Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#32








Satu jam kemudian Beatrice mengehentikan mobilnya di sebuah bangunan villa yang sudah tua dan tidak terpakai lagi. "Apa kita sudah sampai?" tanya Clara.


"Iya, ayo cepat kita menemui brengsek itu," ucap Beatrice melepaskan sealt belt nya.


"Sepertinya kau sangat tidak menyukainya be," ucap Clara karena dapat dilihat dengan jelas kebencian Beatrice kepada Daniello.


"Aku memang sungguh membenci nya karena ancaman dari dia, kau harus melemparkan dirimu ke kandang iblis Clar. Aku berharap dia mati dengan mengenaskan," ucap Beatrice kesal.


Clara tersenyum mendengarnya lalu ia memeluk sahabatnya itu, dia sungguh tidak menyangka kalau Beatrice benar-benar sangat mempedulikan nya sampai sejauh itu. "Terimakasih karena selama ini kau telah sangat peduli kepada ku," ucap Clara.


"Apa yang kau katakan. Tentu saja aku sangat peduli kepada mu karena hanya kau satu-satunya keluarga yang aku miliki," ucap Beatrice.


"Sudah, kita harus pergi secepat nya," ucap Beatrice.







Clara dan Beatrice memasuki villa tua itu, di depan pintu seorang anak buah Daniello sudah menunggu kedatangan mereka. "Silahkan ikuti saya, tuan Daniello sudah lama menunggu kalian," ucap anak buah itu.


"Ckk," Beatrice berdecak kesal mendengar nya.


Clara dan Beatrice mengikuti langkah Anak buah Daniello dari belakang tapi tidak lama kemudian mereka berhenti di sebuah ruangan yang sangat luas dan disana terlihat seorang pria yang mengunakan setelan jas hitam duduk di kursi single dengan gagahnya.


"Aku ucapkan selamat kepada nona Clara dan nona Beatrice karena telah berhasil mendapatkan benda yang aku inginkan itu," ucap Daniello bertepuk tangan dan tersenyum mengerikan.


"Tidak usah banyak omong kosong, cepat berikan sertifikat panti itu," ucap Beatrice kesal.


"Tenanglah nona Beatrice, bagaimana kalau kalian duduk dulu," ucap Daniello.


Dengan kesal akhirnya Clara dan Beatrice duduk di sofa panjang yang berada di depan Daniello dengan meja sebagai pembatas mereka.


"Haik nona Clara, bagaimana kabar hubungan kau dan Arthur apakah berjalan dengan lancar? Aku sungguh tidak menyangka kau bisa membuat iblis itu jatuh cinta kepada mu atau jangan-jangan kalian memang sudah saling mencintai," Ucap Daniello dengan tersenyum sumringah seolah mengejeknya.


Clara mengepalkan tangannya, mendengar ucapan Daniello tersebut. "Kau terlalu banyak bicara, cepat serahkan sertifikat itu," ucap Clara dingin.


"Baik... baiklah kalian memang tidak sabaran," ucap Daniello tersenyum.


Daniello menjentikkan jarinya seolah memerintahkan anak buahnya untuk memberikan map yang dipegangnya kepada dirinya. "Ini nona-nona silahkan diambil," ucap Daniello meletakkan map coklat tersebut ke atas meja.


Clara pun meletakkan berlian tersebut ke atas meja lalu Daniello mengambil nya dan menyerahkan nya kepada anak buahnya yang berdiri disampingnya untuk memeriksa apakah itu berlian asli atau palsu. "Berlian ini asli tuan," ucap anak buahnya.


"Tentu saja karena berbisnis dengan nona Clara dan nona Beatrice memang tidak pernah mengecewakan," ucap Daniello tersenyum.


"Ckk," decak Beatrice kesal.


Clara dan Beatrice pun berdiri dengan bersamaan. "Kalian akan pergi kemana?" tanya Daniello.


"Bukan urusanmu," jawab Beatrice kesal.


"Aku sarankan, sebaiknya kalian pergi sejauh mungkin dari sini bila perlu kalian tinggal negara ini karena Arthur tidak akan pernah melepaskan musuhnya," ucap Daniello.


"Lebih baik kau menjaga dirimu sendiri, Daniello," ucap Beatrice menatap tajam Daniello.


"Heh, kalian tenang saja, mereka tidak akan mencurigai ku," ucap Daniello dengan sombongnya.


"Berdoalah," ucap Beatrice pelan dan menyunggingkan bibirnya.


Mereka berdua pun akhirnya keluar dari villa tua itu dan kembali memasuki mobil lalu meninggalkan tempat itu dengan cepat. "Kali ini kita akan kemana be?" Tanya Clara.


"Memberikan sertifikat itu ke panti asuhan," jawab Beatrice.






Tidak butuh lama akhirnya mereka berdua tiba dengan cepat di panti asuhan. "Kau tunggu disini," ucap Beatrice kepada Clara.


"Kenapa?" tanya Clara.


"Aku hanya akan memberikan ini," ucap Beatrice mengambil map coklat itu dan keluar dari mobil menuju ruang ibu pengurus panti.


Beberapa menit kemudian setelah memberikan sertifikat itu, Beatrice kembali masuk kedalam mobil. "Bagaimana apa kau sudah memberikan nya kepada ibu ma?" tanya Clara.


Beatrice mengangguk. "Hmm, iya," jawab Beatrice kembali melajukan mobilnya.


"Ambil ini Clar," ucap Beatrice memberikan sesuatu kepada Clara.


"Apa ini?" tanya Clara.


"Pasport dan kartu identitas baru," jawab Beatrice.


BERSAMBUNG.


Clara and Beatrice