Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#44



"Bawa dia ke hadapan ku sekarang juga, jika kalian kembali gagal maka aku akan menghabisi kalian semua dengan tangan ku sendiri, tanpa terkecuali," Ucap Arthur dingin dan mengeraskan rahangnya.


Semua yang ada disana menelan saliva nya masing-masing melihat aura menakutkan dari bos nya itu. "Baik bos," Jawab mereka bersama yang ada di ruangan itu.


"Amankan tempat ini, perintahkan beberapa anak buah untuk menjaga nya, " Perintah Arthur kepada Bastian.


"Baik bos," Jawab Bastian.


Akhirnya Arthur meninggalkan tempat itu dan pergi kembali ke markas bersama dengan Bastian. Sedangkan Chris dan beberapa anak buah the devil's lainnya langsung pergi untuk menangkap orang yang bernama Daniello tersebut.


Di dalam mobil Arthur duduk di kursi belakang sendiri, karena Bastian duduk di depan bersama dengan sang sopir yang membawa mereka tadi. Dari kaca mobil, Bastian terus memperhatikan bos nya yang terlihat menyedihkan dan lelah itu. Arthur menyenderkan kepalanya ke sandaran kursi, ia mengusap ujung kelopak matanya karena air matanya keluar. Betapa sedih nya dia ditinggalkan oleh sosok wanita yang sangat dia cintai dan sayangi.


*Aku tidak pernah melihat bos seperti ini, * batin Bastian.


Tidak lama mereka pun telah tiba kembali ke markas, sebelum nya Bastian sudah mengajak Arthur untuk lebih baik kembali ke mansion untuk beristirahat sebentar karena kondisi tubuh Arthur yang belum pulih. Tapi Arthur dengan tegas menolaknya. Mau tidak mau Bastian harus mengikuti perintah bos nya itu. "Bos, lebih baik anda beristirahat ke kamar dulu sebentar, nanti setelah Chris kembali aku akan mengatakan nya kepada mu," Ucap Bastian.


Arthur tidak menjawab ucapan dari asisten nya itu, ia berjalan lurus kearah ruangan pribadinya yang ada di markas tersebut. Bastian menunggu bos nya di depan pintu itu sembari membuka handphone nya.


Prankk prankk prankk.


Suara benda berjatuhan dari dalam ruang pribadi Arthur. Bastian pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut saat mendengar nya karena dia takut terjadi sesuatu sama bos nya itu. "Bos," Ucap Bastian pelan.


"Siapa yang memerintah kan mu masuk," Ucap Arthur dingin dan menatap tajam Bastian yang sudah berdiri di depan pintu.


Bastian menelan saliva nya lantaran takut melihat tatapan mematikan dari bos nya itu. "Maaf bos, saya hanya khawatir terjadi sesuatu kepada anda," Jawab Bastian menundukkan kepalanya.


"KELUAR," teriak Arthur marah.


"b b baik bos," Jawab Bastian gugup dan segera keluar dari ruangan tersebut.


Arthur pun kembali melemparkan semua barang yang ada diruangan itu, untuk melampiaskan semua amarah nya.


Tidak lama kemudian, salah satu anak buah the devil's, mendatangi Bastian dan mengatakan kalau Chris telah menangkap orang tersebut dan sekarang telah di bawa ke ruang bawah tanah. Bastian pun dengan segera memberitahukan hal tersebut kepada bos nya. Dengan cepat Arthur pergi mendatangi Daniello yang sudah berada di penjara tersebut.


Tak tak tak



"BERISIK!" teriak Chris yang emosi dan memukul perut Daniello lantaran semua kejadian ini adalah ulah pria itu sehingga membuat bos mereka murka seperti sekarang ini.


"Diam," Tekan Chris.


Tidak lama Arthur dan Bastian tiba disana.


"Dia orang nya bos," Ucap Chris yang berdiri di samping Daniello yang sudah di ikat dengan rantai.


"CEPAT LEPASKAN!" teriak Daniello yang meronta minta di lepaskan.


Chris mengepalkan tangannya karena kesal dengan Daniello yang tidak mendengarkan peringatan nya tadi.


Arthur melangkah mendekati Daniello. Daniello pun langsung kaget melihat sosok pria yang ada di depannya sekarang ini. "K k k kamu," Ucap Daniello kaget.


"Kenapa? Apa kau mengenali ku?" Tanya Arthur dingin.


Daniello langsung menggeleng dengan cepat. "Kalau begitu, kau pasti mengenal wanita ini," Ucap Arthur dingin dan memperlihatkan foto Clara kepada Daniello.


"Ti ti tidak, aku tidak mengenal nya," Jawab Daniello takut.


Arthur mengeraskan rahang nya karena emosi nya mulai tersulut. "Katakan, dimana dia sekarang?" Ucap Arthur dengan rahang yang sudah mengeras dan nafas yang Menggebu-gebu sembari menarik mencengkram kerah baju milik Daniello.


Tubuh Daniello sudah gemetar ketakutan. "A a aku tidak tahu," Jawab Daniello takut.


"Katakan sekarang atau aku akan menyiksa mu saat ini juga," Tekan Arthur emosi.


"A a aku benar-benar tidak tahu dimana mereka, setelah menyerahkan berlian itu mereka berdua langsung pergi," Jawab Daniello yang sudah mati ketakutan.


BERSAMBUNG.