
Setelah selesai melampiaskan kemarahan nya kepada Daniello. Arthur pun pergi dari sana dengan darah yang terus menetes di tangannya, tidak ada satupun anak buah the devil's yang berani mengangkat kepala nya saat Arthur berjalan melewati mereka, termasuk Bastian dan Chris, mereka semua menundukkan kepala.
Arthur pergi meninggalkan markas the devil's, ia masuk kedalam mobilnya dan melajukan kendaraan nya dengan sangat cepat. Bastian pun langsung menyusul bos nya itu. "Biarkan aku ikut bastian," Seru Chris saat Bastian hendak masuk kedalam mobilnya.
"Tidak usah, kau lebih baik mengobati lukamu dan urus mayat keparat itu," Jawab Bastian yang langsung masuk kedalam mobil dan memakai sabuk pengaman nya.
"Tapi... " Ucap Chris terhenti karena Bastian langsung meninggalkan tempat itu dengan cepat.
"Arghhh, Ban**at." Pekik Arthur marah dan memukul setir kemudi nya dengan keras.
"Kamu benar-benar jahat Clara, kamu wanita yang nggak punya hati," Ucap Arthur marah.
Di belakang mobil milik Arthur, ada Bastian dan beberapa mobil anak buah the devil's mengikuti nya. Mereka semua melajukan mobil nya dengan cepat karena tidak mau sampai ketinggalan jejak bos mereka. Setelah beberapa saat kemudian Arthur sampai ke mansion miliknya, ia pun turun dari mobil dengan lumuran darah di tubuh nya. Para anak buah dan maid yang ada disana langsung ketakutan melihat bos mereka yang sangat menakutkan itu.
Arthur berjalan kedalam mansion dan masuk kedalam kamar nya lalu membanting semua benda yang ada disana hingga berserakan dan berantakan. Tidak Ada satupun yang berani mendekati pria yang tengah menggila tersebut bahkan Bastian yang baru tiba pun hanya berdiri diam di depan pintu kamar Arthur yang tertutup, karena dia sama sekali tidak berani untuk mendekati bos nya itu.
"BODOH.... DASAR BODOH! " teriak Arthur emosi dan menghancurkan setiap benda yang ada di dalam kamarnya bahkan kamar nya sekarang sudah berantakan seperti kapal yang pecah.
"Kau pengkhianat Clara," Ucap Arthur.
"KAU PENGKHIANAT CLARA!!" teriak Arthur dan meninju diding kamarnya hingga retak dan tangannya berdarah.
"Wanita itu benar-benar sudah keterlaluan," Ucap Bastian mengepalkan tangannya karena sangat kesal dan juga marah terhadap Clara yang telah mengkhianati perasaan tulus bos nya itu.
"Aku akan menemukan mu Clara, kau tidak akan bisa lari dari ku. Kau harus membayar semua nya." Ucap Arthur dengan tangannya yang terkepal kuat.
Arthur terduduk di kursi kamarnya dengan keadaan kamar yang sangat-sangat berantakan bahkan pecahan kaca berserakan di lantai. Arthur menatap kosong kearah jendela nya, tetapi tangannya terus terkepal dengan sangat kuat bahkan urat-urat tangannya sudah terlihat sangat jelas dan rahang nya yang mengeras. Dia terlihat sangat marah serta kecewa terhadap Clara yang menurutnya telah mengkhianati nya selama ini.
"Sebarkan semua anggota the devil's di berbagai negara, untuk menangkap wanita itu." Ucap Arthur dingin.
"Saya sudah menyebarkan perintah itu bos dan saya juga telah menambah anggota hacker untuk mencari nya." Jawab Bastian.
Arthur memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya ke senderan kursi dan dia juga mengatur nafasnya untuk mencoba menenangkan dirinya.
"Cari tahu lebih dalam tentang Daniello itu, mungkin masih ada orang dibalik ini semua." Ucap Arthur sembari bangkit dari kursinya dan melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang berlumuran darah itu.
"Baik bos." Jawab Bastian menundukkan kepala nya.
Setelah Arthur masuk kedalam kamar mandi, Bastian langsung memerintahkan para maid untuk membersihkan kamar bos nya yang berantakan itu.
Di bawah guyuran air sower. Arthur menyenderkan kedua telapak tangannya ke dinding dengan kepala yang tertunduk lemas. Arthur menahan sekuat tenaga luka di perut nya yang mengeluarkan darah karena luka nya kembali terbuka. "Shi*," umpat Arthur.
"Kau sangat kejam Clara, Apa yang kurang aku berikan padamu, aku tidak masalah kalau kau mau mengambil berlian itu, tapi kenapa kau harus mengkhianati dan meninggalkan ku, Clara." ucap Arthur senduh dan tanpa sadar air matanya menetes, menyatu dengan guyuran air shower.
Tiba-tiba Kata-kata yang diucapkan oleh Daniello terngiang di kepala Arthur, dimana Daniello mengatakan jika Clara mungkin saat ini sedang bersama pria lain hingga membuat gejolak kemarahan Arthur kembali muncul. Dia pun memukul dinding tersebut hingga retak. "Tidak... Kau hanya milik ku Clara, aku tidak mengizinkan siapapun mengambil mu dariku dan jika itu terjadi maka aku akan menyiksa pria itu dan membunuh nya tepat di hadapanmu." Ucap Arthur dengan marahnya.
BERSAMBUNG.
Note : Sebelum nya author mau minta maaf kepada para readers semuanya, karena banyak yang kecewa lantaran author jarang banget update🙏. Jadi guys, sebenarnya author itu lagi ngelanjutin sekolah, sama disamping itu author juga kerja guys. jadi author tuh punya waktu sedikit banget buat ngeluangin waktu bikin novelnya. Author sering berpikir buat nggak ngelanjutin cerita nya lagi, tapi author ngeliat komentar kalian yang selalu memberikan semangat dan dukungan hingga membuat author nggak tega untuk ngecewain kalian semua 🥰.
TERIMAKASIH KEPADA PARA READERS DAN SALAM CINTA BUAT KALIAN SEMUA ❤