
Sudah dua hari Clara belum juga kembali hingga membuat Beatrice khawatir, akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi ke perusahaan dan bertanya kepada Nick.
"Apa tuan Nick, ada di kantor?" Tanya Beatrice kepada resepsionis.
"Iya, tuan Nick ada di kantor nya, maaf sebelumnya ada urusan apa?" Ucap resepsionis ramah.
"Saya punya urusan pribadi padanya," Seru Beatrice.
"Apa anda sudah membuat janji sebelumnya?" tanya resepsionis.
"Bilang saja jika Beatrice mencari nya." Jawabnya.
Resepsionis itu pun mengangguk dan menghubungi Nick dan mengatakan jika ada wanita bernama Beatrice mencarinya. Nick pun mengizinkannya untuk pergi ke ruangan nya. Beatrice pun pergi menuju ruangan Nick yang berada di lantai paling atas. Setibanya disana Beatrice mengetuk pintu ruangan dan langsung masuk kedalam nya.
"No nona Beatrice, silahkan duduk." Ucap Nick gugup karena dia tidak tahu harus bagaimana mengatakan nya kepada Beatrice jika Clara dibawa pergi oleh seseorang.
"Saya tidak mau basa-basi, dimana Clara? Kenapa hanya anda yang kembali?" tanya Beatrice.
"Maafkan saya, karena tidak bisa menjaganya." Ucap Nick merasa bersalah.
"Apa maksudmu?" ucap Beatrice Mengepalkan tangan menahan emosi nya.
"Clar Clar Clara dia di di bawa sama seseorang." Jawab Nick terbata dengan mengepalkan tangannya karena kesal mengingat kejadian tersebut.
Bugh!! Bugh!! Dua pukulan Beatrice layangkan kepada Nick.
"LALU KENAPA KAU TIDAK MENOLONGNYA DAN MEMBAWANYA KEMBALI BERSAMA DENGAN MU! HAH! " teriak Beatrice yang emosi nya sudah memuncak.
"Aku tentu saja berusaha menolongnya tetapi seorang pria yang sangat mengerikan itu menahanku dan bahkan dia hampir mau membunuhku." Jelas Nick.
"Arghhhh," Teriak Beatrice kesal dan berjalan langsung keluar dan membanting pintu ruangan Nick dengan sangat kuat hingga membuat pria itu terkejut.
Beatrice masuk kedalam mobilnya dan melajukannya menuju tempat sekolah Aarav karena sudah jam pulangnya. Beatrice berencana akan menitipkan Aarav kepada Amber karena dia akan pergi menyelamatkan Clara. Beatrice menghentikan mobilnya tepat di seberang sekolahan dan menunggu Aarav keluar dari dalam mobil. Tapi tidak lama Beatrice mengerutkan keningnya karena melihat segerombolan mobil berhenti tepat di depan gerbang sekolah dan beberapa pria ber jas hitam keluar dari dalam mobil tersebut.
Beatrice langsung terkejut kala melihat salah seorang pria ber jas hitam itu, karena orang tersebut adalah Arthur. Tidak lama bel sekolah pun berbunyi dan Aarav pun berjalan ke luar. "No... No.. No." Ucap Beatrice yang langsung ingin membuka pintu namun sayang beberapa orang yang tiba-tiba datang mengepung mobil milik Beatrice dan menahan pintu mobil tersebut supaya wanita itu tidak bisa keluar.
"MINGGIR KALIAN BRENGSEK!!" teriaknya emosi.
"AARAV!! AARAV!! AARAV!! " teriak Beatrice memukuli jendela mobil berharap pria kecil itu mendengar dan melihatnya tetapi itu hal yang sia-sia karena Aarav sama sekali tidak mendengar bahkan juga melihatnya.
"SIALLL!! " Teriaknya emosi.
Sedangkan di depan gerbang sekolah Arthur tampak berjongkok dan berbicara dengan lembut kepada pria kecil yang ada di depannya. "Benarkah kau daddy ku?" tanya Aarav yang terkejut saat Arthur mengatakan jika dia adalah daddy nya.
"Iya boy, aku memang benar daddy mu!" Jawab Arthur dan mengelus rambut Aarav dengan lembut.
"Kemana kau selama ini?" tanya Aarav dengan mata yang berkaca-kaca.
"Daddy ada urusan yang sangat penting, jadi daddy pergi sebentar untuk mengurus nya, maafkan daddy karena telah meninggalkan mu dan mommy mu selama ini." Ucap Arthur dan memeluknya.
"Terimakasih karena telah kembali, daddy." Balas Aarav menangis.
Hati Arthur merasa sangat sedih, melihat putra nya yang menangis itu. *kau benar-benar sangat keterlaluan Clara, lima tahun kau memisahkan seorang anak dan ayah nya* batin Arthur yang bertambah kesal terhadap Clara.
"Sudah boy, jangan menangis lagi. Ayo kita pergi menemui mommy mu." Seru Arthur.
"Jadi mommy bersama dengan daddy?" tanya Aarav.
"Iya, mommy mu ada bersama daddy." Jawabnya. Mereka pun akhirnya pergi dari sana.
BERSAMBUNG.