Sakura's Petals

Sakura's Petals
Pemilihan Putri Mahkota



Di GERBANG ISTANA


Pemilihan putri mahkota dihadiri oleh semua gadis bangsawan dari berbagai daerah. Ketika gama Hwa Ryong sampai di gerbang istana, ada lima gama lain yang sedang menurunkan nonanya di sana secara bersamaan.


Putra Mahkota mengulurkan tangannya, membantu Hwa Ryong keluar dari gama. Hwa Ryong terlihat gugup. Ia menengok ke arah gama-gama lainnya. Ia melihat gadis-gadis yang keluar dari gama adalah bangsawan yang jauh lebih cantik darinya. Ia menelan ludahnya. Putra Mahkota yang melihat keraguan di mata Hwa Ryong menggenggam tangan Hwa Ryong dan meremasnya pelan. Hwa Ryong langsung menoleh ke arah Putra Mahkota dan berusaha melepas tangannya. “Ada orang di sini.” Putra Mahkota tersenyum.


“Jangan khawatir. Kau pasti akan terpilih, aku bisa pastikan itu. Kau adalah gadis yang paling pantas untuk posisi putri mahkota. Pilihanku takkan pernah salah. Jadi, tenanglah.”


Hwa Ryong terdiam, kemudian mengangguk. Putra Mahkota kemudian pergi bersama rombongannya, masuk ke dalam istana terlebih dahulu.


Hwa Ryong menarik nafas panjang, melihat betapa megahnya istana, mencoba membayangkan menjadi pemiliknya, menjadi istri Putra Mahkota, dan membayangkan bahwa kehidupannya di luar istana akan berakhir sampai di sini jika ia terpilih. Kemudian membuang nafasnya cepat, memfokuskan langkahnya melewati gerbang.


SEMENTARA ITU


Di belakangnya, seorang gadis berwajah rupawan dengan tai lalat kecil di pipi kanannya, keluar dari gama mewahnya. Dua orang pelayannya langsung memberi hormat begitu nonanya keluar. “Semoga berhasil, Nona.”


Nona itu tersenyum, kemudian senyumnya menghilang bersama ingatannya yang dulu.


Pada waktu ia masih berumur tujuh tahun, ia terpisah dari pengasuhnya, di hutan saat ingin mengumpulkan bunga liar. Ia berlari mencari pengasuhnya berjam-jam hingga kemudian ia terjatuh dan terluka. Kemudian, ia bertemu dengan seorang anak laki-laki yang sedikit lebih tua darinya.


Anak laki-laki itu menolongnya bangkit dan mempertemukannya dengan pengasuhnya. Yang kemudian ia ketahui bahwa anak laki-laki itu adalah Putra Mahkota. Pria yang kemudian ia cintai sejak saat itu.


Nona itu melangkah masuk dengan langkah anggun, penuh keyakinan. Ia sudah menunggu saat-saat ini selama bertahun-tahun lamanya. Rajin mempelajari Buku Keutamaan Istri, rutin meminum ramuan kecantikan dari tabib, dan juga selalu mencari tahu informasi mengenai Putra Mahkota. Ia bahkan tahu kebiasaan Putra Mahkota yang selalu tidak memakan kacang di semua hidangan yang diberikan kepadanya.


PEMILIHAN


Putaran pertama dan kedua berhasil dilewati Hwa Ryong tanpa hambatan. Hwa Ryong yang memiliki kecerdasan dan juga kecantikan jelas takkan bisa dikalahkan oleh yang lain. Putaran ketiga pun akan segera dimulai.


Hwa Ryong sedang berdiri dengan dua kandidat lainnya di depan sebuah pintu ruangan, tempat putaran ketiga akan dimulai. Ia melayangkan senyum gugup pada peserta yang lain. Seorang gadis berwajah manis dan seorang gadis rupawan dengan tai lalat di pipi kanannya. Gadis berwajah manis membalas senyumnya, sementara gadis rupawan yang satunya hanya tersenyum kecil kemudian berpaling darinya.


“Siapa namamu?” tanya gadis yang berwajah manis.


“Shim Hwa Ryong.”


Gadis berwajah manis dan gadis yang berwajah rupawan itu langsung menoleh. “Maksudmu, kau adalah putri tunggal Tuan Shim, Menteri Pertahanan, yang punya hubungan erat dengan Kaisar Qing? Wah, betapa beruntungnya aku bisa bertemu denganmu di saat seperti ini. Namaku Kim Wol Hee, putri Kepala Biro Musik.”


“Senang bertemu denganmu juga.”


Mereka bertiga berjalan melewati berbagai pintu, hingga kemudian sampai di sebuah ruangan dengan Yang Mulia Raja dan Ratu berada di tengah ruangan. Mereka langsung membungkuk hormat.


“Gadis-gadis calon Putri Mahkota ini memang benar cantik seperti kata dayang-dayang.” ucap Ratu begitu mereka selesai memberi salam.


“Silahkan perkenalkan diri kalian.” ucap Dayang Kepala yang berada di samping mereka.


“Hormat kepada Yang Mulia. Saya Kim Wol Hee, putri pertama Kepala Biro Musik.”


“Saya Eo Mi Kyung, putri tunggal Menteri Keuangan.”


“Saya Shim Hwa Ryong, putri tunggal Menteri Pertahanan.”


Yang Mulia Raja dan Ratu tersenyum. “Kalau begitu, kita mulai saja. Aku akan memberi kalian semua pertanyaan yang sama. Jawablah sebaik mungkin. Yang Mulia Raja yang akan menilai dan memilih salah satu dari kalian secara langsung.”


Para gadis bersamaan menelan ludah, gugup.


DI TAMAN ISTANA


“Apakah putaran ketiga telah dimulai?” tanya Putra Mahkota di taman istana.


Kasim Hyun yang baru saja sampai menjawab sambil tersengal-sengal. “Baru saja, Yang Mulia.”


Putra Mahkota memberi makan ikan koi dengan setengah hati sambil bercermin. “Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan jika ternyata Hwa Ryong tidak terpilih. Tidak, aku harus yakin bahwa dia akan terpilih."


______________________________________________


" Jika kamu percaya pada dirimu sendiri, semuanya akan menjadi nyata. "


- NN


Gambaran Pakaian Ratu :