekali dia memegang dan mengenggam tangan mungil yang terluka itu dan mengobati nya akan tetapi dia harus menahan perasaan itu karena rasa kecewa dan marahnya terhadap Clara masih bergejolak di hatinya.
Hati Arthur langsung merasa tersayat kala melihat Clara yang menangis dan memohon kepada nya. "Selama lima tahun aku mencari mu dan sekarang aku menemukan mu, lalu kau memintaku untuk melepaskan mu dengan begitu saja. Kau pikir kau siapa hah?" Ucap Arthur dingin.
"Mulai hari ini, kau akan menjadi tawananku di kastil ini dan kau tidak akan pernah bisa keluar dari sini." Sambungnya.
Clara langsung terkejut mendengar ucapan Arthur barusan. "Kau tidak bisa seperti ini Arthur." Seru Clara kesal.
"Kenapa? Tidak ada orang yang berani menghentikan ku." Seru Arthur.
"Aku mohon izinkan aku pergi." Mohon Clara.
"Simpan saja air mata buaya mu itu." Seru Arthur keluar dan kembali mengunci kamar tersebut.
Tangis Clara langsung pecah dan kembali menggedor-gedor pintu kamar itu. "Hiks.. Hiks.. KAU JAHAT ARTHUR." Teriak nya menangis.
"AKU MEMBENCIMU ARTHUR!" teriak Clara.
Arthur yang berjalan di lorong ruangan itu langsung terhenti kalak mendengarkan teriakan dari Clara. Ia pun berbalik dan melihat pintu kamar tersebut. "Aku juga membencimu Clara." Ucap Arthur pelan.
Dua orang yang saling membenci namun juga saling mencintai, entah perasaan mana yang akan menang, apakah rasa benci? Atau rasa cinta mereka sendiri.
"Hiks.. Hiks... Hiks... " Tangis Clara duduk tersungkur di lantai dan memukuli pintu itu dengan pelan karena tenaganya yang sudah lemah.
Clara merasa sangat sedih karena tidak dapat bertemu dengan putra nya, bahkan dia tidak bisa membayangkan jika dia tidak bisa bertemu dengan putra tersayang nya untuk selamanya. Clara bisa saja mengatakan kepada Arthur kalau mereka sudah memiliki seorang putra namun Clara merasa jika Arthur terlihat sangat membencinya sehingga dia tidak dapat mengatakan nya karena takut Arthur akan merebut putranya dan membawa nya pergi jauh dari dirinya. Tidak!! Clara tidak sanggup jika itu benar-benar terjadi.
BERSAMBUNG.
Note : Selamat Bersabar ya guys 😁 karena mulai besok author akan sibuk untuk perjalanan dinas 😇🙏. SALAM CINTA UNTUK KALIAN SEMUA ❤