Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA

Sexy Maid And The King Devil Of MAFIA
#47



Lima tahun kemudian.


Arthur tampak berdiri di depan jendela besar yang berada di ruang kerjanya dengan tangannya yang dimasukkan kedalam saku celananya seraya menatap pemandangan kota di depan kaca itu. "Aku sangat merindukanmu," Gumam Arthur.



Ya, semenjak lima tahun ini Arthur benar-benar kehilangan jejak Clara, dia sudah melakukan berbagai upaya dalam mencari keberadaan nya akan tetapi selalu gagal. Entah bagaimana Beatrice menghilangkan jejak dia dan Clara hingga Arthur pun tidak dapat menemukan nya.


Tubuh Arthur tampak lebih berotot dikarenakan dia hampir setiap hari pergi ke gym pribadinya yang berada di mansion milik nya untuk melampiaskan kemarahan dan kekesalannya terhadap disana bahkan sekarang Arthur akan langsung turun tangan di the devil's karena kalau dulu biasanya dia akan menyuruh Chris dan yang lainnya saja menanganinya tapi semenjak perginya Clara benar-benar telah merubah kehidupan Arthur yang menjadi lebih dingin serta lebih kejam. Bahkan Bastian saja tidak berani untuk terlalu banyak bicara kepada bos nya itu.


Karena terakhir kali dia membacakan schedule bos nya yang sangat banyak, ia pun mendapat lemparan asbak rokok dari bos nya dan mengenai kepala nya. Semenjak itulah Bastian tidak akan banyak bicara serta mengatur semua kegiatan bos nya dengan sangat teratur.


Drtt... Drt.... Drt....


Suara gemetar handphone milik Arthur yang berada di dalam jas nya. Arthur pun tidak menghiraukan nya, seolah sudah tahu siapa yang menghubungi nya. Tidak lama Bastian mengetuk pintu ruang kerja Arthur dan masuk kedalam nya. "Permisi bos. Maaf, tuan besar ingin bicara dengan anda." Seru Bastian yang memegang ponsel nya.



Arthur menatap tajam kearah Bastian hingga Bastian langsung tertunduk. "Maaf bos, tuan besar memaksa saya." Jelas Bastian.


Arthur pun akhirnya merampas handphone milik Bastian dan meletakkannya ke telinga nya. 'Hei cucu kesayangan ku, kenapa kau selalu mengabaikan panggilan dari kakek mu ini. Hah? ' Seru tuan Lantunio sedikit kesal lantaran Arthur selalu mengabaikan panggilannya setiap kali dia menghubungi cucunya itu.


"Ada apa?" Tanya Arthur dingin.


'Kapan kau akan kemari?' tanya tuan Lantunio.


"Tidak, sebelum aku menemukan nya." Ucap Arthur dingin.


'Ayolah, ada ribuan wanita di dunia ini, kau tinggal pilih saja.' Seru tuan Lantunio.


"Aku hanya ingin dia karena dia harus membayar semua nya." Seru Arthur langsung memutuskan panggilan.


"Baik bos." Jawab Bastian.


Arthur kembali menghadap kearah kaca besar itu, Bastian tampak ragu ingin mengatakan sesuatu kepada Arthur. "Keluar jika tidak ada yang ingin kau katakan." Seru Arthur dingin.


"I i itu bos. Mmm.. Tiga hari lagi anda, ada pertemuan dengan tuan Jack di Yunani." Ucap Bastian ragu.


"A a pa anda akan pergi?" tanya Bastian gugup.


Arthur diam beberapa menit, hingga membuat Bastian merasakan takut kalau bos nya akan kembali marah padanya karena semenjak ditinggalkan pergi oleh Clara, Arthur menjadi sangat sensitif dan sangat emosional. "Atur keberangkatan besok," Jawab Arthur dingin.


Bastian akhirnya bernafas lega karena pertemuan ini sangat penting. "Baik bos, saya akan segera menyampaikan nya kepada tuan jack." Seru Bastian.


Setelah itu Bastian langsung keluar dari ruangan kerja milik Arthur. "Hufftt... Kapan bos bisa melupakan perasaannya dengan wanita itu," Ucap Bastian.


Saat ini Arthur sedang dalam perjalanan pulang bersama asisten nya beserta sang sopir pribadinya. Mobil mereka berhenti saat lampu merah, tepat di samping mobil itu, terlihat sepasang kekasih yang sedang asik bersenda gurau di atas motor yang mereka naiki bahkan saking asik nya mereka , suara ketawa nya dapat terdengar oleh kuping Arthur sehingga dia melihat kearah asal suara tersebut. Arthur terus melihat sepasang kekasih tersebut. Terdapat rasa rindu yang amat sangat dalam terhadap Clara saat melihat wanita itu tertawa, ujung bibir Arthur tampak sedikit tertarik karena dia tiba-tiba membayangkan kalau mereka berdua yang berada di posisi tersebut.


Tidak lama sang supir pun kembali melajukan mobil, hingga membuat Arthur langsung tersadar kembali dari hayalan nya. Ia mengepalkan tangannya dan kembali menatap lurus kedepan. *Bagaimana kau bisa sekejam itu meninggalkan ku selama lima tahun ini, Apa kau benar-benar sudah melupakan aku, Clara.* batin Arthur senduh.


Dia pun menyenderkan kepalanya ke senderan kursi dan memijit keningnya yang terasa sedikit pusing.


Arthur menghabiskan waktu semalaman di ruang Gym yang ada di mansion nya. Ia meluapkan kemarahan nya dengan memukuli samsak tinju yang cukup besar dan keras, seperti yang sering dia lakukan selama lima tahun ini. "Arghhhh!!" Teriak nya emosi.


"CLARAAAAAAA!!!!" teriak Arthur keras sehingga suara nya menggema di ruangan tersebut.



BERSAMBUNG.