Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#50



Kemarin Arthur telah tiba di Athena dan malam ini dia tengah dalam perjalanan menuju sebuah Bar ternama di negara itu untuk menemui rekan nya. Tidak butuh waktu lama untuk Arthur tiba disana karena jarak hotelnya juga tidak terlalu jauh dari sana. Bastian turun terlebih dahulu lalu membuka pintu mobil bos nya. Di depan pintu masuk mereka sudah di sambut oleh beberapa anak buah Jack. Mereka pun pergi menuju tempat VVIP yang berada di lantai tiga.



Cklek!!!


Bastian membukakan pintu ruangan itu untuk bos nya. "Selamat datang Tuan Arthur, bagaimana kabar anda?" seru tuan Jack berdiri dan mengulurkan tangannya.


"Baik," Jawab Arthur dingin dan membalas jabatan tangan Jack.


Mereka pun duduk dan berbincang tentang masalah bisnis. "Tuan Arthur, apa anda tidak keberatan jika ada teman saya yang ingin bertemu dengan anda sekarang?" Tanya Jack berhati-hati.


"Sebelumnya tidak ada kesepakatan seperti itu," Seru Bastian menatap tajam Jack.


"Saya tidak keberatan," Timpal Arthur.


"Tapi bos... " Ucap Bastian langsung terpotong karena mendapat tatapan tajam dari bos nya.


"Terimakasih Tuan Arthur, saya akan segera menghubunginya." Seru Jack.


Setelah itu mereka kembali lanjut mengobrol lagi sembari menunggu teman dari Jack itu.


Di tempat lain, Clara dan Nick baru saja bertemu dengan klien mereka di sebuah restoran ternama di kota itu. Clara berpenampilan sangat cantik dia menggunakan gaun hitam seksi karena sebenarnya sejak dulu Clara memang sangat suka menggunakan pakaian yang membentuk lekuk tubuh nya. Dan saat ini mereka berdua tengah menuju kesuatu tempat. Apakah Nick terpanah dengan penampilan Clara? Tentu saja, sejak awal pergi ke restoran tadi Nick selalu terpesona dengan penampilan Clara yang sangat cantik dan seksi itu, dia bahkan berpikir untuk mendapatkan hati Clara secepatnya.



(Clara)



(Nick)


Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun berhenti di salah satu bar ternama di negara itu. Nick mengulurkan tangannya untuk Clara menggandeng nya akan tetapi Clara menolak nya, Nick tidak masalah karena dia sudah terbiasa ditolak oleh wanita itu. Mereka pun masuk kedalam masuk kedalam lift dan menuju lantai tiga. "Apa kau lelah?maaf karena tiba-tiba mengajak mu kemari," Ucap Nick kepada Clara.


"Tidak apa-apa tuan nick," Ucap Clara.


Clara sedikit tersenyum. "Maaf ya Nick." Serunya.


Nick pun langsung melihat kearah Clara dan tersenyum senang mendengar nya. Namun tidak lama pintu lift itu terbuka, mereka pun keluar dan berjalan kearah ruangan VVIP. Nick pun memegang ganggang pintu dan membukanya sedikit lebar karena dia mempersilahkan Clara untuk masuk lebih dulu, hingga menampakkan dengan jelas sosok Clara yang tengah berdiri di depan pintu tersebut. Pada saat Clara baru ingin melangkah masuk tiba-tiba langkah nya terhenti kala melihat sosok pria di depannya yang tengah menatap tajam dirinya. "Clara," Ucap Arthur pelan dan terkejut melihat wanita itu ada disana.


Clara memundurkan langkah nya, tiba-tiba perasan takut menyerbu dirinya. "Ada apa Clara? Ayo kita masuk, kau tenang saja," Seru Nick.


Clara tidak menghiraukan ucapan pria itu. Dengan cepat Clara berlari dari sana. Arthur yang melihat Clara melarikan diri pun langsung mengejarnya, bahkan Bastian pun ikut membantu bos nya. "CLARAAA BERHENTI KAMU!!!" teriak Arthur keras.


Semua yang berada disana langsung heran termasuk Nick, dia pun akhirnya pergi menyusul Clara.


Tak... Tak... Tak... Suara derap langkah Clara yang tengah berlari dengan cepat, dia pun melepaskan high heels nya yang cukup tinggi itu. "BERHENTI!!" Teriak Arthur kembali.


Clara melihat kebelakang sekilas, dia semakin mempercepat langkahnya karena Arthur sudah berada di belakangnya. Clara berlari menuju pintu tangga darurat, lalu dia melompati tangga-tangga itu dengan lincah, kelincahan nya sama sekali tidak menurun selama ini. "STOP BIT*H!!" teriak Arthur yang sudah emosi.


Arthur melompati tangga itu dengan cepat, lalu dia pun memegang pegangan tangga itu dan langsung melompat ke bawah tepat di hadapan Clara saat ini. Clara langsung terkejut, dan hendak membalikkan badan untuk kembali melarikan diri, tetapi Arthur menahan tangannya dengan sangat kuat. "I got you bit*h," Ucap Arthur dengan emosi.


"LEPASKAN!" Teriak Clara, tetapi Arthur langsung menggendong nya ala karung beras. Clara terus memberontak dan memukuli tubuh Arthur.


Arthur membawa Clara ke parkir mobil bawah tanah, dimana tempat mobilnya berada. "TOLONG!! TOLONG!!" Teriak Clara.


Tidak lama seorang security mendatangi mereka. "Ada apa?" tanya security itu karena dia mendengar suara orang minta tolong.


"Pak, tolong saya, saya mohon pak," Ucap Clara memohon.


Arthur langsung melihat kearah security itu. "Pergi!" ucap Arthur dingin dan menatap tajam security tersebut.


Security itu menelan saliva nya karena takut dengan tatapan mengerikan dari Arthur. "T t tapi, sebaiknya anda lepaskan wanita ini tuan," Ujar security itu dengan sedikit takut.


Arthur mengeluarkan pistol dari jaket nya dan lalu menembakkan senjata itu kearah kaki security itu hingga security itu tersungkur di lantai dan berteriak kesakitan. Arthur pun langsung masuk kedalam mobil tersebut dan duduk di kursi kemudi dengan memangku Clara. Lalu ia pun melajukan kendaraan, meninggalkan tempat itu, di perjalanan Clara terus memberontak hingga kemarahan Arthur kembali tersulut. "Diam, jika tidak jangan salahkan aku berbuat hal yang buruk padamu." Ancam Arthur.


Clara pun langsung takut mendengar ancaman itu karena dia tahu pasti, apa yang akan di lakukan oleh Arthur kepada nya jika dia tidak menuruti ucapan pria itu.


BERSAMBUNG.