Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#23



Sampainya di kamar, Clara langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang king size milik Arthur. "Hufttt," Clara menghembuskan nafasnya karena merasa lelah.


Arthur duduk di sampingnya dan membantu Clara melepaskan sepatu high heels nya. "Maafkan aku karena telah membuatmu lelah hari ini baby," ucap Arthur.


"Tidak apa kok darling," jawab Clara sembari melonggarkan resleting bajunya sehingga kedua gundukan nya lebih terlihat.


Arthur menelan saliva nya melihat pemandangan indah itu bahkan pusaka nya langsung terbangun tapi dia merasa tidak tega untuk menuntaskan hasratnya karena melihat kekasihnya yang sudah memejamkan matanya dan tampak sudah merasa kelelahan itu.


"Engh,,," suara menggeliat Clara yang terdengar sangat merdu membuat Arthur semakin tersiksa dan merasa sesak di celananya.


"Darling, bisakah kau tolong memijat kaki ku sebentar karena aku merasa sangat pegal." Ucap Clara dengan matanya yang masih tertutup.


"Kenapa kau menggunakan sepatu yang sangat tinggi baby," ucap Arthur sambil memijat kaki Clara.


"Itu karena tubuh kamu yang terlalu tinggi darling, sehingga aku harus mengimbanginya," jawab Clara.


"Lain kali kau tidak perlu melakukan itu baby, aku tidak ingin kau melukai tubuhmu," ucap Arthur serius.


"Hmmm," jawab Clara.


Arthur terus memijat kaki Clara walau di balik celananya ia merasa sangat sesak. Tangan Arthur semakin naik ke atas dan sekarang berada di pahanya. "Eugh,," des** Clara karena ia merasa sedikit gel*.


Arthur melihat ekspresi wajah Clara yang terlihat sangat sek** itu, Arthur pun diam-diam mulai menyelinapkan tangannya masuk kedalam gaunnya dan menggosok-gosok area sensi*** nya dengan tangannya yang terhalang oleh kain tipis kecil.


Clara sedikit menggeliat karena merasakan kenikmatan nya. "Eugh, darling lebih cepat," des** Clara.


Arthur pun mempercepat temponya sehingga kain tipis kecil itu penuh di basahi oleh cairan ajaib milik Clara. Clara perlahan membuka matanya dan dia membelalakkan matanya kala melihat pria nya itu juga sedang menggoc** senjata pamungkasnya menggunakan tangan yang satunya. Clara memperhatikan wajah pria itu yang berulang kali mendongakkan kepalanya seolah menjabarkannya. Wajah Clara semakin merah merona karena dia merasa ekspresi Arthur sangat sek** dan menggoda.


"Eugh,, arghh,," des** Arthur akhirnya dan menyemburkan cairan ajaib nya ke lantai.


Arthur mengatur nafasnya dan melihat kekasihnya yang tampak memperhatikan nya sedari tadi. "Kau mau baby?" tanya Arthur tersenyum miring.


Tanpa sadar Clara pun menganggukkan kepalanya sehingga Arthur langsung menyambar bibir wanita itu dan terjadilah malam panas yang panjang.






Pagi harinya Arthur bangun lebih dulu dibandingkan Clara karena tampaknya wanita itu sangat lelah karena aktivitas mereka semalam sehingga Arthur tidak tega untuk membangunkan nya. Arthur sudah memakai setelan jas nya ia pun keluar dari kamarnya dengan langsung disambut oleh sang asistennya. "Selamat pagi bos," ucap Bastian.


"Hmmm," jawab Arthur menuruni anak tangga dengan di ikuti oleh Bastian.


Arthur berjalan kearah dapur dan memakan sarapannya dengan Bastian yang setia menunggu di belakangnya. Selesai sarapan Arthur menyuruh pelayan menyiapkan makanan untuk Clara, tapi pada saat pelayan itu ingin melangkah pergi mengantarkan makanan tersebut, Arthur langsung menyuruh nya berhenti karena dia ingin membawakan sendiri makanan itu kepada kekasihnya.


"Bos, biarkan saya saja yang membawanya," ucap Bastian.


"Dia wanitaku bukan wanitamu," jawab Arthur dingin.


"Maafkan saya bos," ucap Bastian.


Bastian membantu Arthur membuka pintu kamarnya. "Tutup matamu," perintah Arthur dingin karena dia tidak ingin kalau sampai Bastian melihat kekasihnya yang tengah tertidur tanpa menggunakan sehelai benangpun.


Bastian pun memejamkan matanya lalu setelah Arthur sudah masuk kedalam ia pun kembali menutup pintu tersebut dan menunggu bos nya di luar pintu.


Arthur meletakkan nampan yang berisi makanan tersebut ke atas nakas yang berada disamping Clara. Ia mengelus-elus puncak kepala kekasihnya dengan sangat lembut. "Dia terlihat sungguh manis sekali saat tidur," gumam Arthur tersenyum.


"Tidurlah jika masih lelah baby, aku akan menunggumu disini," ucapnya lembut.


Clara menggelengkan kepalanya lalu duduk dan bersandar di headboard kasur. "Kenapa kau belum ke perusahaan nanti kau telat," ucap Clara.


"Kau lupa baby kalau aku adalah bos nya," jawab Arthur tersenyum.


"Issh kau ini, tetap saja kau harus profesional darling," ucap Clara.


"Baiklah, baiklah aku akan segera pergi ke kantor tapi sebelum itu aku ingin kamu makan dulu," jawab Arthur dan mengambil nampan makanan.


"Ayo buka mulutmu baby," Arthur menyodorkan sendok makanan kepada Clara.


"Biarkan akau makan sendiri darling, kau bisa langsung pergi ke perusahaan," ucap Clara.


"Tidak, aku mau menemani kamu makan dulu baby," jawab Arthur yang tidak mau dibantah.


Clara akhirnya mengalah dan membuka mulutnya. "Kau benar-benar keras kepala," Ucap Clara sambil mengunyah makanannya.


Arthur tersenyum melihat kekasihnya yang sangat menggemaskan itu. "Jangan bicara kalau sedang mengunyah makanan baby," ucap Arthur lembut dan mengelap pinggiran bibir Clara yang terdapat sisa makanan.


Dengan cemberut Clara menganggukkan kepalanya sehingga Arthur kembali tersenyum melihatnya. "Badan ku serasa remuk semua, aku rasanya ingin sekali pergi ke tempat pijat hari ini," gerutu Clara.


"Kau ingin kemana?" tanya Arthur menatap Clara serius.


"Tempat pijat, kenapa emangnya," jawab Clara.


"Aku tidak mengizinkan kamu untuk pergi ke tempat seperti itu dan membiarkan mereka menyentuh kulit mu dengan seenaknya," jawab Arthur kesal.


Clara mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan pria ini. "mereka hanya akan memijat dan mereka pun perempuan semua," jawab Clara.


"Aku tetap tidak akan mengizinkan nya. Jika kamu ingin dipijat biarkan aku yang melakukan nya tidak boleh orang lain. Kau mengerti baby," ucap Arthur tegas dan serius.


"Hufttt, baiklah baiklah terserah kamu saja," ucap Clara pasrah dan jengah dengan sikap posesif pria nya itu.


"Sini balik tubuhmu, aku akan memijat nya untukmu," ucap Arthur meletakkan nampan makanan ke atas nakas.


"A, apa?" tanya Clara kaget apalagi melihat pria itu sudah melipat ujung tangan jasnya.


"Bukankah barusan kau ingin dipijat," ucap Arthur.


"Ti, ti tidak darling tadi aku hanya bercanda saja, kenapa kau menganggapnya serius," ucap Clara sedikit panik karena kalau pria ini benar-benar melakukannya yang ada pijatan plus-plus yang akan Arthur lakukan terhadap nya.


"Tapi bukankah tubuhmu pegal baby," ucap Arthur.


"Itu tadi hanya pegal sesaat darling dan sekarang tidak lagi, sebaiknya kau cepat pergi ke perusahaan pasti Bastian sudah lama menunggu kamu di luar," ucap Clara tersenyum manis.


"Kau yakin tidak ingin aku pijat baby?" tanya Arthur memastikan.


"Sangat yakin darling," ucap Clara mengangguk tersenyum.


beberapa menit kemudian Arthur berpamitan kepada Clara untuk pergi ke perusahaan nya.


*Hufttt akhirnya dia pergi juga,* batin Clara bernafas lega.


BERSAMBUNG.