
Halo, pembaca setia "Sakura's Petals"
Bagaimana kabar kalian hari ini?
Author berdoa semoga kalian sekarang dalam keadaan baik dan sehat ya!
Cepat ya tiba-tiba udah mulai season 2 aja hehe
Terima kasih atas dukungan kalian hingga chapter ini.
Tidak seperti biasanya, author kali ini akan membahas tentang kasus yang terbaru, yaitu tentang Sulli dan jahatnya cyber-bullying
Mengapa bahas ini sih thor?
Karena menurut author ini penting banget baik untuk kita maupun teman dan keluarga kita.
Kita udah gak hidup di zaman dulu di mana mau terima surat aja harus nunggu seminggu.
Jadi informasi sudah lebih cepat dan mengenal orang pun tidak harus saling ketemu.
Tapi tahukah kalian bahwa zaman sekarang walau lebih maju, tidak dibarengi dengan kemajuan budi pekerti juga?
Orang menjadi lebih mudah menyakiti orang lain dengan kata-kata yang tidak sopan karena dimudahkan oleh teknologi.
Dan salah satu korbannya adalah Sulli
Sumpah saat denger beritanya, author kaget banget.
Memang sejak dulu Sulli memiliki kecenderungan gangguan jiwa, namun author tidak menyangka bahwa ia akan mengakhiri hidupnya seperti ini.
Author awalnya berpikir itu hoax tapi kenyataannya "no, it is REAL"
Keberadaan depresi dan cyberbullying itu real, teman-teman.
Dan kalo gak percaya, coba kalian buka IG dan search salah satu artis favorit kalian, scroll bagian komennya dan pasti akan ada beberapa hate speech di dalamnya.
Dan gak usah jauh-jauh, author pun sempat merasakannya 2 hari lalu di kolom komentar, dibilangin "g*blok" dan "anj*ng" oleh salah satu akun pembaca.
Pernah gak dikomenin gini baik di medsos atau real life?
"Dikit-dikit baperan ah kamu!"
"Dia kemarin dimarahin gak sedih tuh, kok kamu gitu aja nangis?"
"Yaelah baru segitu doang udah gak sanggup!"
"Kurang deket sama Tuhan kamu tuh! Coba doa deh!"
Percayalah, bagi seseorang yang depresi komen semacam ini membuat mereka makin down karena merasa bahwa perasaan yang mereka rasakan adalah invalid dan salah.
Padahal perasaan kita adalah hal yang nyata.
Pastikan bahwa kalian bukan salah satu yang melakukannya ya ke orang lain.
Please make the better world for everyone.
Percayalah perbuatan baik kalian akan dicatat dan dibalas Tuhan dengan yang baik juga.
Demikian pula dengan perbuatan buruk.
Sekarang, yuk kita bahas soal depresi!
Perlu ditekankan bahwa depresi itu bukan sedih biasa lho.
Depresi itu rasa sedih yang berkepanjangan dan menganggu aktivitas kita.
Walaupun dengan masalah yang sama, seorang yang normal dan depresi akan punya sikap dan respon yang berbeda.
Misal orang normal cuma dengan nangis 1 hari kelar, orang depresi bisa nangis 1 bulan.
Pertanyaan yang sering ditanya :
Terus, orang depresi itu kenapa sih thor sebenernya?
Jadi yang jelas bukan karena kurang dekat sama orang tua, bukan karena mental menye menye (cemen), atau baperan ya.
Depresi itu adalah penyakit.
Sama seperti sakit flu yang butuh obat, depresi juga butuh obat.
Depresi dialami oleh orang yang mengalami kekurangan zat di otak yang bernama Serotonin.
Dan obat anti depresan yang diminum adalah obat yang akan mempertahankan/meningkatkan serotonin ini dalam otak.
Dan perlu diingat depresi itu adalah penyakit yang kronis ya teman-teman jadi tidak bisa sembuh dalam waktu cepat.
Membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu minimal rata-rata 6 bulan pengobatan.
Ya, bisa, maka dari itu harus rutin kontrol ke psikiater.
Apa sih thor gambaran orang depresi?
Moodnya sedih, sering nangis, mengurung diri, menyendiri, biasanya cerewet sekarang pendiam, jadi kurus/gendut (ada yang stress pelampiasan ke makan), bicara soal kematian dan bunuh diri (walau bercanda tetap hati-hati ya). Mulai sekarang pantau teman dan keluarga kalian tentang tanda-tanda ini, dan juga jangan lupa diri kalian juga ya!
Kok kayak aku ya thor tapi aku malu ah thor kalo harus ke psikiater!
Well, sekarang udah gak zaman untuk malu.
Lebih baik diobati segera daripada nanti keburu terlambat lho.
Banyak kok yang ke psikiater, gak cuma orang yang gangguan jiwa berat seperti skizofrenia aja yang ke psikiater, orang yang gangguan cemas pun bisa berobat ke psikiater.
Jadi psikiater itu untuk semua.
Psikiater akan menjamin kerahasiaan kalian.
Jangan pernah malu jika itu untuk kebaikan kita.
Nah sebenarnya apa sih yang terjadi pada Sulli thor?
Jadi Sulli itu mengalami depresi dan fobia sosial yang artinya Sulli sangat mencemaskan pendapat orang lain akan dirinya, sementara sebagai artis dia sering terpapar pada cyberbullying.
Jadi depresi + fobia sosial + cyberbullying \= BAHAYA sekali
Sulli sebenarnya sudah mencoba berobat, tapi selain berobat sebenarnya penting sekali untuk melakukan psikoterapi (ke psikolog) juga.
Selain itu, dukungan keluarga dan teman dekat juga sangat penting dalam penyembuhan.
So, depression is complicated disease after all.
Gak bisa cuma satu sisi penyembuhannya.
Dan bisa dibilang Sulli adalah salah satu contoh yang gagal dalam terapi depresi. Jadi penyembuhan depresi harus ditangani sedini mungkin dan membutuhkan banyak usaha di dalamnya.
KESIMPULAN
Jadi dari kasus Sulli, kita bisa belajar bahwa setiap orang bebas untuk berpendapat, namun tidak seorang pun boleh untuk dijatuhkan atau dihina.
JARIMU HARIMAUMU, peribahasa masa kini untuk kita semua.
Ingat bahwa tidak semua orang memiliki kondisi yang sehat mental dan sedang dalam hidup yang bahagia.
Mulailah belajar untuk menghargai dan mengerti kondisi orang lain.
Dan bagi kalian yang memang mempunyai kecenderungan depresi dan fobia sosial, penting untuk segera ke psikolog/psikiater ya!
Author cuma pengamat yang memang tertarik dengan kesehatan mental, tapi author bukan ahli di bidang ini.
Jadi, please love yourself dan sempatkan diri kalian untuk berobat ya!
Untuk Sulli, yang dulu pernah menjadi idola author, author berdoa agar ia sekarang lebih tenang di sana, meskipun apa yang ia perbuat adalah salah.
Author juga berdoa semoga tidak ada Sulli-Sulli lainnya (atau ekstrimnya, Joker) di masa depan.
Author khususnya berdoa juga agar dunia ini bisa semakin penuh kasih dan pengertian antara sesama manusia.
Selamat berbagi kasih, teman-teman!
Jangan lupa ikuti chapter-chapter selanjutnya dari Sakura's Petals ya teman-teman!
Sekian dulu.
Salam cinta,
La Mia Luna