Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#34



Di sebuah bangunan villa tua tepatnya di markas Arthur yang berada di kota Chicago, Amerika serikat. Di dalam sebuah ruangan khusus di villa tersebut, tempat di mana para hacker profesional dan handal bekerja untuk Arthur, di dalam ruangan itu sekitar ada sepuluh orang di dalamnya dan mereka semua di pimpin oleh Chris salah satu orang kepercayaan Arthur. Di dalam ruangan itu juga terdapat sebuah monitor yang sangat besar guna untuk memantau seluruh kawasan mansion milik Arthur dan villa tua itu tapi saat ini keamanan mereka sedang diserang sehingga layar monitor itu menjadi buram dan komputer mereka juga tiba-tiba mati dengan sendirinya.


"Sial," pekik Chris dengan kesal dan memukul meja yang ada didepannya.


"Sepertinya ini semua ulah orang itu," seru salah satu hacker disana.


"Cepat kembali hidupkan komputer kalian dan dapatkan keparat itu," perintah Chris.


"Siap, tuan," jawab mereka bersamaan.


"Sialan, awas saja jika sampai aku mendapatkan mu," gumam Chris kesal.






Inggris, London.


Pagi ini Arthur sedang bersiap untuk pergi ke markas the Devil's yang berada di negara tersebut. "Kau mau kemana?" tanya tuan Lantunio yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.


"Aku ingin pergi ke markas," jawab Arthur.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya tuan Lantunio.


"Tidak, aku hanya ingin mengecek nya saja kek," jawab Arthur.


"Baiklah, kembali lh lebih awal," ucap tuan Lantunio.


"Hmm, aku pergi kek," ucap Arthur berjalan keluar dengan di ikuti oleh Bastian di belakangnya.






Sampainya di markas milik the Devils. Semua para anak buah Arthur langsung menyambut kedatangan tuan bos mereka. "Selamat datang kembali bos," ucap mereka bersamaan.


"Hmm, kalian kembali lh," ucap Arthur sembari berjalan memasuki villa tua itu bersama dengan Bastian dan salah satu orang kepercayaan Arthur yang bertugas memimpin kelompok mafia disana, dia bernama Leo.


"Ada apa? kenapa tiba-tiba bos datang kemari?" bisik Leo kepada Bastian.


"Karena bos mau menghukum kalian semua," jawab Bastian.


"Kau jangan membuatku semakin takut Bastian," bisik Leo.


Mereka bertiga duduk di sebuah kursi single yang berada di ruangan besar di villa itu. "Kenapa benda itu ada disini?" Tanya Arthur sembari menunjuk sebuah manekin wanita seksi diruang itu.


"Hehehe, itu hanya penghias ruangan saja bos," jawab Leo canggung.


"Buang," ucap Arthur dingin.


"Baik bos," jawabnya dan langsung memerintahkan anak buahnya yang ada disana untuk segera membuang manekin wanita tersebut.


"Baik bos," jawab Leo.


"Apa kakek sering berkunjung kesini?" tanya Arthur kepada Leo.


"Tidak bos, karena tuan Paul selalu melarang tuan besar untuk melakukan kegiatan yang berbahaya," jawab Leo.


"Hmm, baguslah," ucap Arthur.


"Kapan bos akan kembali?" Tanya Leo.


"Besok," jawab Arthur datar.


"Kenapa cepat sekali bos?" seru Leo.


"Kau jangan terlalu banyak tanya," timpal Bastian.


"Aku tidak bertanya kepadamu," seru Leo kesal kepada Bastian.


Arthur beranjak dari kursinya dan ia melangkah berjalan ke halaman belakang sehingga Bastian dan Leo mengikutinya. Di halaman belakang banyak anggota anak buah the Devils yang sedang berlatih atau olahraga disana. Mereka semua langsung menghentikan aktivitas nya dan menundukkan kepala melihat kehadiran bos nya.



"Lanjutkan," ucap Arthur dingin kepada para anak buahnya untuk melanjutkan kegiatan mereka.


Arthur berdiri di tengah halaman yang luas itu sembari memperhatikan seluruh anak buahnya yang sedang berlatih disana.


"Bos, geng mafia dari Afrika ingin berkerjasama dengan the Devils untuk penyelundupan senjata ke Spanyol," seru Leo.


"Siapa mereka?" tanya Arthur.


"Wolves salah satu organisasi mafia terkuat di daerah sana yang dipimpin oleh Mike, bos." Jawab Leo.


"Mike? Bukankah dia baru di ringkus oleh polisi karena pengedaran obat-obat terlarang," ucap Bastian.


"Apa kau pikir dia tidak memiliki backingan di kepolisian," jawab Leo.


"Jangan bekerjasama dengan orang bodoh seperti dia," ucap Arthur.


"Tapi bukankah akan sangat menguntungkan bagi kita jika mereka bekerjasama dengan kita bos," ucap Leo.


Arthur sedikit memutar tubuhnya kebelakang dan dia menatap tajam kearah Leo sehingga membuat Leo menelan saliva nya dan langsung menundukkan kepalanya karena takut dengan tatapan maut bos nya itu.


"Maaf bos," ucap Leo.


"Rasakan," ucap Bastian pelan dan masih dapat di dengar oleh Leo yang berdiri disampingnya.


Arthur kembali menghadap kedepan dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. "Apa semua misi yang kalian lakukan terdapat kendala?" tanya Arthur menatap kedepan.


"Tidak bos, semua misi berjalan dengan lancar," jawab Leo.


"Kalau begitu, untuk apa bantuan dari mereka yang ada hanya akan merepotkan saja," ucap Arthur dingin.


"Maaf bos, kau memang benar," jawab Leo.


BERSAMBUNG.