
Kembali ke markas Arthur yang berada di daerah Chicago, Amerika serikat. Dimana para anak buah Arthur yang bertugas sebagai hacker disana tampak sangat sibuk saat ini, apalagi Chris yang sedari semalam tidak tidur-tidur bahkan dia tidak beranjak dari meja kerjanya dan terus berkutat dengan komputer nya demi mendapatkan orang yang telah berani menyerang keamanan the Devils dan bos nya.
Tapi tiba-tiba monitor besar yang memperlihatkan seluruh keamanan dari mansion Arthur dan markas the Devil's kembali menyala tepat dimana alarm di mansion Arthur berbunyi.
Setelah melihat dan mendengar alarm tersebut, Chris pun langsung memerintahkan separuh anak buah the Devils untuk segera pergi ke mansion milik Arthur sedangkan dia kembali berkutat di depan komputer nya karena sepertinya sebentar lagi dia akan segera menemukan orang tersebut.
Jari-jari tangan Chris dengan cepat bergerak di atas keyboard nya dan matanya fokus dengan layar monitor komputer nya. "Sedikit lagi," gumam Chris.
"I got you," seru Chris dengan tersenyum miring.
"I i ini," ucap Chris terkejut.
"Ti ti tidak mungkin," lanjut nya yang masih terkejut dan tidak percaya.
"Ada apa tuan?" tanya salah satu anak buahnya.
Chris tidak menghiraukan anak buahnya itu, ia masih tidak percaya dengan apa yang ia temukan saat ini. Karena penasaran anak buahnya itu pun mendekati meja Chris dan melihat layar monitornya.
"Dia, bukankah dia adalah wanita nya bos," seru anak buah itu terkejut.
Para anak buah Chris yang berada di ruangan itu pun langsung terkejut mendengarnya. "Apa yang akan kita lakukan tuan?" tanya anak buah Chris yang berdiri di belakangnya.
"Hubungi para anak buah the Devils yang berada di mansion bos, katakan pada mereka untuk menjaga wanita itu dan jangan sampai dia lepas," seru Chris.
"Baik bos," jawabnya.
Anak buah Chris pun langsung menghubungi anak buah the Devils yang berada di mansion Arthur. Tapi ia sangat terkejut setelah mendengar kabar dari anak buah the Devils yang berada disana mengenai keadaan di mansion Arthur saat ini.
"APA!!" Ucapnya kaget sehingga Chris langsung membalikkan kursinya ke arah anak buahnya itu.
"Kalian harus menemukan dia secepatnya," serunya lalu ia pun memutuskan panggilan tersebut.
"Gawat tuan," ucapnya.
"Ada apa? Cepat katakan," seru Chris tidak sabaran.
"Berlian merah muda milik bos telah hilang dan nona Clara juga tidak ada di mansion," jawab nya.
"Kau salin dan cetak data identitas mereka," ucap Chris sembari menunjuk layar komputernya.
"Baik tuan," jawabnya.
Chris pun langsung melangkah dengan cepat keluar dari markas the Devil's dan dengan beberapa anak buah yang mengikutinya dari belakang. Chris langsung masuk kedalam mobilnya dan menancap gas menuju mansion milik bos nya, Chris tampak sangat emosi dan beberapa kali dia memukul setir kemudi nya. Chris dia merasa sangat bersalah kepada sang bos nya karena tidak becus dalam bekerja dan telah membuat bos nya kecewa kepada nya nanti, setelah mendengar berita ini.
"Arghhh.... Sial.... Sial..... Bangsa*," pekik Chris marah dan memukuli setir kemudi nya.
Sampainya di mansion milik Arthur, Chris langsung turun dari mobilnya dan berlari memasuki mansion milik bos nya. "Tuan Chris," seru para anak buah yang masih berada di sana.
"Kalian sudah menemukan nya?" tanya Chris tidak sabaran.
"Maaf tuan, nona Clara sepertinya sudah melarikan diri dan para anak buah the Devil's sedang mengejar nya," jawab salah satu anak buah the Devil's.
"Dasar gobl*k," ucap Chris dengan emosi dan memukul wajah dan perut orang tersebut , hingga orang itu tersungkur.
"Bagaimana kalian bisa kehilangan dia secepat itu, HAH!" ucapnya marah.
"Maaf tuan, beberapa anak buah the Devil's tidak sadarkan diri karena obat tidur yang diberikan nona Clara," jawab salah satu anak buah the Devil's yang lain.
Chris mengusap gusar wajah nya, karena dia tidak tahu harus mengatakan apa kepada sang bos nya. Tapi setelah berpikir panjang akhirnya Chris mencoba menghubungi bos nya dan mengatakan semuanya secara langsung, karena dia sangat tahu watak bos nya itu, jika bos nya mengetahui hal ini dari anak buah bayangan nya, maka tidak dapat dibayangkan akan semarah apa bos nya terhadap dirinya nanti.
Chris telah berulangkali menghubungi Arthur tapi tidak ada sahutan dari bos nya tersebut sehingga ia beralih mencoba menghubungi asisten bos nya yaitu Bastian tetapi nomor Bastian juga tidak dapat dihubungi sehingga membuat Chris merasa heran.
"Apa telah terjadi sesuatu disana?" Gumam Chris lalu ia mengacak-acak rambutnya karena frustasi.
(ini visual bang Chris ya guys)
BERSAMBUNG.